Sukses

Metode Diet yang Sesuai dengan Genetik Anda

Diet berbasis hasil pemeriksaan genetik diyakini dapat mendukung keberhasilan diet. Benarkah?

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang memiliki variasi genetika yang berbeda. Hal ini dianggap berpengaruh terhadap kemampuan tubuh dalam memetabolisme suatu makanan. Karena itulah, diet berbasis hasil pemeriksaan genetik diyakini dapat mendukung keberhasilan diet. Namun, apakah benar-benar efektif?

Tentang Nutrigenomik

Diet selalu identik dengan upaya untuk menurunkan berat badan. Padahal, diet memiliki definisi yang luas, yaitu kelompok makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi oleh seseorang 

Selain itu, diet memiliki beragam jenis tergantung tujuannya. Ada diet yang bertujuan untuk menurunkan berat badan, diet untuk menaikkan berat badan, diet untuk menurunkan kadar kolesterol, dan lainnya.

Perlu diketahui bahwa satu metode diet belum tentu cocok untuk dijalankan oleh setiap orang. Kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh banyak elemen di dalam tubuh setiap individu, salah satunya genetik/DNA. Dewasa ini, penelitian membuktikan bahwa penentuan metode diet yang tepat untuk seseorang dapat bergantung pada genetiknya.

Ada suatu ilmu yang mempelajari mengenai bagaimana gen di dalam tubuh merespons makanan yang masuk ke tubuh, yang dikenal dengan nutrigenomik. Dengan ilmu nutrigenomik, dapat dipahami bagaimana nutrisi dapat mempengaruhi jalur metabolisme dan proses homeostatis di dalam tubuh.

Selama abad 20, ilmu gizi berfokus pada penemuan dari vitamin dan mineral, termasuk mengenai manfaat keduanya serta bagaimana keduanya dapat mencegah penyakit yang berkaitan dengan defisiensi vitamin dan mineral. Fokus ilmu gizi di dunia berubah sejak kasus kelebihan gizi, obesitas, dan diabetes mellitus tipe 2 makin banyak jumlahnya.

Untuk mencegah perkembangan penyakit-penyakit tersebut, maka dilakukan penelitian yang mencari tahu bagaimana nutrisi dapat meningkatkan dan menjaga fungsi sel di dalam tubuh. Dengan demikian, dibutuhkan pengertian bagaimana nutrisi bekerja di tingkat molekuler, di antaranya gen, protein, dan proses metabolisme. Hal tersebutlah yang mendasari munculnya ilmu nutrigenomik.

Penelitian di Bidang Nutrigenomik

Penelitian di bidang nutrigenomik masih terus dilakukan. Ada sebuah penelitian yang menemukan bahwa pada orang-orang yang baru didiagnosis diabetes melitus tipe 2 dan memiliki gen APOA5 c.-1131C>T di dalam tubuhnya, pemberian gandum, kacang-kacangan, dan nasi langsung memengaruhi kadar trigliserida dan protein APOA-V di dalam darahnya.

Hasil penelitan lain yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa faktor usia memengaruhi hubungan kadar kolesterol trigliserida darah dengan gen APOA5 c.-1131T>C pada alel tipe TT.

Di samping itu, reseptor di inti sel yang bernama peroxisome proliferator activator receptor-a (PPAa) diketahui merupakan reseptor terhadap nutrisi asam lemak-asam lemak dan dapat memengaruhi ekspresi gen. PPARa memiliki pengaruh terhadap mekanisme obesitas pada diabetes melitus tipe 2. Namun, belum jelas pengaruh PPARa dalam kasus obesitas secara umum.

Sebuah penelitian lain menemukan bahwa dalam pola diet yang sama, kelompok wanita dengan susunan gen (genotip) CC memiliki risiko lebih tinggi mengalami sindrom metabolik dibanding kelompok wanita dengan susunan gen CG dan GG.

Hasil penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa begitu kompleksnya ilmu nutrigenomik. Belum lagi faktor genetik dapat dipengaruhi oleh hal-hal di luar tubuh. Karena itu, masih perlu penelitian lebih lanjut terkait nutrigenomik. Namun, tetap dapat dipercaya bahwa dalam level molekuler, nutrisi dipercaya bisa menjadi sinyal yang mempengaruhi gen, protein, dan hasil metabolisme.

Sebelum memilih metode diet yang tepat untuk Anda, maka perlu dilakukan pemeriksaan nutrigenomik. Pada pemeriksaan, sampel diambil dari air liur untuk mendapatkan profil DNA seseorang dan efeknya terhadap zat nutrisi tertentu. Dengan demikian, penentuan metode diet didasarkan pada hasil pemeriksaan gen tersebut.

Metode diet yang dijalankan dengan sesuai, tidak hanya dapat memperlancar harapan untuk memiliki tubuh yang ideal, tetapi juga bermanfaat untuk mencegah penyakit bersarang di tubuh Anda.

Pola makan sangat memengaruhi kesehatan Anda secara keseluruhan. Jadi, pastikan diet yang Anda jalani mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh. Cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan program diet yang terbaik untuk Anda, karena kondisi tubuh masing-masing orang berbeda. 

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar