Sukses

Hindari 5 Hal Ini Saat Dilanda Sakit Kepala!

Anda pasti pernah merasakan sakit kepala, bahkan hingga yang rasanya tak tertahankan. Dalam kondisi tersebut, jangan lakukan 5 hal ini!

Klikdokter.com, Jakarta Sakit kepala merupakan keluhan yang sering dialami setiap orang. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, setidaknya separuh penduduk dewasa dunia pernah mengalami sakit kepala setiap tahunnya. Sensasi yang dirasakan bisa berupa berdenyut, seperti ditusuk-tusuk, atau seperti diikat. Sakit kepala dapat hilang dengan sendirinya. Meski demikian, ada juga yang membutuhkan pengobatkan khusus jika dirasa sudah sangat mengganggu.

Sakit kepala memang umum terjadi, sehingga kondisi ini dapat menjadi penanda adanya suatu penyakit tertentu di tubuh. Sekitar 90 persen penyebab sakit kepala tidak diketahui akibat banyaknya hal yang dapat mencetuskannya.

Faktor pencetus sakit kepala

Di bawah ini adalah faktor-faktor yang dapat menyebabkan seseorang sering mengalami sakit kepala:

  • Jenis kelamin perempuan
  • Masalah psikologis seperti depresi dan kecemasan
  • Gangguan tidur
  • Merokok
  • Obesitas
  • Konsumsi kafein secara berlebihan
  • Konsumsi obat sakit kepala berlebih

Jenis-jenis sakit kepala

Sakit kepala yang tidak diketahui sebabnya ini disebut dengan sakit kepala primer, contohnya adalah migrain, sakit kepala tipe tegang (tension-type headache) dan sakit kepala cluster. Sakit kepala yang sebabnya diketahui berjumlah lebih sedikit (sakit kepala sekunder) dan dapat disebabkan oleh beberapa kondisi seperti sakit gigi, demam, tumor otak, dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk keluhan pusing (dizziness) biasanya disebabkan oleh vertigo.

Migrain merupakan sensasi sakit kepala sebelah dan berdenyut. Migrain dapat disertai gangguan penglihatan, gangguan fungsi sensoris sesaat sebelum mengalami sakit kepala. Hal ini dikenal sebagai aura. Misalnya diawali pandangan silau atau rasa sakit ketika melihat cahaya, kesemutan pada kaki, dan lain sebagainya.

Sakit kepala tipe tegang merupakan keluhan nyeri di area belakang kepala hingga ke leher. Ciri khas sakit kepala tipe ini adalah sensasi seperti tertindih benda berat atau diikat dan melibatkan otot-otot leher.

Sedangkan sakit kepala cluster merupakan sakit kepala yang dirasakan di sekitar mata, yang terjadi berulang dalam suatu siklus tertentu. Sakit kepala cluster dapat disertai mata merah, produksi air mata berlebih, hingga hidung tersumbat.

Untuk memastikan jenis sakit kepala dan pengobatan yang tepat, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis saraf untuk dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan penunjang seperti CT scan atau MRI bila diperlukan.

Jangan lakukan lima hal ini saat sakit kepala menyerang

Jika Anda mengalami sakit kepala, satu yang paling tak Anda inginkan adalah sakit kepala yang bertambah berat. Oleh karena itu, untuk mencegah kondisi tersebut, saat sakit kepala menyerang, jangan lakukan lima hal ini:

1. Melakukan berbagai hal yang memicu sakit kepala

Untuk Anda yang sering mengalami sakit kepala sebaiknya mencatat apa saja hal yang dapat memicu kambuhnya kondisi tersebut. Misalnya sakit kepala karena kurang minum air putih, sakit kepala karena kurang tidur pada malam hari, atau sakit kepala karena terlalu lama menatap komputer. Dengan menghindari perilaku pemicu tersebut, Anda dapat terhindar dari sakit kepala.

2. Menggunakan obat pereda nyeri secara berlebihan

Penggunaan obat-obatan sakit kepala lebih dari 2 kali seminggu dapat meningkatkan keparahan dan kekambuhan sakit kepala. Untuk mencegahnya, selalu konsultasikan dengan dokter tentang penggunaan obat-obatan ini.

3. Sering begadang

Salah satu pencetus sakit kepala adalah kurang tidur atau kebiasaan begadang. Cobalah untuk tidur minimal 7-8 jam setiap harinya dan usahakan selalu konsisten untuk bangun dan tidur pada jam yang sama.

4. Telat makan

Terlambat makan akan meningkatkan asam lambung yang dapat memicu timbulnya sakit kepala. Selain itu, hindari makanan yang tinggi garam dan mengandung kafein karena dapat memicu sakit kepala.

5. Jarang olahraga

Faktanya, olahraga yang rutin akan meningkatkan performa fisik dan mental serta mengurangi stres. Hasilnya, Anda pun akan terhindar dari sakit kepala.

Supaya sakit kepala dapat teratasi dengan baik, hindari kebiasaan-kebiasaan yang dapat memicu sakit kepala. Anda juga boleh mengonsumsi obat pereda nyeri, tapi ingat, obat jenis ini tidak boleh digunakan terus-menerus karena justru dapat berpotensi memperburuk kondisi Anda. Saat sakit kepala menyerang, prioritaskan untuk minum air putih secara cukup dan istirahat jika memungkinkan.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar