Sukses

Waspada, Tidur Ngorok Bisa Turunkan Produktivitas Kerja

Mendengkur alias ngorok adalah gangguan medis yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan kualitas kerja. Mengapa demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Ngorok rupanya tak hanya menganggu dan menurunkan kualitas tidur. Kebiasaan buruk ini juga turut menurunkan tingkat produktivitas dan kualitas pekerjaan yang dilakukan sehari-hari. Mengorok yang menyebabkan terjadinya hal tersebut dikenal dengan sebutan Obstructive Sleep Apnea (OSA).

Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan tersumbatnya saluran napas saat tidur. Keadaan ini menyebabkan aliran udara berkurang atau berhenti. Akibat dari kondisi ini, penurunan jumlah oksigen di dalam tubuh tak bisa dihindari lagi. Akibat peristiwa tersebut, penderita OSA kerap mengalami keluhan yang turut mengganggu produktivitas dan dan kualitas perkejaannya.

Ngorok dan penurunan produktivitas kerja

Penurunan produktivitas dan kualitas kerja pada penderita OSA terjadi karena mereka mengalami gejala-gejala berikut ini:

● Mengantuk berlebihan saat siang hari

Salah satu keluhan yang umum dialami oleh penderita OSA adalah rasa ngantuk berlebihan di siang hari. Hal ini terjadi karena kadar oksigen darah penderita OSA cenderung rendah akibat pasokan oksigen yang terganggu selama tidur malam.

● Kesulitan berkonsentrasi saat siang hari

Kekurangan pasokan oksigen di dalam tubuh tak hanya menyebabkan ngantuk, tapi juga menurunnya konsentrasi di siang hari. Akibatnya, pekerjaan pun menjadi terhambat karena kondisi ini.

● Mengorok dengan suara keras

Mengorok dengan suara yang keras adalah salah satu tanda OSA. Oleh karena itu, penderita OSA bisa sangat menganggu dan menurunkan kualitas tidur rekan satu kasurnya.

● Terhentinya napas saat tertidur

OSA juga dapat menyebabkan pernapasan terhenti dan aliran oksigen yang masuk ke dalam tubuh terputus di tengah jalan.

● Bangun tidur dengan mulut kering

Akibat mengorok, mulut penderita OSA cenderung kering di pagi hari. Ini karena mengorok membuat udara masuk lewat mulut, sehingga liur yang ada di dalam rongga mulut bisa mengering.

● Tekanan darah tinggi

Seorang penderita OSA juga berisiko berlipat ganda untuk mengalami tekanan darah tinggi. Mereka juga lebih riskan untuk mengalami komplikasi berupa penyakit pembuluh darah yang mematikan.

Mengatasi Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Sederet peristiwa di atas dapat menganggu produktivitas hingga menurunkan kualitas pekerjaan. Namun tenang, Anda tidak perlu khawatir. Lakukan hal berikut untuk mencegah hal-hal negatif yang timbul akibat Obstructive Sleep Apnea:

● Pola hidup sehat

Salah satu faktor risiko OSA adalah berat badan berlebih. Karena itu, cobalah untuk mengurangi berat badan Anda dengan berolahraga secara rutin dan teratur. Di samping itu, Anda juga wajib menjauhi rokok dan alkohol dan beristirahat cukup setiap hari.

● Penggunaan positive airway pressure

Apabila menderita OSA, Anda dapat menggunakan alat positive airway pressure. Alat ini mengirimkan udara dengan tekanan positif untuk membuka saluran pernapasan Anda.

● Pembedahan

Jika penyebab OSA Anda adalah gangguan anatomi rongga mulut, terapi pembedahan dapat dipilih sebagai solusinya. Diskusikan hal ini pada dokter yang menangani Anda.

Jangan biarkan kebiasaan ngorok atau mendengkur saat tidur menurunkan produktivitas dan kualitas pekerjaan Anda. Segera berobat ke dokter, agar masalah Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang Anda alami bisa segera teratasi.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar