Sukses

Kenali Ciri-ciri Anak Disleksia Berdasarkan Usia

Si Kecil kesulitan membaca dan menulis di saat teman seusianya sudah lancar? Awas, bisa jadi ia mengalami disleksia. Kenali gejala disleksia pada anak sebelum terlambat!

Disleksia adalah sebuah gangguan belajar yang memengaruhi kemampuan otak untuk memproses tulisan dan bahasa lisan. Kondisi ini dapat menyerang segala usia, namun paling sering ditemukan pada anak-anak. Waspada, kenali tanda disleksia pada anak sebelum terlambat!

Perlu Anda ketahui bahwa anak dengan disleksia mempunyai kesulitan untuk ‘memecah’ kata-kata menjadi bunyi sederhana. 

Mereka berusaha untuk mempelajari bagaimana suara berhubungan dengan huruf dan kata sehingga cenderung akan membaca lebih lambat dengan pemahaman yang buruk.

Disleksia tidak berhubungan dengan intelegensi. Namun, kondisi ini merupakan gangguan pada neurobiologis yang mengganggu bagian otak dalam pemrosesan bahasa. 

Artikel Lainnya: Latihan Membaca dan Menulis untuk Anak Disleksia

1 dari 2 halaman

Gejala Umum Disleksia pada Anak Berdasarkan Usia

Gejala disleksia pada anak bisa berbeda-beda, tergantung dari usia. Agar tidak bingung, berikut ini adalah penjabaran gejala disleksia pada anak berdasarkan usia.

  • Usia 1-2 Tahun

Tanda awal disleksia muncul sekitar usia 1 hingga 2 tahun ketika anak-anak mulai membuat suara. 

Anak-anak yang tidak mengungkapkan kata pertama mereka hingga usia 15 bulan atau fase pertama hingga usia 2 tahun mempunyai risiko tinggi untuk mengalami disleksia. 

Meski begitu, tidak semua kasus anak terlambat bicara disebabkan oleh disleksia. Tidak semua yang disleksia dapat pula mengalami keterlambatan bicara. 

Keterlambatan bicara hanyalah salah satu tanda untuk orang tua untuk memerhatikan perkembangan bahasa anak mereka.

  • Usia 2-5 Tahun

Beberapa tanda disleksia pada anak yang bisa muncul sebelum genap berusia 5 tahun adalah mengalami masalah dalam mempelajari atau mengingat nama huruf dalam alfabet.

Mereka pun akan kesulitan untuk mempelajari kata-kata hingga nyanyian. Bahkan, tidak mampu mengenal huruf-huruf pada namanya sendiri, salah mengucapkan kata-kata yang familier, serta tidak dapat mengenali pola dalam bernyanyi.

Artikel Lainnya: Kiat Memahami Anak Disleksia

  • Usia 5-6 Tahun

Pada usia 5 hingga 6 tahun ketika anak-anak mulai belajar membaca, tanda disleksia mulai terlihat sangat jelas. 

Dalam fase ini, gejala disleksia yang dialami anak adalah tidak mengerti bahwa kata-kata dapat dipecah menjadi suara-suara.

Selain itu, disleksia pada anak juga membuatnya sering salah dalam membaca kata yang tidak terhubung ke suara huruf-huruf di halaman, selalu mengeluh tentang betapa sulitnya membaca, dan tidak ingin pergi ke sekolah.

  • Usia 6-15 Tahun

Tanda-tanda disleksia pada usia 6 hingga 15 tahun adalah sangat lambat dalam belajar membaca, terlalu lambat atau canggung saat membaca, dan kesulitan untuk mengenal kata-kata baru.

Di rentang usia ini, anak dengan disleksia juga tidak suka atau menghindari membaca dengan suara keras, menolak untuk mencari kata-kata dan menjawab pertanyaan, serta sering bergumam saat berbicara. 

Mereka pun akan sering salah saat mengeja kata yang panjang dan tidak diketahui sebelumnya. Bahkan, kesulitan atau tidak bisa mengingat nama dan tanggal, serta cenderung menulis dengan huruf yang sulit dibaca.

Artikel Lainnya: Kenali Tanda Disleksia yang Bikin Deddy Corbuzier Dihina Warganet

  • Usia 15 Tahun atau Lebih

Saat mencapai usia sekolah menengah atas dan universitas, disleksia dapat menjadi tantangan bagi anak yang mengalaminya. 

Mereka akan menghadapi tantangan akademik yang jauh lebih ketat ketika pemahaman bacaan cepat sangat penting. 

Ciri-ciri anak disleksia yang berada di rentang usia ini adalah menghindari membaca keras-keras dalam situasi apa pun, sering berhenti dan ragu-ragu saat berbicara. 

Mereka juga menggunakan banyak “hmm”, menggunakan bahasa yang tidak jelas dan tidak tepat, tidak merespons cepat dalam percakapan, dan memiliki kosa kata yang sangat terbatas. 

Mereka pun akan mengalami kesulitan dengan tes pilihan ganda, dan menganggap diri sendiri sebagai orang yang bodoh meski mendapatkan nilai yang cukup bagus.

Itu dia ciri-ciri dan tanda anak disleksia. Satu hal yang perlu Anda ingat, disleksia pada anak tidak selalu memberikan gejala yang serupa. Karenanya, orang tua sebaiknya melakukan pengamatan dengan saksama, apalagi jika memiliki faktor risiko disleksia dalam keluarga.

Jika Anda ragu ada/tidaknya tanda anak disleksia, jangan sungkan untuk berkonsultasi pada dokter. Anda juga bisa memanfaatkan LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter untuk tahu lebih lanjut mengenai disleksia pada anak. 

(NB/AYU)

1 Komentar