Sukses

Sebelum Unggah Foto dan Video Anak di Media Sosial, Baca Ini!

Foto dan video anak yang menggemaskan pasti bikin orang tua ingin mengunggahnya ke media sosial. Boleh saja, tapi jangan abaikan aturan-aturan ini.

Klikdokter.com, Jakarta Mengunggah foto dan video anak ke akun media sosial atau melihat teman-teman yang sudah memiliki anak mengunggah konten tersebut sudah menjadi hal yang sangat lazim. Hal ini terjadi karena banyak orang tua ingin memperlihatkan tingkah laku atau perkembangan anaknya yang cerdas, lucu, dan menggemaskan. Anda juga salah satunya?

Mengunggah berbagai foto dan video anak merupakan hal yang lumrah dilakukan. Namun, Anda harus memperhatikan beberapa rambu-rambu agar unggahan konten tersebut nantinya tidak akan membahayakan anak. Berikut ini adalah enam jenis foto atau video yang tidak boleh Anda unggah di media sosial.

1. Foto dan video anak Anda bersama anak orang lain

Anda mungkin senang dengan momen kebersamaan anak Anda bersama dengan anak lain, misalnya saat mereka bermain bersama, merayakan ulang tahun, dan sebagainya. Namun, Anda perlu menyadari bahwa tak semua orang tua menyukai foto anaknya dipublikasikan di media sosial. Oleh karena itu, hindari mengunggah foto anak Anda bersama dengan anak orang lain. Jika Anda benar-benar ingin melakukannya, minta izin kepada orang tuanya dulu, meski orang tuanya adalah teman atau saudara Anda sendiri. 

2. Foto dan video yang mengekspos bagian tubuh yang sensitif

Di zaman ini, semakin banyak pelaku pedofilia yang beredar di dunia maya. Mungkin Anda masih ingat dengan salah satunya, yaitu sebuah grup di Facebook yang bernama “Official Candy Group”. Grup tersebut berisi kumpulan pelaku pedofilia yang mendapatkan foto anak-anak dari akun media sosial orang tuanya. Untuk menghindari hal ini, jangan mengekspos bagian tubuh anak yang dapat berpotensi membuat pelaku pedofilia “tertarik” dengan anak Anda, misalnya saat anak sedang mandi, hanya menggunakan celana dalam, atau memperlihatkan bagian tubuh lainnya seperti dada, perut, atau paha.

3. Foto dan video real-time beserta informasi lokasi

Banyak orang tua yang senang meng-update hal yang dialami bersama anak secara real-time, misalnya melalui Instagram story, Snapchat, atau Facebook story. Tak jarang, orang tua turut menyertakan lokasi anak berada saat itu. Jika Anda memiliki kebiasaan ini, sebaiknya pertimbangkan untuk meminimalkan atau menghentikannya dari sekarang.

Hal ini dapat membuat semua orang yang mengakses media sosial Anda—apalagi jika akun Anda tidak “digembok”—dapat mengetahui keberadaan anak saat itu. Ini bisa dimanfaatkan oleh berbagai oknum untuk melakukan tindakan kejahatan pada anak Anda.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

4. Menyertakan nama sekolah atau tempat penitipan anak

Sebisa mungkin hindari menyebutkan nama sekolah, tempat penitipan anak, atau tempat lain yang rutin dikunjungi anak. Selain itu, jangan sampai menyebutkan alamat rumah secara lengkap di media sosial. Sama dengan poin sebelumnya, hal ini akan mempermudah orang asing untuk mengetahui keberadaan anak dan memberikan mereka akses untuk melakukan tindakan penculikan pada anak.

5. Foto dan video yang mempermalukan anak

Tingkah laku anak memang lucu dan menggemaskan, dan inilah yang membuat orang tua langsung mengaktifkan fitur foto dan video di smartphone dan segera merekam polah tingkah anak. Sebelum Anda mengunggahnya, cobalah untuk posisikan diri Anda sebagai anak: apakah Anda keberatan jika foto atau video tersebut dilihat banyak orang? Jika foto atau video tersebut dirasa dapat membuat anak menjadi malu atau minder ketika ia melihat konten tersebut saat ia beranjak dewasa, sebaiknya tak usah diunggah.

6. Mengizinkan semua orang mengakses foto dan video anak

Meski internet, khususnya media sosial, membuat banyak orang dengan mudahnya menggunggah segala aspek kehidupan seseorang, bahkan urusan pribadi, seolah membuat banyak orang tak lagi peduli akan privasi. Intinya, berhati-hatilah dalam mengunggah konten mengenai anak di media sosial. Sebagai orang tua, Anda harus menjaga privasi anak. Berikanlah ia ruang kebebasan untuk tumbuh berkembang tanpa harus seluruh dunia mengetahuinya.

Hal ini sebaiknya dihindari. Jadilah selektif untuk menentukan siapa saja yang dapat melihat foto anak Anda. Jika Anda menggunakan aplikasi facebook, atur setting sehingga foto dan video tersebut hanya bisa dilihat oleh teman Anda atau hanya bisa dilihat orang-orang tertentu. Jika menggunakan Instagram, kontrol privasi foto dan video dengan membuat akun Anda private. Dengan demikian, tak semua orang bisa mengakses foto dan video anak Anda dengan mudah.

Di satu sisi, melihat eksistensi anak-anak di media sosial memang menjadi hal yang menarik, menghibur, bahkan juga bisa menginspirasi orang tua lainnya. Namun, di sisi lain tindakan tersebut juga bisa membahayakan anak. Ingat, segala informasi mengenai anak, termasuk foto dan video dirinya, bisa disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab. Agar anak Agar anak terhindar dari bahaya tersebut, perhatikan aturan mengunggah foto dan video anak di media sosial supaya keamanannya tetap terlindungi.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar