Sukses

Diet Belanda Ampuh untuk Menjaga Kesehatan Otak?

Diet Belanda memang masih terdengar asing, tapi diet ini digadang-gadang dapat menjaga kesehatan otak. Bagaimana fakta medisnya?

Klikdokter.com, Jakarta Tujuan utama diet adalah untuk mendapatkan tubuh sehat, dengan bonus mendapatkan tubuh ideal. Atau sering kali yang terjadi adalah sebaliknya. Setiap tahunnya selalu ada tren diet atau diet baru yang muncul ke permukaan. Contohnya adalah Dutch Diet atau Diet Belanda ini. Menurut sebuah studi, diet yang kaya akan sayuran, buat, kacang-kacangan, dan ikan—seperti yang direkomendasikan pemerintah Belanda—dikaitkan dengan volume otak yang lebih besar, yang mungkin dapat melindungi kemampuan berpikir seiring bertambahnya usia.

Kaitan antara diet Belanda dan otak

Mengutip Newsweek, untuk menyelidiki apakah pola makan seseorang memengaruhi ukuran otak dan kemampuan kognitif, peneliti menganalisis kuesioner yang dibagikan kepada lebih dari 4.000 orang dewasa di Belanda. Para responden yang rata-rata berusia 66 tahun, mesti mencatat daftar 400 bahan makanan yang mereka konsumsi selama satu bulan sebelum studi dimulai.

Para peneliti juga mempertimbangkan seberapa sehat seseorang yang melakukan diet Belanda. Konsumsi garam, daging merah dan daging olahan, minuman manis dan beralkohol, sayuran, produk gandum utuh, kacang-kacangan, produk olahan susu, ikan, teh, lemak tak jenuh dan minyak dari total lemak digunakan untuk mengalkulasikan skor 0-14. Rata-rata, skor pastisipan ada di angka 7.

Setelah sebulan berselang, peserta penelitian menjalani pemindaian untuk mengukur volume otak, lesi penghubung putih (white matter) pada otak, hingga risiko perdarahan otak kecil. Tekanan darah individu, kebiasaan merokok, dan olahraga yang dianggap memengaruhi ukuran otak pun turut dicatat.

Studi ini menyarankan diet sehat secara umum yang kemudian dikaitkan dengan ukuran otak. Bukan diet yang hanya mengonsumsi jenis makanan tertentu. Studi yang diterbitkan di jurnal Neurology ini kemudian menunjukkan bahwa tidak ada kaitan antara diet dan lesi penghubung putih atau pendarahan otak kecil.

"Ada banyak interaksi kompleks yang dapat terjadi di berbagai komponen makanan dan nutrisi. Menurut penelitian kami, orang-orang yang makan kombinasi makanan yang lebih sehat memiliki volume jaringan otak yang lebih besar,” ujar Meike W. Vernooij, peneliti dari Pusat Medis Universitas Erasmus di Rotterdam, Belanda.

Lebih lanjut, Meike menyebut bahwa orang dengan volume otak lebih besar juga memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan apakah makanan tertentu mempengaruhi jalur di otak.

Hidup sehat dengan diet dan olahraga

Menurut dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc dari KlikDokter, untuk menjaga berat badan tetap ideal, Anda harus memperhatikan beberapa faktor seperti asupan kalori dan olahraga secara teratur. Kedua hal ini tidak dapat dipisahkan.

Diet sehat yang disarankan adalah pola makan tiga kali sehari, tapi kalori yang dikonsumsi harus dibatasi sesuai dengan kebutuhan kalori Anda.

“Hindari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, makanan yang mengandung minyak, minuman dan makanan yang terlalu manis, serta garam. Lalu, tingkatkan juga konsumsi air putih serta perbanyak konsumsi sayur dan buah,” ujar dr. Nitish.

Lantas, untuk malam hari, dr. Nitish menyarankan agar Anda menghindari makanan yang terlalu besar porsinya. Pastikan juga Anda mengonsumsi makan malam setidaknya tiga jam sebelum tidur.

Olahraga yang dilakukan diharapkan dapat dijalankan minimal tiga kali seminggu, dengan durasi minimal 30 menit dan intensitas sedang. Anda bisa melakukan yang bersifat aerobik, seperti renang, berlari, berjalan cepat, bersepeda, dan sebagainya. Lalu diikuti juga oleh olahraga angkat beban. Kombinasi olahraga aerobik dan angkat beban dinilai efektif untuk membantu menjaga berat badan agar tetap ideal.

Melihat manfaat Diet Belanda atau Dutch Diet untuk menjaga kesehatan, sekaligus kesehatan otak, apakah Anda tertarik mencobanya? Namun apa pun diet yang Anda lakukan, sebaiknya konsultasikan hal ini dengan dokter gizi terlebih dahulu. Tentu saja agar Anda mendapatkan manfaat yang optimal dari diet yang Anda lakukan.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar