Sukses

Kenali Tanda-Tanda Anak Disleksia di Sini

Coba perhatikan, apakah anak Anda mengalami kesulitan dalam belajar? Jika ya, jangan-jangan ia disleksia. Kenali tanda-tandanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Disleksia merupakan suatu gangguan dalam proses belajar pada anak yang mencakup kesulitan dalam membaca, menulis, dan mengeja. Bahkan, pada beberapa anak mereka sulit untuk berbicara. Umumnya, kesulitan yang dialami anak disleksia adalah melihat huruf atau kata seperti terbolak-balik, misalnya huruf “b” terlihat seperti “d”. Semakin dini disleksia pada anak terdeteksi berpengaruh terhadap keefektifan terapi. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda disleksia pada anak.

Hingga kini belum dapat dipastikan penyebab dari disleksia. Namun, kondisi ini cenderung diturunkan secara genetik. Genetik tersebut dapat memengaruhi bagian otak yang berperan dalam proses membaca dan bahasa, sehingga ini sering menjadi masalah pada seseorang dengan disleksia.

Sebuah penelitian di Yale School of Medicine, Amerika Serikat, menemukan adanya kerusakan pada gen yang dinamakan DCDC2 yang dihubungan dengan masalah dalam membaca. Namun, belum jelas apakah penemuan tersebut berhubungan langsung dengan disleksia.

Meskipun berhubungan dengan otak, disleksia tidak berhubungan dengan penurunan tingkat kecerdasan atau retardasi mental. Orang dengan disleksia bisa memiliki tingkat kecerdasan yang sama, bahkan sering kali lebih cerdas dibandingkan orang yang tidak mengalami disleksia.

Namun, gangguan pada proses membaca, menulis, dan mengeja tentu bisa menurunkan kualitas belajar seseorang dengan disleksia. Pada akhirnya kondisi ini dapat menimbulkan kesan bahwa ada gangguan pada kecerdasannya.

Mengenali tanda-tanda disleksia

Derajat disleksia dapat beragam pada setiap orang yang mengalaminya. Sebenarnya gejala disleksia dapat ditemukan dalam segala usia. Namun, biasanya gejala disleksia sulit untuk dikenali hingga anak memasuki usia sekolah. Hal ini terjadi karena gangguan dalam proses belajar akan mulai terlihat oleh guru di sekolah.

Gangguan belajar yang dialami anak dapat meliputi kesulitan dalam membaca, menulis, mengeja, hingga mengikuti instruksi dari guru. Semakin dini disleksia dideteksi, maka akan semakin efektif terapi yang diberikan. Oleh karena itu, mari kenali tanda-tanda disleksia pada anak sesuai tingkatan usianya.

1. Sebelum usia sekolah

  • Perkembangan bicara lebih lamban dibandingkan anak seusianya
  • Lebih lamban dalam mempelajari kata-kata baru
  • Kesulitan dalam memilih atau menyusun kata yang tepat, misalnya bingung dengan kata-kata yang memiliki bunyi serupa
  • Gangguan dalam mengingat huruf, angka, dan warna
  • Kesulitan mempelajari rima atau melakukan permainan yang berima

2. Usia sekolah

  • Kemampuan membaca di bawah rata-rata anak seusianya
  • Bermasalah dalam mengolah dan mengerti apa yang didengar
  • Kesulitan memilih kata yang digunakan untuk menjawab pertanyaan
  • Bermasalah dalam mengingat rangkaian kejadian
  • Kesulitan dalam melihat atau mendengar perbedaan dan kesamaan pada kata-kata
  • Ketidakmampuan untuk mengucapkan kata-kata baru
  • Kesulitan dalam mengeja
  • Membutuhkan waktu yang lebih lama saat menyelesaikan tugas yang melibatkan aktivitas membaca atau menulis
  • Menghindari aktivitas membaca

3. Usia remaja

  • Kesulitan dalam membaca, termasuk membaca dengan suara nyaring
  • Lamban dan berupaya keras dalam membaca dan menulis
  • Kesulitan dalam mengeja
  • Menghindari aktivitas yang melibatkan proses membaca
  • Salah menyebutkan nama dan kata-kata
  • Kesulitan dalam mengingat kata-kata
  • Bermasalah dalam mengerti candaan atau ekspresi saat berinteraksi dengan orang lain
  • Membutuhkan waktu yang lebih lama saat menyelesaikan tugas yang melibatkan aktivitas membaca atau menulis
  • Kesulitan dalam meringkas sebuah cerita
  • Kesulitan dalam mempelajari bahasa asing
  • Kesulitan dalam mengingat
  • Kesulitan dalam mengerjakan persoalan matematika

Pada umumnya, anak-anak mulai belajar membaca pada saat masa taman kanak-kanak atau kelas 1 sekolah dasar. Namun, anak dengan disleksia tidak mampu memahami  ilmu dasar membaca. Sebaiknya Anda juga lebih mengenali tanda-tanda disleksia apabila ada faktor-faktor risiko seperti:

  • Riwayat disleksia pada keluarga
  • Riwayat gangguan belajar dalam keluarga
  • Kelahiran prematur atau berat lahir rendah
  • Paparan terhadap nikotin, obat-obatan, alkohol, atau infeksi selama kehamilan

Jika ada kecurigaan anak mengalami disleksia, maka segeralah periksakan anak ke dokter spesialis anak. Meski disleksia tidak dapat disembuhkan, tapi deteksi dini akan meningkatkan efektivitas terapi sehingga kualitas hidup dan produktivitas pengidap disleksia meningkat.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar