Sukses

Amankah Minum Air Es Saat Menyusui?

Kabar yang beredar menyebutkan minum air es saat menyusui bisa membuat si Kecil terkena penyakit pilek. Benar atau tidak? Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Saat menyusui, biasanya ibu lebih sering merasa haus, gerah, dan berkeringat lebih banyak daripada biasanya. Oleh sebab itu, wajar apabila ibu menyusui menginginkan minum air es untuk menyegarkan dirinya.

Sayangnya, dilansir dari Babyologist, sebagian orang menganggap minum air es saat menyusui dapat memengaruhi kesehatan bayi. Oleh sebab itu, para ibu yang baru memiliki anak pertama, biasanya disarankan oleh teman-temannya agar tidak minum air es terlebih dahulu. Meski demikian, belum ada penjelasan yang rasional terhadap saran tersebut.

Minum air es saat menyusui berbahaya, mitos atau fakta?

Menyikapi isu tentang minum air es saat menyusui dapat membuat bayi pilek, dr. Kartika Mayasari dari KlikDokter menyatakan hal tersebut adalah mitos. Pada kenyataannya, tidak ada hubungan antara ibu menyusui yang minum air es dengan kondisi kesehatan bayi yang menerima ASI.

“Jika seorang ibu mengonsumsi minuman dingin selama menyusui, tak akan membuat bayi terkena flu. Karena infeksi virus tidak ditularkan melalui ASI. Selain itu, tidak ada hubungan antara konsumsi cairan dingin dengan perubahan komposisi susu,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan setiap air es yang diminum oleh ibu tetap akan keluar dalam bentuk ASI dengan suhu tubuh yang hangat. Jadi, tidak mungkin air es membuat ASI yang dikonsumsi bayi juga dingin dan menyebabkan bayi terkena pilek.

Menurut dr. Kartika, pilek yang terjadi biasanya justru disebabkan oleh virus lain yang bukan berasal dari ASI.Bisa jadi, air es yang Anda minum tidak steril atau mengandung bakteri. Ketika ibu menyusui sedang sakit, maka produksi ASI akan menurun atau bahkan memburuk.

Kualitas dan kuantitas ASI yang menurun inilah yang nantinya dapat mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil.

Menjaga kualitas dan kuantitas ASI tetap baik

ASI adalah sumber gizi lengkap yang baik untuk si Kecil berusia 0 hingga 6 bulan. Beberapa faktor yang memengaruhi kualitas ASI adalah kesehatan ibu, kecukupan istirahat, dan asupan makanan yang dikonsumsi.

Tak hanya kualitas, kuantitas atau banyaknya ASI yang diproduksi ternyata ditentukan oleh kandungan zat gizi yang ada di dalamnya, termasuk asam lemak esensial seperti AA (Arachidonic acid) dan DHA (Docosahexaenoic acid). Kedua zat tersebut digunakan dalam perkembangan otak dan penglihatan bayi.

Agar ASI yang dihasilkan berkualitas, dr. Sepriani Timurtini Limbong memaparkan ibu menyusui harus benar-benar memperhatikan asupan makanan sehari-hari. Hal ini karena jumlah kandungan gizi tersebut dalam ASI bergantung pada nutrisi ibu.

“Setiap ibu menyusui wajib mengonsumsi makanan tinggi asam lemak esensial seperti minyak ikan, butter, dan telur. Selain itu, ibu juga harus menambah asupan makanan tinggi protein seperti zat besi, zink, dan vitamin,” jelasnya.

Untuk memastikan ASI memiliki kandungan yang baik, ibu menyusui boleh makan suplemen yang mengandung kadar asam lemak esensial dan mikronutrien. Jangan lupa juga untuk berkonsultasi dengan dokter atas segala yang ingin Anda konsumsi.

Jadi, minum air es pada ibu menyusui tidaklah masalah. Karena sudah jelas bahwa air es yang dikonsumsi oleh ibu menyusui tidak akan memengaruhi kesehatan bayi yang mengonsumsi ASI. Yang harus diingat oleh ibu adalah perbanyak minum selama menyusui untuk meningkatkan kuantitas ASI. Baca artikel bertema sejenis di sini. 

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar