Sukses

Skizofrenia Tak Berarti Gila

Meski sama-sama menyebabkan gangguan jiwa, penyakit skizofrenia dan gila tidaklah sama. Simak di sini selengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda melihat orang “gila” di pinggir jalan? Ya, mereka biasanya berpenampilan lusuh, berpakaian compang-camping atau bahkan tak berbusana sama sekali. Meski identik dengan sebutan “gila”, sebenarnya mereka tak pantas dipanggil demikian. Ini karena mereka tidak benar-benar kehilangan akal, karena kondisinya dapat dikendalikan dengan pengobatan. Gangguan jiwa yang seperti ini dikenal dengan sebutan skizofrenia.

Skizofrenia adalah gangguan mental kronis, yang memengaruhi cara berpikir dan berperilaku seseorang. Kondisi ini juga membuat pengidapnya memiliki gangguan emosi terhadap lingkungan sekitar. Skizofrenia lebih sering terjadi pada usia remaja hingga dewasa, yaitu usia 6 hingga 30 tahun.

Mengenal gejala skizofrenia

Gejala atau perilaku pengidap skizofrenia sangat bervariasi. Hal ini membuat mereka tak mampu berinteraksi dengan sekitarnya atau melakukan aktivitas layaknya orang pada umumnya.

Secara umum, berikut adalah gejala skizofrenia yang mungkin terjadi:

1. Bicara tidak jelas

Orang dengan skizofrenia biasanya sering berbicara tidak jelas dan kata-katanya tidak masuk akal. Selain itu, mereka juga sulit untuk diajak berkomunikasi.

2. Halusinasi dan delusi

Halusinasi adalah terjadinya persepsi dalam kondisi sadar, tanpa adanya rangsang nyata terhadap indera. Sedangkan delusi adalah paham atau keyakinan yang salah, karena bertentangan dengan kenyaataan. Seseorang yang sering berhalusinasi atau delusi patut dicurigai sebagai pengidap skizofrenia.

3. Emosi datar

Pengidap penyakit skizofrenia biasanya tidak memiliki emosi yang khas. Mereka cenderung akan memiliki mood yang datar, sehingga ekspresi yang dikeluarkan pun seakan tidak mengambarkan apa-apa.

4. Tidak tahu diri sendiri

Pasien dengan skizofrenia tidak mengenali dirinya sendiri, keluarga dan kadang membuat identitas baru yang diyakininya. Hal ini terjadi karena mereka cenderung berhalusinasi dan berdelusi.

5. Perilaku tidak wajar

Penderita skizofrenia dapat berperilaku aneh, tidak memiliki rasa malu bahkan dapat mencelakai diri sendiri dan sekitarnya.

Skizofrenia bukan gila

Predikat “gila” sebaiknya tidak digunakan untuk pengidap skizofrenia. Sebab ungkapan tersebut akan membuat masyarakat takut dan memandang pengidap skizofrenia sebagai orang aneh yang harus diajuhi.

Padahal, yang harus dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya adalah mendukung pengidap skizofrenia agar mereka berkeinginan untuk berobat ke dokter. Ini bertujuan agar kekambuhan penyakit dapat dikontrol dan dikendalikan, sehingga pengidap dapat kembali menjalani hidup layaknya orang normal.

Adapun pengobatan skizofrenia yang wajib dilakukan oleh pengidap penyakit ini. Jenis pengobatan terbagi menjadi psikososial dan psikofarmaka.

  • Psikososial dapat membantu pasien meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup. Mereka dapat kembali bekerja dan berinteraksi dengan sekitar.
  • Psikofarmaka adalah obat-obat yang berkhasiat terhadap sistem saraf pusat, dengan memengaruhi fungsi psikis dan mental.

Pengobatan di atas mesti dijalani pengidap skizofrenia dengan konsisten. Hal ini bertujuan agar hasil yang didapatkan bisa lebih optimal, sehingga mereka dapat segera kembali ke kehidupan normal.

Mulai saat ini, berhentilah menganggap bahwa pengidap skizofrenia adalah orang “gila” yang harus dijauhi. Justru, yang harus Anda lakukan adalah mendukung dan memberikan motivasi pada mereka, agar berkeinginan untuk berobat ke dokter.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar