Sukses

Awas, Kanker Kolon Kini Juga Mengincar Remaja

Selain mengincar mereka yang sudah lanjut usia, kini kanker kolon juga menyerang remaja. Baca fakta berikut agar Anda dapat lebih waspada.

Klikdokter.com, Jakarta Kanker kolon adalah kondisi dimana tumbuh sel tumor ganas pada usus besar. Data mencatat bahwa jenis kanker ini memiliki risiko tinggi menyerang di usia 50 tahun ke atas dan menempati peringkat ketiga sebagai kanker yang paling sering ditemui. Namun, kini kanker kolon juga mengincar remaja.

Ada sejumlah faktor kenapa seseorang bisa terkena kanker kolon. Berdasarkan penjelasan dr. Fiona Amelia dari KlikDokter, hal tersebut dibagi dalam beberapa penyebab.

“Beberapa faktor risiko yang dianggap penting yaitu jenis kelamin pria, riwayat keluarga dengan kanker usus besar (orang tua atau saudara kandung), dan riwayat merokok (masih merokok atau pernah merokok). Faktor risiko lain yang juga berperan yaitu riwayat polip usus, obesitas, pola makan tidak sehat (tinggi lemak, rendah serat dan protein), dan kurang aktivitas fisik,” ujarnya.

Gejala khas kanker kolon adalah anemia, pendarahan rektum, penurunan berat badan tanpa disadari, susah buang air besar, dan sakit perut tak tertahankan. Anda dapat memastikan gejala-gejala ini dengan memeriksakan diri ke dokter.

Lantas, bagaimana dengan kalangan usia lain? Apakah aman-aman saja? Ternyata tidak. Sebuah penelitian yang dilansir oleh WebMD menyebut bahwa kanker kolon kini juga mengincar kaum remaja.

Angka kanker kolon pada remaja terus naik

Berdasarkan sebuah studi, semakin banyak orang muda berusia dewasa awal didiagnosis memiliki kanker kolon. Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk melakukan sosialisasi kanker kolon yang lebih masif lagi kepada masyarakat.

Sampai saat ini, usia yang dianjurkan melakukan pemeriksaan kanker kolon adalah 50 tahun. Sementara bagi seseorang dengan riwayat keluarga kanker kolon, ia harus diuji mulai usia 40-an awal.

Namun melihat kondisi sekarang, tak ada salahnya melakukan pengecekan sedini mungkin. Terlebih lagi jika ada riwayat kanker kolon dalam silsilah keluarga.

Belum lama ini, American Cancer Society menerbitkan sebuah studi yang membeberkan adanya peningkatan kematian orang dewasa di bawah usia 55 tahun dalam jangka waktu 2004 hingga 2014. Meski kenaikannya tak terlalu signifikan yakni hanya 1,4 persen, namun angka tersebut cukup krusial.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa antara tahun 1974 hingga 2013, diagnosis kanker kolon meningkat sebesar 1 sampai 2 persen pada usia 20 - 39 dan sekitar 0,5 hingga 1 persen antata 40 - 54. Kenaikan ini terjadi setiap tahun..

Persentase kanker kolon kian meningkat secara lambat namun pasti. Kurang olahraga, diet, obesitas, merokok, dan alkohol dapat meningkatkan kemungkinan memiliki kanker usus besar di segala usia.

Mencegah kanker kolon sejak dini

Lebih lanjut, dr Fiona menjelaskan bahwa cara untuk deteksi dini yang lebih memungkinkan ialah tes non-invasif, seperti uji imunokimia feses (FIT test). Tes ini dilakukan untuk melihat darah samar di dalam feses yang bisa menjadi tanda awal dari kanker.

"FIT test tergolong murah dan tidak membutuhkan tenaga ahli khusus untuk melakukan dan menginterpretasi hasilnya. Akan tetapi, tes ini perlu dilakukan setiap tahun karena tingkat akurasinya lebih rendah, serta tidak dapat mendeteksi adanya polip usus atau kelainan lainnya. Jika hasilnya abnormal, maka diperlukan kolonoskopi untuk evaluasi lebih lanjut,” kata dr. Fiona.

Berdasarkan anjuran dr. Fiona, pencegahan kanker kolon sejak dini bisa dilakukan dengan  cara memperbaiki pola makan seperti mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, serta meningkatkan konsumsi makanan tinggi serat dan protein. Selain itu lakukan olahraga secara rutin dan hentikan kebiasaan merokok.

Waspadalah terhadap kanker kolon yang kini juga mengincar orang muda termasuk remaja. Pahami, deteksi dini dan lakukan pencegahan berdasarkan kiat di atas, agar Anda terhindar dari penyakit kanker kolon.

[NP/ RVS]

1 Komentar