Sukses

Bolehkah Minum Obat Penurun Demam Saat Menyusui?

Tidak semua obat-obatan aman dikonsumsi saat menyusui. Obat penurun demam yang seperti apakah yang boleh dikonsumsi saat menyusui?

Klikdokter.com, Jakarta Menyusui merupakan langkah awal untuk memberikan asupan nutrisi yang baik pada bayi. Ketika demam menghampiri hingga membuat badan terasa tidak nyaman dan terkadang hingga menggigil, ingin sekali rasanya langsung meminum obat penurun demam.

Mulailah timbul pertanyaan mengenai keamanan obat saat menyusui. Hal tersebut sangatlah wajar karena saat menyusui, tidak sembarang obat-obatan dapat dikonsumsi. Perlu diketahui terlebih dahulu tingkat keamanannya bagi ibu menyusui, pengaruh pada anak dan produksi air susu ibu (ASI).

Obat demam yang aman dikonsumsi saat menyusui

Ibu menyusui tak perlu khawatir karena ada beberapa pilihan obat penurun demam yang aman dikonsumsi selama masa menyusui. Berikut daftar obat penurun demam tersebut yang dapat dengan mudah Anda temukan di apotek terdekat:

1. Parasetamol

Parasetamol merupakan obat penurun demam (antipiretik) dan anti nyeri (analgesik) yang umum digunakan di Indonesia. Obat ini termasuk dalam golongan asetaminofen. Parasetamol ini aman dikonsumsi saat menyusui, sebab jumlah obat yang dikeluarkan melalui ASI akan jauh lebih kecil dibandingkan dengan dosis obat yang biasanya diberikan pada bayi.

Parasetamol tidak mengganggu produksi ASI, sehingga Anda tak perlu khawatir jumlah ASI akan berkurang. Selain itu, jarang sekali ditemukan efek samping pada bayi yang disusui. Oleh sebab itu, parasetamol merupakan pilihan yang baik bagi ibu menyusui dengan keluhan demam ataupun nyeri.

Dosis:

Ibu menyusui dapat mengonsumsi parasetamol dengan dosis 500 mg setiap 4 hingga 6 jam. Jangan melebihi 4 gram dalam 24 jam.

Parasetamol jika dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan jarang sekali menimbulkan efek samping. Dalam dosis yang berlebihan parasetamol dapat menimbulkan kerusakan pada hati.

2. Ibuprofen

Obat lain yang juga aman dikonsumsi saat menyusui ialah ibuprofen. Obat ini dapat membantu meredakan nyeri dan menurunkan demam. Ibuprofen termasuk dalam kelompok obat anti inflamasi non steroid (AINS).

Kadar ibuprofen di dalam ASI sangatlah rendah, sehingga merupakan pilihan bagi ibu menyusui. Berbagai penelitian telah dilakukan mengenai efek samping ibuprofen bagi bayi yang disusui, hasilnya adalah tidak ada efek samping yang ditimbulkan.

Dosis:

Ibu menyusui dapat mengonsumsi ibuprofen dengan dosis yang sama dengan orang dewasa yaitu 400 mg setiap 4 hingga 6 jam.

Meskipun ibuprofen tergolong aman, jangan gunakan melebihi dosis anjuran. Selain itu, hindari penggunaan ibuprofen jika memiliki penyakit luka pada lambung, karena obat ini dapat menyebabkan iritasi lambung. Hindari juga menggunakan ibuprofen jika memiliki riwayat penyakit asma, karena dapat menyebabkan penyempitan saluran napas bawah.

Sebenarnya tidak perlu memberikan jeda setelah minum parasetamol dan ibuprofen dengan menyusui. Namun, jika Anda masih merasa khawatir, Anda dapat memberikan jeda sekitar 1-2 jam dengan waktu menyusui sesuai dengan waktu puncak obat tersebut di dalam ASI.

Anda tetap harus memperhatikan kondisi bayi setelah disusui jika Anda mengonsumsi parasetamol dan ibuprofen sebelumnya. Terutama jika timbul ruam-ruam kemerahan, sesak napas atau suara mengi (sesak) saat bernapas. Sebab hal itu menunjukan bahwa bayi bisa saja alergi terhadap kandungan obat tersebut.  Segera hentikan konsumsi obat.

Selain itu, demi keamanan dan kesehatan bayi Anda, sebaiknya ibu menyusui jangan mengonsumsi obat penurun demam dan antinyeri yang mengandung aspirin. Hal ini  karena dapat meningkatkan risiko terjadinya sindroma reye, yaitu suatu kondisi medis serius yang dapat menyebabkan pembengkakan dan peradangan otak dan hati.

Selalu diskusikan dengan dokter yang menangani Anda jika bayi memiliki kondisi khusus atau penyakit tertentu. Pada bayi-bayi prematur, karena fungsi tubuhnya belum sempurna, terkadang dapat dijumpai efek samping setelah ibu mengonsumsi suatu obat, termasuk obat penurun demam. Hindari menggunakan obat-obatan yang tidak dibutuhkan saat menyusui untuk menghindari risiko masalah kesehatan ibu menyusui.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar