Sukses

Benarkah Bayi Besar Sudah Pasti Sehat?

Bayi gemuk memang tampak sangat lucu dan menggemaskan. Tapi apakah dengan lahirnya bayi besar tersebut ibu dan bayi sehat? Yuk, lihat faktanya di sini

Klikdokter.com, Jakarta Selama kehamilan, satu hal yang selalu menjadi harapan para calon orang tua adalah agar persalinan berjalan lancar dan bayi lahir sehat. Bayi sehat sering kali diidentikkan dengan penampakan bayi besar. Padahal, ukuran tubuh bukanlah jaminan anak yang dilahirkan sehat.

Semakin besar berat bayi, biasanya dianggap semakin baik. Ditambah lagi, bayi gemuk memang tampak sangat lucu dan menggemaskan. Pandangan tentang hal ini harus diluruskan.

Kota besar, bayi besar

Bayi besar memang kini sedang banyak terjadi. Biasanya hal tersebut terjadi di kota besar. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bayi di negara maju seperti Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan negara-negara Eropa cenderung memiliki berat lahir yang besar, yaitu lebih dari 4 kilogram.

Di Indonesia sendiri belum ada data pasti mengenai hal tersebut. Namun, secara umum, dapat terlihat bahwa bayi yang lahir di kota besar memiliki berat lahir yang besar pula.

Seorang bayi dikatakan memiliki berat lahir besar bila saat lahir beratnya lebih dari 4000 gram. Kondisi ini disebut juga makrosomia. Beberapa hal yang paling sering menyebabkan terjadinya makrosomia adalah kondisi dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Ibu dengan indeks massa tubuh (IMT) tinggi dan tergolong overweight atau obesitas sebelum hamil.
  • Peningkatan berat badan secara drastis selama kehamilan.
  • Ibu yang mengalami penyakit gula saat hamil (diabetes gestasional).
  • Kehamilan dalam jangka waktu yang lebih lama (lebih dari 40 minggu).

Kramer, seorang pakar asal Inggris, melakukan penelitian terhadap sekelompok bayi yang lahir dengan ukuran tubuh besar. Hasilnya menunjukkan bahwa berat badan bayi yang besar dipengaruhi oleh tinggi badan dan berat badan ibu, dan gaya hidup dari ibu hamil termasuk kebiasaan merokok.

Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold akan memastikan Anda mendapat asupan nutrisi esensial, mulai dari minyak ikan, asam folat, kalsium, yodium, serta vitamin dan mineral lainnya yang dibutuhkan selama masa hamil dan menyusui.

Konsumsi Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold dua kapsul per hari untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan bayi.

Terakhir, faktor ekonomi keluarga dan tingkat pendidikan ibu juga terbukti dapat memengaruhi ukuran tubuh bayi yang lahir. Meskipun bisa juga terjadi di desa atau kota kecil, tidak dapat dipungkiri faktor-faktor tersebut lebih sering ditemui di kota besar.

Bayi besar: baik atau berisiko?

Fenomena bayi besar dapat mendatangkan beberapa risiko, baik bagi ibu maupun bayi. Berikut ini adalah risiko yang dapat terjadi pada kondisi bayi besar:

Risiko bagi ibu:

  • Persalinan lama (partus macet).
  • Robekan jalan lahir yang luas.
  • Pendarahan pasca persalinan.

Risiko pada bayi:

  • Cedera akibat persalinan, seperti pendarahan kulit kepala bayi.
  • Distosia bahu, yaitu kondisi di mana kepala yang sudah keluar saat proses kelahiran tidak diikuti dengan keluarnya bahu dan anggota tubuh lainnya.
  • Gangguan saraf bahu bayi (brachial plexus injury), yang ditandai dengan perubahan bentuk tangan bayi.

Selain itu, berat lahir dengan angka yang besar dapat meningkatkan kemungkinan anak mengalami obesitas, penyakit jantung, dan diabetes saat ia dewasa. Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan saat ini terdapat 17,6 juta anak di dunia yang mengalami obesitas dan salah satu penyebabnya adalah berat lahir besar.

Sampai di sini mungkin Anda tidak ingin memiliki berat bayi besar. Namun, bayi berat lahir rendah pun juga memiliki risiko. Yang terbaik adalah memiliki bayi dengan berat lahir ideal, yaitu antara 2500 gram–3500 gram.

Memang tidak semua bayi besar akan mengalami risiko-risiko di atas. Banyak juga bayi yang tetap dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik, tetapi bayi sehat dengan berat lahir ideal tetap lebih baik untuk keamanan ibu dan sang bayi itu sendiri.

Agar bayi sehat, penting bagi ibu untuk menjaga asupan nutrisi agar tidak berlebihan ataupun kurang selama kehamilan. Perbanyak konsumsi serat dan protein serta batasi konsumsi gula dan lemak agar terhindar dari kelahiran bayi besar. Untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien, Anda juga dapat konsumsi suplemen kehamilan.

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar