Sukses

3 Fase Demam Berdarah yang Perlu Anda Tahu

Indonesia termasuk negara dengan angka kematian cukup tinggi akibat demam berdarah. Yuk, kenali fase perkembangannya agar dapat dicegah!

Klikdokter.com, Jakarta Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Dengan keberadaan cuaca seperti ini, bukan hal baru bahwa masyarakat Indonesia sering  masuk ke dalam situasi siaga 1 untuk lebih waspada terhadap penyakit demam berdarah.

Nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus ini dengan leluasa berpindah pindah menyebarkan penyakit demam berdarah. Setelah tergigit sekali pun, butuh waktu inkubasi sekitar 4-7 hari sebelum virus ini memberikan gejala. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini dapat mengancam nyawa seseorang.

Tidak sedikit yang mengganggap remeh penyakit ini. Namun kenyataannya, penyakit ini ternyata dapat berujung pada  kematian. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Anda dapat mencegah terlebih dahulu daripada mengobati.

Untuk itu, Anda perlu mengenali fase-fase yang menyertai penyakit demam berdarah:

  • Fase awal : demam (berlangsung hari pertama hingga ketiga)

Gejala khas demam berdarah adalah demam. Fase awal ini biasanya memiliki karakteristik yaitu demam tinggi bahkan mencapai 40 derajat Celsius yang muncul secara mendadak. Keadaan ini berlaku 2 hingga 7 hari. Biasanya membaik setelah minum obat, namun akan terjadi kembali secara cepat.

Disertai gejala ruam merah di kulit seluruh tubuh yang terlihat seperti campak, batuk pilek, nyeri otot, dan sakit kepala. Bahkan di beberapa kasus dapat juga berupa infeksi tenggorokan, sakit di bola mata, mual dan muntah.

  • Fase kedua : Kritis (berlangsung pada hari keempat hingga kelima)

Melewati beberapa hari fase awal, biasanya seseorang yang terinfeksi akan memasuki fase kritis. Memang pada fase ini, keluhan terasa membaik, bahkan suhu tubuh dapat kembali ke normal. Akan tetapi, jika tidak ada keluhan sekalipun, tetap harus dilakukan pemeriksaan lengkap yang ditandai dengan pengecekan trombosit.

Pada hari ke-4, biasanya trombosit akan menurun secara drastis. Jika, hal ini terlewatkan maka ada kemungkinan yang mengakibatkan pendarahan di dalam. Masa transisi ini disebut kritis, karena memiliki risiko tertinggi adanya kebocoran yang dapat ditandai dengan mimisan berulang, gusi berdarah, pembesaran organ hati, nyeri perut dan lainnya.

  • Fase akhir : Penyembuhan (berlangsung pada hari keenam hingga ketujuh)

Saat trombosit kembali beranjak meningkat ke arah normal, maka ini merupakan tanda dimana kondisi tubuh telah memasuki fase penyembuhan. Biasanya, pada fase ini maka demam yang tadinya sudah hilang akan kembali lagi.

Namun, hal ini bukanlah sesuatu yang mengkhawatiran jika telah ditangani dengan cara mengembalikan cairan tubuh, sehingga virus lebih cepat terbilas bersih dari dalam tubuh. Ditandai dengan adanya peningkatan nafsu makan, gejala yang tadinya menyiksa akan berangsur membaik

Penyakit yang disebabkan oleh virus memang sering kali dapat disembuhkan dengan sendirinya. Syarat utamanya adalah memiliki kekebalan tubuh yang kuat, sehingga terbebas dari ancaman penyakit yang membahayakan.

Selain memperbanyak asupan makanan bergizi, tentunya pencegahan demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti dapat diatasi dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah, yaitu 3 M: menguras, membersihkan dan menutup tempat penampungan air. Tubuh yang sehat dapat terjadi dengan dukungan lingkungan yang sehat pula.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar