Sukses

7 Tanda Diabetes Mellitus yang Perlu Anda Waspadai

Ada tanda-tanda diabetes mellitus yang penting untuk diketahui. Apa saja?

Klikdokter.com, Jakarta Diabetes mellitus (atau diabetes), atau di Indonesia lebih dikenal sebagai penyakit gula, merupakan momok yang memerlukan kesadaran semua lapisan masyarakat. Diabetes mellitus adalah suatu penyakit metabolik yang diakibatkan oleh meningkatnya kadar glukosa atau gula darah.

Jika tidak dikelola dengan baik, diabetes mellitus dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi seperti penyakit jantung koroner, stroke, obesitas, serta gangguan pada mata, ginjal, dan saraf. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda diabetes mellitus supaya bisa dilakukan penanganan sesegera mungkin.

Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menempati peringkat ke-7 dunia untuk prevalensi penderita diabetes tertinggi pada tahun 2015, bersama Cina, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia dan Meksiko. Diestimasikan terdapat sebanyak 10 juta orang penderita diabetes pada tahun tersebut. Berdasarkan data, diabetes dengan komplikasi merupakan penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia.

Angka ini cenderung meningkat, dengan prevalensi sebesar 5.7 persen menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2007, menjadi 6.9 persen pada tahun 2013. Peningkatan ini utamanya didukung oleh meningkatnya juga prevalensi berat badan berlebih (overweight) dan obesitas. Keduanya merupakan faktor risiko terbesar seseorang untuk menderita diabetes.

Dari jumlah tersebut, hingga 2/3 orang dengan diabetes di Indonesia tidak mengetahui dirinya memiliki faktor risiko, atau bahkan sudah menderita diabetes. Kondisi ini memperbesar potensi terlambatnya akses layanan kesehatan, sehingga banyak pasien diabetes yang ketika datang sudah mengalami komplikasi pemberat lainnya.

Diabetes mellitus sering kali didiagnosis dengan memeriksa kadar hbA1C, yaitu kadar gula rata-rata seseorang selama 2-3 bulan. Seseorang dikatakan menderita diabetes mellitus jika hasil pemeriksaan hbA1C-nya bernilai 7 pada setidaknya dua pemeriksaan terpisah.

Diabetes dapat menimbulkan berbagai problem kesehatan lanjutan yang serius, seperti neuropati atau kerusakan saraf, gangguan penglihatan, hingga meningkatnya risiko penyakit jantung.

Selain angka hbA1C, ada beberapa proses pemeriksaan lain yang dapat digunakan dokter untuk mendiagnosis kemungkinan diabetes mellitus, seperti pemeriksaan gula darah sewaktu dan puasa, serta menganalisa faktor risiko dan gejala yang dimiliki seseorang.

Tentunya, jika Anda mengenali tanda dan gejala diabetes mellitus, Anda dapat mengubah gaya hidup dan mencegah perburukan kondisi sejak dini. Tanda awal diabetes tidak selalu mudah dikenali karena berkembang perlahan dalam jangka waktu yang panjang. Namun, Anda bisa mempelajarinya untuk menambah kesadaran diri akan kesehatan.

1. Sering berkemih

Pada orang dengan diabetes, ginjal merespons tingginya kadar gula dalam darah dengan berusaha membuangnya melalui urine. Akibatnya, produksi urine menjadi lebih banyak, sehingga penderita merasakan dorongan untuk buang air kecil lebih sering daripada biasanya. Kondisi ini juga meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kencing baik pada pria maupun wanita.

Sebagai perbandingan sederhana, seseorang dengan diabetes dapat ke kamar mandi hingga 2 kali lebih sering daripada orang yang tidak menderita diabetes. Jika Anda mengalami hal ini, terutama jika merasa istirahat malam terganggu karena harus sering bangun untuk buang air kecil pada malam hari, Anda dapat mencurigainya sebagai salah satu tanda diabetes.

2. Dahaga berlebihan

Sering merasa haus meski sudah minum cukup dan mulut sering kali terasa kering? Bisa jadi ini merupakan tanda diabetes. Gejala ini sebenarnya merupakan efek domino dari gejala pertama, yaitu rasa ingin buang air kecil terus menerus. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan produksi urine meningkat sehingga penderita buang air kecil lebih sering. Hal ini menyebabkan perputaran cairan dalam tubuh berlangsung lebih cepat, sehingga Anda juga akan merasa haus lebih cepat dan mulut terasa kering.

Jika Anda merasa haus terus-menerus dan minum lebih banyak dari biasanya (padahal tidak ada perubahan aktivitas), bisa jadi itu adalah salah satu tanda diabetes.

3. Kelaparan

Rasa lapar yang berlebih juga merupakan salah satu tanda diabetes. Istilah medisnya dikenal sebagai polifagi. Gangguan insulin pada penderita diabetes membuat sel-sel yang ada di dalam tubuh tidak dapat memanfaatkan gula dalam darah dengan baik. Kondisi ini menjadi penyebab utama menumpuknya kadar gula dalam darah. Karena kekurangan sumber energi, sel dalam tubuh akan memberi sinyal bahwa tubuh “kekurangan” makanan. Ini yang menjadikan penderita diabetes biasanya akan merasakan rasa lapar berlebih yang tak jarang terjadi terus-menerus sepanjang hari.

4. Nyeri otot dan kesemutan

Gejala ini pada khususnya, sangat bervariasi pada setiap orang. Ada yang merasakan hanya sebatas kebas atau kesemutan. Ada pula yang merasakan gejala lebih buruk seperti nyeri tangan dan kaki. Namun, semua ini disebabkan karena adanya gangguan saraf akibat paparan jangka panjang terhadap kadar gula darah yang tinggi. Gejala ini biasanya berawal dari kaki lalu merambat naik ke anggota tubuh bagian atas.

5. Luka yang sulit sembuh

Tanda ini biasanya sudah cukup dikenali awam sebagai tanda kecurigaan menderita diabetes. Adanya luka kecil tapi tak kunjung sembuh atau bahkan makin memburuk pada penderita diabetes erat kaitannya dengan peredaran darah yang kurang baik, serta dampak kadar gula tinggi pada rusaknya fungsi pembuluh darah.

Selain itu, pada wanita dengan kadar gula darah tinggi akibat diabetes, dapat menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan area kewanitaan yang berulang. Hal ini diakibatkan oleh jamur dan bakteri yang lebih cepat berkembang saat kadar gula darah melonjak. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri dan jamur terutama di area kewanitaan.

6. Gangguan penglihatan

Gangguan penglihatan seperti pandangan yang buram kerap terjadi sebagai tanda awal diabetes. Adanya perubahan pada kadar gula darah tak hanya menyebabkan pergeseran cairan ke dalam lensa mata, tapi juga memengaruhi fungsi dan kelenturannya untuk memfokuskan pandangan. Meski tidak serta-merta menyebabkan kerusakan pada lensa, kondisi ini menyebabkan otot sekitar lensa harus bekerja lebih keras untuk memfokuskan pandangan, sehingga pandangan menjadi buram dan tak jarang mata menjadi lelah.

7. Perubahan kulit

Tanda ketujuh dari diabetes adalah adanya perubahan kulit, seperti perubahan warna atau munculnya skin tag (kutil). Salah satu perubahan kulit yang identik dengan diabetes adalah munculnya acanthosis nigricans atau area kehitaman yang menebal. Kondisi ini biasanya terjadi pada lipatan-lipatan kulit, seperti ketiak, leher, dan selangkangan. Kutil juga dapat muncul di area-area tersebut.

Nah, itulah tujuh tanda diabetes mellitus yang dapat Anda kenali untuk mendeteksi secara dini penyakit metabolik ini. Jika Anda atau orang terdekat mengalami salah satu atau lebih dari tujuh tanda ini, disertai dengan adanya faktor risiko seperti riwayat diabetes dalam keluarga, obesitas, dan lain-lain, segera periksakan diri ke layanan kesehatan agar dapat dikonfirmasi dan mendapat rencana terapi sejak dini.

[RN/ RVS]

1 Komentar