Sukses

Tips Praktis Cegah Sakit Tenggorok Saat Puasa

Jangan biarkan puasa terganggu gara-gara Anda mengalami gangguan sakit tenggorok. Lakukan tindakan ini sebagai langkah pencegahan.

Klikdokter.com, Jakarta Berpuasa memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat sejenak. Sistem pencernaan tidak harus bekerja keras seharian, layaknya hari-hari pada umumnya. Namun sayang, puasa juga membuat tenggorok mengalami kekeringan sehingga sakit tenggorok kerap tak bisa dihindari.

Sakit tengorok merupakan kondisi yang paling sering terjadi akibat adanya infeksi virus. Risiko keluhan ini meningkat saat berpuasa karena kekebalan tubuh yang cenderung menurun, akibat tidak adanya asupan yang masuk selama hampir 14 jam.

Gejala sakit tenggorok bervariasi. Umumnya berupa gatal di bagian tenggorok hingga sensasi ingin menggaruk leher bagian dalam, suara serak dan nyeri saat menelan. Pada beberapa kasus, gejala yang terjadi akibat kondisi ini juga dapat berupa hidung tersumbat atau meler.

Mencegah sakit tenggorok saat puasa

Untuk mencegah sakit tenggorok saat puasa, Anda wajib memperhatikan pilihan makanan dan minuman yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka.

“Untuk mencegah sakit tenggorok, pilihlah makanan dan minuman yang sesuai dengan suhu tubuh normal manusia, yaitu 37°C,” kata Ketua Departemen Ilmu Gizi RSCM FKUI, dr. Fiastuti Witjaksono, SpGK.

Menurutnya, makanan dan minuman yang terlalu panas atau dingin bisa memicu reaksi stres pada mukosa tenggorok sehingga kuman lebih mudah masuk.

“Hindari juga makanan berminyak seperti gorengan, karena dapat menyebabkan iritasi pada tenggorok,” tambah dr. Fiastuti saat memberikan penjelasan mengenai cara mencegah infeksi tenggorok saat puasa di bilangan Jakarta Selatan, Senin (21/5).

Lebih jauh, dr. Fiastuti mengungkapkan bahwa Anda juga wajib mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka. Hal ini bertujuan untuk menjaga daya tahan tubuh tetap prima saat berpuasa.

“Pada saat sahur, utamakan konsumsi makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, sayur dan buah serta 2-3 gelas air putih,” katanya.

Sedangkan saat berbuka, dr. Fiastuti menganjurkan Anda untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis seperti kurma, teh manis atau kolak. Ini agar kadar gula darah dapat kembali ke rentang normal dengan seketika.

“Kemudian, lanjutkan dengan makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah serta minum 3-4 gelas air putih. Setelah shalat tarawih bisa diisi kembali dengan makanan kecil serta air putih 1-2 gelas,” pungkas dr. Fiastuti.

Di kesempatan yang sama, Educator & Trainer Mundipharma Indonesia, dr. Mery Sulastri mengatakan bahwa berkumur (gargle) menggunakan cairan kumur yang mengandung antiseptik juga perlu dilakukan untuk mencegah sakit tenggorok saat puasa.

“Berdasarkan hasil penelitian, cairan kumur antiseptik yang mengandung Povidone-Iodine 1% terbukti dapat mengurangi jumlah bakteri dan virus pada rongga mulut sebanyak 99.9%,” ungkapnya.

Mery menambahkan, Povidone-Iodine 1% terbukti aman digunakan pada rongga mulut dan daerah tenggorok. Ini karena senyawa tersebut memiliki spektrum yang luas, sehingga dapat membantu proses penyembuhan luka infeksi di rongga mulut dan membantu menghentikan perdarahan.

“Kami menganjurkan pada masyarakat untuk gargle (berkumur) selama 30 detik menggunakan cairan antiseptik Povidone-Iodine seperti BETADINE® Obat Kumur. Selama bulan puasa, gargle dapat dilakukan 2 kali sehari, yaitu saat sahur dan berbuka” tutur Mery.

Yuk, perhatikan kesehatan tenggorok selama puasa. Jangan biarkan ibadah Anda di bulan Ramadan terganggu akibat adanya sakit tenggorokan dan keluhan lain yang menyertainya. Selamat berpuasa!

[RVS]

1 Komentar