Sukses

Latihan Membaca dan Menulis untuk Anak Disleksia

Agar lebih mudah menerima pelajaran, ada cara khusus untuk mengajarkan anak dengan disleksia. Simak tips mengajari anak disleksia membaca dan menulis di sini!

Disleksia adalah gangguan belajar yang paling sering ditemukan, yang menyebabkan anak kesulitan membaca dan menulis. Mengajari anak dengan disleksia memang butuh cara khusus agar ia mampu menerima pelajaran dengan lebih mudah.

Disleksia didefinisikan sebagai gangguan belajar spesifik yang berasal dari masalah neurologis. Gangguan belajar ini ditandai dengan kesulitan untuk mengenali kata yang tepat atau yang fasih digunakan.

Seseorang dengan disleksia juga kesulitan dalam melafalkan kata. Hal ini terjadi karena ada bagian otak yang terganggu, sehingga berisiko tinggi untuk mengalami masalah pada perkembangan kosakata dan kecerdasan otaknya,

Pengidap gangguan ini juga kesulitan dalam melafalkan kata. Hal tersebut terjadi karena mereka memiliki bagian otak yang terganggu, sehingga berisiko tinggi mengalami masalah pada perkembangan kosakata dan kecerdasan otaknya.

Artikel Lainnya: Kenali Tanda Disleksia yang Bikin Deddy Corbuzier Dihina Warganet

1 dari 3 halaman

Seputar Disleksia

Anak dengan disleksia biasanya sulit untuk membaca dan menulis, dan gangguan belajar ini mungkin akan dirasakan sepanjang hidupnya kelak. Namun, di sisi lain anak tetap punya kecerdasan dan motivasi yang kuat.

Stigma anak disleksia tak selalu menjadi sosok yang kurang cerdas di antara teman-temannya yang tak punya gangguan belajar tersebut. 

Ini karena sebagian besar anak disleksia memiliki nilai intelligence quotient (IQ) rata-rata, atau bahkan lebih tinggi.

Selain itu, meski anak disleksia kesulitan saat membaca, tapi mereka bisa memahami kata yang sama jika dibicarakan atau dibacakan langsung oleh orang lain.

Sayangnya, kondisi disleksia sering dikira sebagai tanda kemalasan dan/atau gangguan penglihatan. Pemberitaan dan pemahaman yang salah bisa membuat anak dengan disleksia jadi kurang percaya diri.

Padahal, banyak orang-orang dengan disleksia yang memiliki cara berpikir tak biasa (out of the box), memiliki kemampuan spasial (berkenaan dengan ruang atau tempat) yang baik, dan memahami pola atau ide dengan cepat.

Itulah penjelasan singkat tentang beberapa kelebihan dan kekurangan anak dengan disleksia.

Artikel Lainnya: Adakah Diet Khusus untuk Anak Disleksia?

2 dari 3 halaman

Cara Mengajarkan Anak Disleksia Membaca dan Menulis

Pada prinsipnya, otak anak disleksia memerlukan waktu yang lebih lama untuk menerima, mengatur, menghafal, dan menggunakan informasi baru yang diterima.

Nah, untuk memaksimalkan kecerdasan dan melatih kemampuan membaca anak dengan disleksia, teknik pendekatan Orton-Gillinham bisa menjadi salah satu solusinya.

Pendekatan Orton-Gillingham adalah metode terstruktur, dengan cara memecah bacaan dan pelafalan menjadi bagian yang lebih kecil dan sederhana. 

Seiring berjalannya waktu, bacaan dan pelafalan kata tersebut disusun secara perlahan menjadi bentuk utuh.

Metode tersebut tidak sekadar meminta anak untuk membaca dan melafalkan saja, tetapi juga menggunakan semua pancaindra untuk belajar dan membantunya membangun koneksi antara bahasa maupun kata.

Langkah pertama dalam pendekatan Orton-Gillinham adalah dengan mengajarkan anak untuk mengenali hubungan antara suara dengan huruf atau kata yang membentuknya.

Misalnya pada kata ”susu”. Anak harus mengenali seperti apa pelafalan “s” dan “u” dan memilih kata yang paling membentuk pelafalan dua huruf tersebut.

Setelah anak bisa mengenali, selanjutnya akan dibalik. Anak harus mengenali kata yang membentuk pelafalan tertentu.

Artikel Lainnya: Fakta tentang Disleksia yang Wajib Anda Tahu

Masih dengan contoh kata “susu”, maka anak harus mengenali seperti apa huruf “s” sehingga membentuk kata “susu”. Jika anak mulai terbiasa dan fasih mengenali pelafalan huruf atau kata, lalu dilanjutkan ke tahapan berikutnya, yaitu mengenal kalimat.

Karena tergolong rumit, teknik pendekatan Orton-Gillingham biasanya memerlukan bantuan tenaga ahli yang telah diberikan pengajaran khusus agar pengajaran bisa dilakukan dengan maksimal.

Meski begitu, tak perlu terpaku dengan teknik tersebut. Untuk melatih kemampuan membaca anak dengan disleksia, orang tua bisa memanfaatkan gawai atau game berbasis edukasi. Meski tak lebih efektif dari metode Orton-Gillinham, tapi tak ada salahnya untuk mencobanya.

Selain dengan mengenalkan huruf konsonan, Anda juga bisa mencoba beberapa cara di bawah ini untuk membantu si Kecil dengan disleksia belajar.

Artikel Lainnya: Kenali 5 Kesulitan Belajar yang Dialami Anak

  1. Bermain Kata

Anda bisa mengajak si Kecil bermain kata yang berhubungan satu sama lain. Awali dengan pemilihan kata-kata yang mudah diucapkan dan bisa dikombinasikan dengan aktivitas lain. Misalnya menuliskannya di pasir, kertas, dan sebagainya.

Dengan bermain kata, secara tidak langsung Anda mengajarkan anak untuk memahami kata-kata sederhana, serta mengenali cara pengucapan dan susunan hurufnya.

  1. Mencari Gambar dan Susun dengan Huruf Balok

Saat mengajarkan anak, orang tua bisa menggunakan susunan balok atau potongan gambar. 

Sebagai contoh, minta anak untuk menemukan gambar gajah, lalu lanjutkan dengan menyusun huruf-huruf pembentuk kata ”gajah” dengan huruf balok.

  1. Membaca Buku Bersama

Anak dengan disleksia tidak menyukai kegiatan membaca. Oleh karena itu, ajak anak membaca buku yang ia sukai bersama-sama. 

Selain dapat mempererat bonding, Anda bisa sekaligus mengajari anak kata-kata yang ada di buku tersebut.

Artikel Lainnya: Dampingi Anak Saat Belajar di Rumah, Ini Tipsnya!

  1. Lakukan Aktivitas yang Membutuhkan Ingatan

Anak disleksia biasanya memiliki daya ingat yang rendah, sehingga membuatnya kesulitan dalam mengingat bentuk huruf maupun cara pelafalannya.

Melakukan aktivitas seperti bermain teka-teki, memecahkan logika, melakukan permainan scramble, atau menceritakan kembali cerita yang baru didengar bisa jadi pilihan aktivitas untuk meningkatkan daya ingat anak.

  1. Permainan 20 Pertanyaan

Ini merupakan jenis permainan klasik yang bisa dilakukan untuk melatih kemampuan anak dengan disleksia. Minta si Kecil untuk menentukan suatu objek, tuliskan di secarik kertas, lalu rahasiakan.

Kemudian, Anda menebak objek tersebut dengan mengajukan pertanyaan. Misalnya, apakah objek tersebut adalah jenis binatang? Apakah diawali dengan huruf “s”? Apakah ada huruf “e” di dalamnya? Dan sebagainya.

Artikel Lainnya: Kenali 5 Kesulitan Belajar yang Dialami Anak

  1. Ajari Anak Menggunakan Peta Pikiran (Mind Map)

Sebagian besar anak dengan disleksia memiliki ide-ide cemerlang di kepalanya. Orang tua bisa membantunya membuat mind map secara sederhana, agar ide-idenya tersalurkan.

Selain membantu mengekspresikan ide, membuat peta pikiran bisa membantu anak berlatih menulis dan melakukan tugas secara teratur

Anak yang terdiagnosis disleksia bukan berarti tak punya masa depan. Banyak, kok, tokoh sukses meski punya disleksia. Misalnya sutradara Steven Spielberg, petinju Muhammad Ali, pebasket Magic Johnson, pengusaha Richard Branson, aktor Tom Cruise, dan masih banyak lagi.

Butuh usaha, dukungan, dan kesabaran ekstra untuk mengajari anak disleksia membaca dan menulis—memahami pelajaran. 

Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter atau tenaga ahli, atau manfaatkan fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter. Dengan begini, bukan tak mungkin kemampuan anak akan sama, atau bahkan melampaui teman-teman sebayanya.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar