Sukses

Yuk, Kenali Beda HIV dan HPV

HIV dan HPV memiliki perbedaan tersendiri baik dari jenis hingga efek yang ditimbulkan. Simak selengkapnya penjelasan berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta HIV dan HPV adalah virus menular yang menjangkiti satu manusia ke manusia lain lewat ragam cara penularan. Terdapat sejumlah perbedaan antara keduanya yang dapat dijelaskan secara mendalam.

Kedua virus tersebut sama-sama mengancam masyarakat, baik negara maju maupun berkembang, kapan pun dan di mana pun. Sejumlah penelitian dilakukan demi mengatasi wabah virus ini. Selain itu, sosialisasi juga dilakukan agar masyarakat tak salah kaprah akan perbedaan HIV dan HPV.

Perbedaan signifikan HIV dan HPV

Ketika Human Immunodeficiency Virus atau HIV menginfeksi tubuh seseorang, ia menghancurkan sistem sel darah putih (sel T CD4) yang memainkan peran kunci dalam melawan penyakit dan infeksi.

Pengurangan sel T CD4 mampu melemahkan sistem kekebalan tubuh dan jika tidak ditangani secara baik, maka ia akan membuat jalan bagi sejumlah penyakit dan infeksi untuk menyerang dan bermutasi jadi lebih bahaya. Ini adalah tanda bahwa HIV telah berkembang menjadi AIDS.

Sampai saat ini, belum ada obat untuk HIV meskipun teknologi medis telah banyak mengalami peningkatan selama tiga dekade terakhir. Setidaknya, pengobatan yang ada saat ini dapat meminimalkan virus dalam tubuh pasien demi menikmati hidup yang panjang.

HIV menyebar ketika cairan tubuh yang spesifik bersentuhan dengan selaput lendir (seperti yang ditemukan di rektum, vagina, penis dan mulut), jaringan yang rusak di dalam tubuh, atau saat disuntikkan ke dalam aliran darah dengan jarum atau alat suntik.

Air mani, darah dan ASI, serta cairan preseminal, vagina dan rektal, dapat mengandung virus. Hubungan seksual tanpa pengaman dan berbagi jarum suntik saat tengah menggunakan obat-obatan tertentu, adalah salah satu cara paling umum untuk menularkan HIV.

Lantas, bagaimana dengan Human Papillomavirus alias HPV? Ya, ini adalah istilah umum untuk lebih dari 150 virus yang beberapa di antaranya dapat menyebabkan kanker mulut, tenggorokan, dan sejumlah gangguan kesehatan lain pada pria dan wanita. Saat pria dapat terjangkit kanker penis, wanita bisa terkena kanker serviks, vagina atau vulva HPV.

HPV menyebar selama seks vaginal atau anal dan begitu umum, sehingga kebanyakan orang akan memilikinya pada suatu saat dalam hidup mereka. Konon saat ini, hampir 80 juta orang di Amerika Serikat memiliki riwayat tersebut.

Secara umum, HPV tidak menimbulkan tanda atau gejala dan memudar dengan sendirinya tanpa menyebabkan masalah kesehatan. Untuk menekan penyebaran virus yang berpotensi menyebabkan kanker, maka dilakukan kampanye vaksinasi untuk anak usia sekolah. Kampanye ini telah diluncurkan di sejumlah negara.

Ini cara atasi HIV dan HPV

Cara atasi HIV dan HPV tergantung, mengingat kedua kondisi ini berbeda. Meski belum ada obat untuk menghilangkan infeksi virus HIV, namun pengobatan dengan ARV mampu menekan jumlah virus HIV hingga tidak terlalu menimbulkan gejala yang signifikan.

“Jadi, seseorang yang minum obat ARV secara teratur sangat mungkin untuk hidup seperti orang normal. Pengobatan herbal untuk HIV sangat tidak dianjurkan karena tidak terbukti ampuh, namun malah menimbulkan sejumlah komplikasi berat yang mengancam nyawa,” ujar dr. Resthie Rachmanta dari KlikDokter.

Sementara untuk HPV, menurut dr. Rio Aditya, virus ini dapat disembuhkan ketika terdeteksi secara dini. Bahkan untuk mencegahnya, seseorang dapat melakukan vaksin HPV agar dapat menangkal virus tersebut di kemudian hari.

“Dokter harus mengetahui jenis infeksi HPV apa yang Anda alami. Apakah terjadi di alat kelamin, serviks, kulit, atau bentuk lainnya. dengan mengetahui hal tersebut, pengobatannya akan disesuaikan,” katanya.

HIV dan HPV memiliki perbedaan yang amat signifikan. Demi mencegah penyebaran, lakukanlah pola hidup sehat seperti menghindari narkoba, berhubungan seks menggunakan pengaman, konsumsi makanan bergizi, hingga olahraga teratur.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar