Sukses

Anak Tidur Mendengkur, Normal atau Tidak?

Terkadang kita mendengar anak tidur mendengkur. Apakah kondisi tersebut wajar atau perlukah penanganan khusus?

Mendengkur tak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Penyebab anak tidur mendengkur adalah akibat getaran saluran napas terhambat aliran udara. Semakin terhambat aliran udara pada saluran napas, maka suara dengkuran akan semakin keras.

Karena itu mendengkur bukan hanya sekadar suara keras yang berisik, tetapi bisa menandakan adanya kondisi serius yang membutuhkan penanganan dokter.

Mendengkur merupakan hal yang wajar jika terjadi sesekali saja, saat anak memasuki fase tidur yang lebih dalam (deep sleep). Namun jika dengkuran terjadi teratur sepanjang malam, kemungkinan besar mendengkur yang dialami bukanlah hal yang normal.

Penyebab Anak Mendengkur

Di malam hari, seorang anak bisa saja mendengkur saat tidur. Walaupun hanya 20 persen anak yang mendengkur dan tidak mengarah pada kondisi kesehatan yang serius, orang tua tetap perlu mewaspadainya.

Artikel lainnya: Posisi Tidur Terbaik agar Bebas Dengkur

Berikut ini beberapa penyebab anak mengorok yang sering terjadi:

1. Pembesaran Amandel dan Adenoid

Amandel dan adenoid merupakan kumpulan kelenjar yang berfungsi untuk melawan infeksi. Amandel terletak di bagian sisi kiri dan kanan belakang mulut, sedangkan adenoid merupakan organ yang terletak lebih ke atas di belakang hidung.

Pembengkakan amandel dan adenoid merupakan penyebab tersering mendengkur pada anak. Pada kondisi ini,  umumnya operasi amandel dan adenoid perlu dilakukan untuk mengatasi mendengkur.

2. Gangguan Saluran Napas Atas

Mendengkur dapat juga dialami anak ketika sedang flu, pilek, hidung tersumbat akibat alergi, infeksi, dan sinusitis, sehingga menyebabkan anak kesulitan bernapas melalui hidung dan anak secara otomatis akan bernapas melalui mulut.

Bernapas melalui mulut menyebabkan getaran yang lebih besar sehingga terjadilah suara dengkuran.

Artikel lainnya: Kenali 10 Jenis Gangguan Tidur Paling Umum

3. Kelainan Anatomis Tulang Hidung

Septum deviasi, atau kelainan anatomis tulang hidung, juga bisa menjadi penyebab anak mendengkur. Septum deviasi terjadi ketika jaringan dan tulang rawan yang memisahkan kedua lubang hidung bengkok.

Kondisi ini menyebabkan aliran udara ke hidung terhambat sehingga anak akan bernapas menggunakan mulut.  Untuk memastikan ada tidaknya septum deviasi, anak harus diperiksa oleh dokter.

4. Kegemukan (Obesitas)

Kelebihan jaringan lemak di leher dan sekitar tenggorokan dapat menyebabkan penyempitan saluran napas. Hal ini memberikan beban tambahan kepada anak, dan membuatnya mengorok saat tidur.

5. Obstructive Sleep Apnea (OSA)

OSA merupakan kondisi henti napas yang terjadi berulang kali saat tidur. Keadaan ini termasuk berbahaya dan membutuhkan penanganan dokter karena bisa menyebabkan kematian mendadak. Anak yang memiliki OSA biasanya mendengkur keras  setiap malam. Tidurnya pun menjadi tidak nyenyak.

Artikel lainnya: Penyakit Berbahaya di Balik Kebiasaan Mengorok

Gejala yang sering ditemukan adalah posisi tidur anak yang tidak normal, dengan kepala seperti mendongak dan tubuh membengkok ke belakang. Anak dengan OSA juga kerap gelisah saat tidur dan bisa juga sering mengompol. Selain itu, anak cenderung mudah rewel, sering mengantuk, dan sulit berkonsentrasi di sekolah.

1 dari 3 halaman

Gejala Mendengkur pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Untuk membedakan mana mendengkur yang tidak berbahaya dan mendengkur yang butuh penanganan khusus, orang tua perlu mengetahui beberapa tanda bahaya mendengkur pada anak berikut ini:

  • Anak mendengkur hampir setiap malam.
  • Dengkuran terdengar sangat keras.
  • Anak tidur dengan mulut terbuka atau kepala mendongak.
  • Anda melihat atau mendengar adanya henti napas pada anak, atau anak termegap-megap saat tidur.

Jika anak mendengkur disertai dengan setidaknya satu dari empat gejala di atas, orang tua perlu membawa anak berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter karena kemungkinan butuh pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

 

2 dari 3 halaman

Cara Menghilangkan Dengkuran pada Anak

Dengkuran bisa mengganggu baik anak maupun orang tua, jika Anda masih tidur dengan anak. Berikut cara menghilangkan dengkuran pada anak saat tidur:

  • Mengganjal kepala anak dengan bantal. Sebagai orang tua, cermatilah kondisi anak Anda dengan lebih saksama. Jika anak tidur mendengkur karena sedang pilek, Anda tak perlu begitu khawatir. Cara mengganjal kepala dengan bantal ini bisa membantu.
  • Pemberian pelega napas juga dapat membantu mengurangi keluhan mendengkur.
  • Hindari makan terlalu berat sebelum tidur. Terkadang, mendengkur saat malam hari juga bisa disebabkan karena anak makan malam terlalu berat sebelum tidur. Mungkin orang tua bisa menyiasatinya dengan memberikan makanan yang lebih ringan.

Namun, bila anak Anda memiliki kebiasaan mendengkur keras setiap malam dan memenuhi gejala OSA, segeralah bawa ke dokter spesialis THT untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Jadi, mendengkur sesekali saat malam hari adalah hal yang wajar. Namun jika dengkuran terjadi sepanjang malam, hal tersebut bisa menjadi tanda adanya kondisi kesehatan. Karena itu, jangan ragu untuk memeriksakan anak ke dokter.

Bila punya pertanyaan seputar penyebab anak mendengkur atau masalah kesehatan lainnya, mari konsultasi lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter!

[NWS/ RS]

1 Komentar