Sukses

Awas, Kanker Kolon Kini Juga Mengincar Remaja

Selain mengincar para lansia, kini kanker kolon atau kanker usus besar juga menyerang remaja. Kenali gejala kanker kolon pada remaja agar Anda bisa lebih waspada.

Kanker kolon atau kanker usus besar adalah penyakit yang cukup banyak dialami orang dewasa di atas usia 50 tahun. Namun kini, beberapa penelitian menyimpulkan bahwa jenis kanker tersebut semakin banyak ditemukan pada usia muda, bahkan remaja.

Sebelum mengulik lebih dalam pada meningkatnya kasus kanker kolon di kalangan muda, Anda sebaiknya kenali dulu penyakit ini.

Sekilas tentang Kanker Kolon

Kanker kolon adalah kondisi di mana tumbuh sel tumor ganas pada usus besar. Usus manusia terdiri dari beberapa bagian. Salah satu bagian usus yang berperan penting dalam penyerapan cairan adalah usus besar. Pertumbuhan jaringan yang tidak normal di bagian usus inilah yang dikenal dengan kanker kolon atau kanker kolorektal.

Ada sejumlah faktor yang membuat seseorang lebih berisiko terkena kanker kolorektal, misalnya:

  • Berjenis kelamin pria
  • Berusia di atas 50 tahun
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kanker usus besar
  • Memiliki riwayat merokok (masih atau pernah merokok).

Artikel lainnya: Vitamin D Bisa Bantu Melawan Kanker Usus Besar?

Faktor risiko lain yang juga berperan dalam meningkatkan risiko kanker usus besar adalah riwayat polip ususobesitas, pola makan tidak sehat (tinggi lemak, rendah serat dan protein), serta kurang aktivitas fisik.

Terkait gejala, kanker usus besar biasanya akan mencetuskan terjadinya keluhan-keluhan sebagai berikut:

Jika Anda mengalami beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

1 dari 3 halaman

Angka Kanker Kolon pada Remaja Terus Meningkat

Seperti yang telah disebutkan, usia tua menjadi salah satu faktor risiko kanker usus besar. Akan tetapi, sebuah penelitian mengungkap bahwa kasus kanker kolon usia muda semakin meningkat.

Penelitian lain menunjukkan bahwa antara tahun 1974-2013, diagnosis kanker kolon meningkat 1-2% pada usia 20-39 dan sekitar 0,5-1% pada usia 40-54 tahun. Kenaikan ini terjadi setiap tahun. Melihat persentase tersebut, timbulnya gejala kanker usus pada remaja bisa saja terjadi.

Artikel lainnya: Obat Anti Radang, Efektifkah Atasi Kanker Usus Besar?

Kurang olahraga, diet tidak sehat, obesitas, merokok, dan alkohol dapat meningkatkan kemungkinan mengalami kanker usus besar di segala usia, termasuk remaja dan dewasa muda.

Sampai saat ini, usia yang dianjurkan melakukan pemeriksaan kanker kolorektal adalah di atas 50 tahun. Sementara itu, seseorang yang punya riwayat keluarga kanker kolon lazimnya harus melakukan pemeriksaan mulai usia 40-an awal.

Namun sekarang, tak ada salahnya melakukan pengecekan sedini mungkin. Terlebih lagi jika ada riwayat kanker kolorektal dalam keluarga.

2 dari 3 halaman

Mencegah Kanker Kolon Sejak Dini

Jangan khawatir! Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker kolon. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Pola Makan Sehat

Pencegahan kanker kolorektal sejak dini bisa dilakukan dengan  cara memperbaiki pola makan, seperti mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, serta meningkatkan konsumsi makanan tinggi serat dan protein.

Artikel lainnya: Kanker Usus Bisa Dicegah dengan Konsumsi Produk Probiotik?

2. Berhenti Merokok

Mengisap rokok berarti memasukkan banyak bahan kimia beracun ke dalam tubuh. Hal inilah yang menyebabkan peningkatan radikal bebas yang dapat merusak stuktur DNA pada berbagai sel, termasuk pada sel usus besar.

Karena itu, jangan heran kalau perokok berisiko lebih tinggi untuk mengalami kanker usus besar.

3. Deteksi Dini (Skrining)

Pemeriksaan skrining bertujuan untuk mendeteksi adanya kanker kolon. Salah satu cara untuk deteksi dini yang lebih memungkinkan ialah tes non-invasif, seperti uji imunokimia feses (FIT test).

Tes ini dilakukan untuk melihat darah samar di dalam feses yang bisa menjadi tanda awal kanker.

FIT test tergolong murah dan tidak membutuhkan tenaga ahli khusus untuk melakukan dan menginterpretasi hasilnya. Namun, tes ini perlu dilakukan setiap tahun karena tingkat akurasinya lebih rendah.

Tes tersebut juga tidak dapat mendeteksi adanya polip usus atau kelainan lainnya. Jika hasilnya abnormal, diperlukan kolonoskopi untuk evaluasi lebih lanjut.

Kanker kolon kini juga mengincar orang muda, termasuk remaja. Yuk, waspada dan turunkan risikonya dengan selalu menerapkan gaya hidup sehat dan aktif. Apabila punya faktor risiko, lakukan deteksi dini secara berkala meski usia masih terbilang muda.

Masih ada pertanyaan seputar kanker usus besar atau kanker kolon? Tanyakan saja pada dokter via LiveChat di aplikasi KlikDokter.

[HNS / NB]

1 Komentar