Sukses

Antibiotik Sebabkan Batu Ginjal pada Anak dan Remaja?

Konsumsi antibiotik dalam jangka waktu tertentu bisa sebabkan batu ginjal pada anak dan remaja. Apa kata medis?

Klikdokter.com, Jakarta Konsumsi obat antibiotik hanya dapat dilakukan saat Anda terkena penyakit akibat infeksi bakteri. Obat ini harus dikonsumsi sesuai dengan resep dokter, agar tak menimbulkan resistensi antibiotik. Tak sekadar itu, penelitian terkini menyebutkan bahwa konsumsi antibiotik yang tidak sesuai indikasi juga turut meningkatkan risiko batu ginjal pada anak dan remaja.

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, resistensi antibiotik menyebabkan pengobatan tidak berjalan dengan optimal. Hal ini terjadi akibat beragam penyebab. “Salah satu hal penyebab resistensi adalah riwayat konsumsi antibiotik yang tidak tuntas sebelumnya.,” ujar dr. Astrid.

Antibiotik dan batu ginjal

Penelitian ini telah diterbitkan di Journal of American Society of Nephrology. Konon, batu ginjal akibat antibiotik lebih berisiko mengenai usia muda serta mereka yang baru saja mengonsumsi obat jenis tersebut.

"Prevalensi keseluruhan batu ginjal telah meningkat selama 30 tahun terakhir di kalangan remaja dan wanita muda secara drastis," ujar pimpinan studi yang juga ahli urologi pediatrik di Rumah Sakit Anak Philadelphia, Gregory E. Tasian, dilansir dari Science Daily.

Sementara itu, Michele Denburg selaku peneliti lain menyebut bahwa alasan peningkatan kejadian batu ginjal masih belum diketahui. Yang pasti, mereka menunjukkan bahwa antibiotik oral (minum) memainkan suatu peran, mengingat bahwa anak-anak sering diberi resep antibiotik pada tingkat yang lebih tinggi daripada orang dewasa.

Menurut mereka, antibiotik mampu mengubah komposisi mikroba di dalam tubuh. Gangguan pada mikrobioma usus dan kemih berhubungan erat dengan terjadinya batu ginjal. Meski demikian, hal ini sebenarnya masih butuh pendalaman lebih lanjut.

Tips mengatasi batu ginjal

Terlepas disebabkan oleh antibiotik atau bukan, batu ginjal mesti diatasi sedini mungkin. Sejumlah cara dapat dilakukan, sesuai dengan rekomendasi dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter.

Berdasarkan penjelasan dr. Alvin, batu ginjal adalah massa keras terbentuk dari pengendapan kristal yang ada di urine. Batu ini paling sering terbentuk di dalam ginjal atau ureter, yaitu saluran kemih yang menghubungkan antara ginjal dengan kandung kemih.

“Batu ginjal dapat berukuran dari sekecil pasir hingga sebesar buah anggur. Kebanyakan dari batu ginjal yang terbentuk keluar bersama dengan urine tanpa menimbulkan keluhan. Jika batu ginjal berukuran besar (lebih dari 2-3 mm), barulah dapat menimbulkan keluhan karena tersumbatnya saluran kemih,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Alvin menjelaskan bahwa seseorang tidak akan merasakan gejala apa-apa saat batunya masih berukuran kecil. Bahkan terkadang, batu keluar sendiri saat buang air kecil. Kondisinya sering terlihat sebagai kencing berpasir. Namun pada batu yang berukuran lebih besar, keluhan rasa sakit, mual dan susah buang air kecil tak bisa dihindari lagi.

Nah, untuk mencegah terjadinya batu ginjal, berikut beberapa saran dari dr. Alvin yang bisa Anda ikuti:

  • Minum banyak air putih, sehingga produksi urine dapat menjadi 2-2,5 liter per hari.
  • Terapkan diet rendah protein, nitrogen, dan garam.
  • Hindari vitamin C berlebih, terutama yang berasal dari suplemen.
  • Hindari mengonsumsi kalsium secara berlebihan.
  • Konsumsi obat tergantung dari jenis batunya. Beberapa obat yang sering digunakan adalah thiazides, potasium sitrat, magnesium sitrat, dan allopurinol.

Jangan biarkan batu ginjal mengganggu aktivitas Anda, apalagi hingga menurunkan kualitas hidup. Untuk mencegah penyakit ini, maka lebih bijaklah mengonsumsi antibiotik, serta  menerapkan apa yang telah dipaparkan dr. Alvin di atas.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar