Sukses

Makan Petai Setiap Hari Bisa Cegah Hipertensi?

Banyak yang menduga bahwa petai memiliki manfaat yang besar dalam mencegah hipertensi alias tekanan darah tinggi. Apa kata medis?

Klikdokter.com, Jakarta Petai menjadi salah satu lalapan favorit sebagian masyarakat Indonesia. Meski menyebabkan bau mulut setelah dikonsumsi, petai tetap disukai karena memiliki rasa yang unik serta menyimpan beragam manfaat kesehatan. Salah satu manfaat sehat petai yang banyak dibicarakan adalah mencegah penyakit tekanan darah tinggi alias hipertensi.

Petai alias parkia speciosa merupakan tumbuhan yang mengandung sumber sumber mineral yang baik. Petai mengandung vitamin C, E, dan B1 yang tinggi. Si hijau ini juga memiliki kandungan protein, lemak, karbohidrat, dan zat penting lainnya. Kandungan gizi yang banyak pada petai dihubungkan dengan berbagai manfaat berikut ini:

1. Menangkal radikal bebas

Petai memiliki kandungan antioksidan fenolic acid yang tinggi. Senyawa ini diperlukan untuk melawan radikal bebas, yang nantinya turut membantu memperkecil risiko diabetes, kanker, dan tukak lambung.

2. Mencegah infeksi bakteri

Petai bisa menghambat pertumbuhan bakteri E. coli, yang merupakan salah satu penyebab diare, infeksi saluran kemih, dan penyakit saluran cerna lainnya. Di samping itu, si hijau ini juga terbukti mampu mengusir bakteri H. pylori, yang merupakan kuman penyebab tukak lambung.

3. Memperkecil risiko kanker

Penelitian menggunakan tikus mendapatkan hasil bahwa ekstrak metanol dari petai mampu menghambat proses angiogenesis hingga 50%. Ini adalah proses pembentukan pembuluh darah baru yang berperan dalam penyebaran kanker di dalam tubuh. Di samping itu, kandungan thiazolidine-4-carboxilic acid pada biji petai yang sudah matang, juga diyakini memiliki efek menekan pertumbuhkan sel kanker di dalam tubuh.

4. Mengelola kadar gula darah di dalam tubuh

Penelitian ynag dilakukan pada tikus menarik kesimpulan bahwa ekstrak biji petai dapat menunrukan kadar gula darah 2 jam setelah makan. Para peneliti percaya bahwa efek tersebut dapat bertahan hingga 24 jam lamanya.

Lantas, bagaimana dengan manfaatnya dalam mencegah hipertensi atau tekanan darah tinggi?

Petai vs hipertensi

Petai memiliki kandungan potasium dan rendah garam. Hal ini membuatnya mampu menyeimbangkan detak jantung, sehingga aliran darah di dalam tubuh tetap stabil.

Tak hanya itu, petai juga memiliki kandungan triptofan yang bermanfaat untuk membuat saraf otak lebih relaks. Ini membuat petai mampu mengurangi tingkat stres seseorang, sehingga terhindar dari risiko terjadinya tekanan darah tinggi di kemudian hari.

Namun sayang, manfaat petai seperti di atas masih belum dapat dipastikan. Ini karena masih butuh banyak penelitian lebih lanjut untuk menggali sifat potensial petai, termasuk dalam menurunkan risiko hipertensi, kanker, dan infeksi bakteri.

Lebih jauh, Anda juga tidak disarankan untuk mengonsumsi petai dalam jumlah berlebihan. Ini karena penelitian menunjukkan bahwa petai mengandung zat tanin, sehingga bila konsumsi dalam jumlah tidak wajar dapat menghambat penyerapan protein dan asam amino di dalam usus.

Tak hanya itu, menurut dr. Sepriani Trimurtini Limbong, konsumsi petai dalam jumlah berlebih juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit asam urat. Hal ini karena petai memiliki kandungan purin yang tinggi.

Kesimpulannya, hingga saat ini petai belum terbukti mampu mencegah penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Walau demikian, tak ada salahnya jika Anda ingin menjadikannya sebagai lalapan sehari-hari, selama tidak dikonsumsi dalam jumlah berlebih.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar