Sukses

Makan Petai Setiap Hari Bisa Cegah Hipertensi?

Selain mengobati asam lambung hingga menyehatkan organ penting lainnya, petai dinilai ampuh untuk mencegah hipertensi. Benarkah?

Petai menjadi salah satu lalapan favorit sebagian masyarakat Indonesia. Meski bikin bau mulut setelah dikonsumsi, petai tetap disukai karena memiliki rasa yang unik serta menyimpan beragam manfaat kesehatan. Bahkan, keuntungan petai untuk hipertensi juga banyak dibicarakan. Apa benar makanan ini baik untuk tekanan darah tinggi?

Kandungan Gizi Petai

Sebelum membahas manfaat petai untuk hipertensi, ada baiknya Anda mengetahui dulu apa itu petai serta kandungan gizi di dalamnya.  

Petai atau Parkia speciosa merupakan tumbuhan yang mengandung sumber mineral yang baik. Petai mengandung vitamin C, E, dan B1 yang tinggi. Si hijau ini juga memiliki kandungan protein, lemak, karbohidrat, dan zat penting lainnya. 

Petai juga diketahui memiliki konsentrasi tanin yang tinggi di dalam bijinya dibandingkan dengan sayuran lainnya. Tanin ini mampu mengikat protein dan asam amino. Untuk itu, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi petai terlalu banyak. Namun, apakah manfaat petai untuk hipertensi memang benar adanya?

Artikel lainnya: Benarkah Penderita Asam Urat Tak Boleh Konsumsi Petai?

1 dari 4 halaman

Manfaat Petai untuk Penderita Darah Tinggi

Bagaimanakah manfaat petai untuk hipertensi? Kandungan petai yang sangat bermanfaat untuk penderita darah tinggi adalah potasium dan rendah garam. Hal ini membuatnya mampu menyeimbangkan detak jantung, sehingga aliran darah di dalam tubuh tetap stabil. 

Tak hanya itu, petai juga memiliki kandungan triptofan yang bermanfaat untuk membuat saraf otak lebih rileks. Alhasil, petai mampu mengurangi tingkat stres seseorang, sehingga terhindar dari risiko terjadinya tekanan darah tinggi di kemudian hari. 

Namun sayang, manfaat petai untuk hipertensi belum dapat dipastikan. Masih butuh penelitian lebih lanjut untuk menggali sifat potensial petai, termasuk dalam menurunkan risiko hipertensi, kanker, dan infeksi bakteri.

Para ilmuwan menemukan bahwa biji petai memang mengandung peptida bioaktif (rantai asam amino) yang memiliki efek antihipertensi. Hanya saja, konsumsi petai dalam jumlah berlebih juga dapat meningkatkan risiko terjadinya asam urat. Hal ini karena petai memiliki kandungan purin yang tinggi. 

Artikel lainnya: Penyebab Urine Berbau Menyengat Setelah Makan Petai

2 dari 4 halaman

Manfaat Petai untuk Kesehatan Tubuh

Berkat kandungan gizi yang melimpah dalam petai, manfaat kesehatannya juga cukup banyak. Di bawah ini adalah manfaat petai untuk kesehatan tubuh: 

  1. Menangkal Radikal Bebas

Petai memiliki kandungan antioksidan phenolic acid yang tinggi. Senyawa ini diperlukan untuk melawan radikal bebas, yang nantinya turut membantu memperkecil risiko diabetes, kanker, dan tukak lambung.

  1. Mencegah Infeksi Bakteri

Petai bisa menghambat pertumbuhan bakteri E. coli, yang merupakan salah satu penyebab diareinfeksi saluran kemih, dan gangguan saluran cerna lainnya. Di samping itu, si hijau ini juga terbukti mampu mengusir bakteri H. pylori, yang merupakan kuman penyebab tukak lambung.

  1. Memperkecil Risiko Kanker

Penelitian menemukan bahwa ekstrak metanol dari petai mampu menghambat proses angiogenesis hingga 50 persen. Ini adalah proses pembentukan pembuluh darah baru yang berperan dalam penyebaran kanker di dalam tubuh. 

Di samping itu, kandungan thiazolidine-4-carboxylic acid pada biji petai yang sudah matang, juga diyakini memiliki efek menekan pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.

  1. Mengelola Kadar Gula Darah 

Sebuah studi yang dilakukan pada tikus menarik kesimpulan bahwa ekstrak biji petai dapat menurunkan kadar gula darah 2 jam setelah makan. Para peneliti percaya bahwa efek tersebut dapat bertahan hingga 24 jam lamanya.

Artikel lainnya: Tekanan Darah Normal

3 dari 4 halaman

Bahaya Konsumsi Petai Berlebih

Walaupun memiliki cukup banyak manfaat untuk kesehatan, makan petai tidak boleh berlebihan. Berikut efek samping petai jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan:

  • Bau Mulut

Efek samping petai yang paling terkenal adalah baunya. Ya, kandungan gas di dalam petai dapat menetap di dalam mukosa mulut dan menyebabkan nafas jadi tidak segar dan lebih buruknya jadi bau. Selalu biasakan sikat gigi atau memakai wangi-wangian mulut sesaat setelah makan petai.

  • Sakit Perut

Kandungan gas dan karbohidrat di dalam petai yang menumpuk di lambung akan menimbulkan rasa begah. Bahkan nyeri perut juga bisa terjadi. 

  • Nyeri Ujung Sendi

Kadar purin yang terlalu tinggi dalam darah dapat menyebabkan tingginya kadar asam urat. Asam urat yang menumpuk di persendian lama-lama akan menimbulkan sensasi nyeri di sendi, khususnya sendi tepi.

Melihat manfaatnya untuk kesehatan tubuh, tak ada salahnya jika Anda ingin menjadikan petai sebagai lalapan sehari-hari. Asalkan jangan terlalu berlebihan, ya. 

Bagi Anda yang punya pertanyaan seputar manfaat petai untuk darah tinggi, dapat berkonsultasi kepada dokter-dokter kami. Gunakan layanan Live Chat dengan mengunduh aplikasi KlikDokter. 

[NWS/RS]

0 Komentar

Belum ada komentar