Sukses

Mengenal Gangguan Ginjal yang Dialami Melania Trump

Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, menjalani prosedur medis pada Senin (14/05) karena mengalami gangguan ginjal.

Klikdokter.com, Jakarta Gedung Putih di Amerika Serikat mengumumkan Melania Trump tengah menjalani prosedur embolisasi pada hari Senin (14/05) untuk menangani gangguan ginjalnya. Menurut informasi yang disampaikan, prosedur yang dijalani oleh istri Presiden Donald Trump tersebut, berjalan dengan lancar dan tidak terdapat adanya komplikasi.

“Pagi ini, Ibu Negara Melania Trump menjalani prosedur embolisasi untuk mengobati kondisi ginjal jinak yang dialaminya. Prosedur tersebut berhasil, dan tidak ada komplikasi,” kata Stephanie Grisham dari Gedung Putih, dalam sebuah pertanyaan kepada pers, dikutip dari CNN.

“Nyonya Trump dirawat di Walter Reed National Military Medical Center dan kemungkinan akan tetap di sana selama seminggu. Beliau berharap dapat pulih secara penuh sehingga dapat melanjutkan pekerjaannya.”

Namun, kondisi kelainan ginjal jinak yang dialami oleh Melania Trump tidak diinformasikan lebih lanjut. Lalu, jenis kelainan ginjal apa saja yang biasanya ditangani dengan embolisasi?

● Angiomiolipoma

Terdapat salah satu jenis tumor pada ginjal yang disebut angiomiolipoma, yang merupakan kumpulan pembuluh darah dan sel lemak, serta kadang mencakup sel otot.

Tumor ini termasuk jinak, tetapi terkadang dapat menyebabkan ketidaknyamanan ataupun perdarahan pada pasien. Karena itu, embolisasi dapat menjadi salah satu pilihan penanganan untuk kondisi ini.

● Arteriovenous Malformation

Salah satu kondisi lain yang juga dapat ditangani dengan prosedur embolisasi adalah arteriovenous malformation (AVM). AVM dapat terjadi pada pembuluh darah di berbagai bagian tubuh, salah satunya pembuluh darah ginjal.

Pada AVM, didapatkan adanya gabungan arteri dan vena yang berkelompok secara abnormal. Walaupun jinak seperti angiomiolipoma, salah satu keluhan yang juga dapat terjadi adalah terdapatnya darah pada urine.

Prosedur embolisasi, apa itu?

Dr. Mark S. Litwin, profesor dan kepala departemen urologi di University of California, Los Angeles, menjelaskan kepada Los Angeles Times bahwa tujuan dari embolisasi adalah untuk menghentikan aliran darah ke suatu bagian tubuh yang mengalami lesi.

Prosedur embolisasi melibatkan kateter atau selang tipis yang berongga. Kateter ini dimasukkan melalui salah satu pembuluh darah arteri pada tubuh. Umumnya, selang kateter dimasukkan melalui pembuluh darah arteri di paha bagian dalam, lalu ditelusuri ke pembuluh darah aorta dan kemudian mencapai arteri renalis, pembuluh darah arteri utama yang menuju ke ginjal.

Setelah itu, kateter diarahkan menuju pembuluh darah arteri yang memasok darah ke bagian dengan lesi jinak yang dialami. Lalu, begitu kateter tiba di arteri yang dituju, umumnya dimasukkan suatu alat yang disebut coil.

Coil tersebut berguna untuk menghambat aliran darah dari pembuluh darah arteri ke area di mana terdapat lesi jinak tersebut. Dengan demikian, aliran darah ke bagian lesi jinak tersebut menjadi terhenti.

Prosedur embolisasi umumnya berlangsung sekitar satu hingga dua jam. Setiap prosedur medis memiliki beberapa potensi efek samping yang dapat terjadi. Efek samping yang dapat terjadi pasca tindakan embolisasi antara lain pembengkakan atau lebam, serta rasa tidak nyaman pada titik akses pembuluh darah. Biasanya, efek samping yang terjadi merupakan derajat ringan dan dapat diatasi.

Dengan dilakukannya prosedur embolisasi tersebut, diharapkan kondisi Melania Trump dapat segera pulih dari gangguan ginjal, serta beliau dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-harinya dengan baik.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar