Sukses

Sakit Perut setelah Bercinta, Apa Sebabnya?

Sakit perut setelah bercinta mungkin tidak selalu dirasakan setiap wanita. Namun bagi yang merasakan, barangkali akan sangat terganggu.

Klikdokter.com, Jakarta Sakit perut selama atau setelah bercinta dikenal sebagai dyspareunia. Jika terjadi sesekali ini mungkin termasuk normal, misalnya karena penetrasi yang terlalu dalam. Namun, kondisi ini bisa menjadi masalah jika dirasakan terlalu sering sehingga membuat hubungan seksual tidak berjalan normal.

Dyspareunia adalah salah satu keluhan ginekologi yang paling umum. Diduga gangguan kesehatan ini terjadi kepada 8–22% wanita.

Penyebab sakit perut setelah bercinta

Tidak banyak yang tahu bahwa sakit perut setelah bercinta bisa merupakan tanda adanya penyakit tertentu. Berikut adalah beberapa penyebab sakit perut setelah bercinta:

  1. Vaginismus. Ini adalah penyebab umum sakit perut setelah bercinta. Hal ini terjadi akibat spasme pada otot vagina, yang bisa dipicu oleh perasaan tegang atau takut. Misalnya, takut terjadi perlukaan pada vagina saat berhubungan seksual. 
  2. Infeksi vagina. Ini juga termasuk penyebab yang paling sering. Infeksi yang acap terjadi adalah infeksi karena jamur, infeksi saluran kemih, dan lain sebagainya.
  3. Vulvodynia adalah rasa terbakar jangka panjang atau rasa gatal tanpa penyebab medis yang jelas, yang memengaruhi alat kelamin eksternal atau vulva.
  4. Interstitial cystitis, yaitu radang kandung kemih yang dapat menyebabkan rasa sakit di panggul atau perut.
  5. Masalah pada struktur vagina yang menyebabkan obstruksi. Misalnya, cedera atau jaringan parut akibat episiotomi, trauma saat melahirkan, sunat perempuan, selaput dara yang abnormal, dan kista.

Bagaimana cara mengatasinya?

Masalah sakit perut setelah bercinta kadang berlangsung cukup lama dan memengaruhi kegiatan Anda setelahnya. Agar tidak berlarut-larut, lakukan beberapa cara berikut untuk mengatasinya:

1. Minum obat penghilang rasa sakit

Salah satu penanganan efektif untuk kram setelah berhubungan seks adalah obat penghilang rasa sakit. Pereda nyeri dapat mengurangi kram dengan merilekskan otot perut. Contoh obat yang bisa Anda konsumsi adalah parasetamol. Jika tidak berhasil meredam keluhan, konsultasikan dengan dokter agar dapat diberikan obat lain.

2. Kompres hangat

Kompres hangat di bagian perut juga dapat membantu mengurangi kram perut. Anda dapat melakukan ini dengan: mandi air hangat, bantal pemanas, atau botol berisi air hangat. Air hangat mampu meningkatkan aliran darah Anda sehingga dapat menghilangkan rasa sakit.

3. Gunakan pelumas khusus

Jika penyebab sakit perut Anda adalah karena iritasi pada vagina, sebaiknya tambahkan pelumas sebelum mulai berhubungan seksual, terutama bagi Anda yang telah menopause. Namun, hal yang perlu diingat adalah jangan menggunakan pelumas secara sembarangan, misalnya jika Anda memiliki alergi.

4. Tambahkan suplemen

Anda mungkin bisa mencoba menambahkan suplemen ke dalam pola makan Anda, seperti vitamin E, asam lemak omega-3, vitamin B1, vitamin B6, dan magnesium. Suplemen ini dapat membantu meredakan ketegangan di otot, serta mengurangi kram dan nyeri.

5. Berlatih teknik relaksasi

Seks adalah pengalaman yang menyenangkan, tetapi orgasme dapat menegangkan otot vagina Anda. Jika Anda mengalami kram setelah berhubungan seks, teknik relaksasi terkadang dapat membantu meringankan rasa sakit. Peregangan, yoga, pernapasan dalam, dan meditasi bisa efektif.

6. Perhatikan gaya hidup

Jika Anda mengalami kram setelah berhubungan seks dan memiliki kebiasaan merokok serta minum alkohol, sebaiknya pertimbangkan kembali matang-matang. Dua kebiasaan tersebut akan membuat kram Anda lebih buruk.

Jika cara-cara tersebut tidak berhasil membantu mengurangi kram atau sakit perut setelah berhubungan intim, sebaiknya Anda langsung periksakan ke dokter. Dokter akan membantu Anda mencari penyebab yang mendasari dan menangani dengan tepat sesuai pemicunya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar