Sukses

Kondisi yang Perlu Diketahui bagi Ibu Hamil 9 Bulan

Masa ibu hamil 9 bulan sangatlah penting, karena dalam hitungan hari akan menghadapi persalinan. Apa saja yang perlu diperhatikan?

Klikdokter.com, Jakarta Saat hamil 9 bulan, janin sedang berada di dalam tahap penyempurnaan dan telah memenuhi seluruh rongga rahim. Dalam beberapa hari lagi, ibu hamil akan menjalani proses persalinan. Di masa akhir kehamilan tersebut, ibu hamil perlu mengetahui berbagai informasi agar dapat menjalani masa kehamilan 9 bulan dengan tenang.

Penyebab keluhan saat hamil 9 bulan

Pada masa kehamilan 9 bulan, biasanya ibu hamil akan mengalami berbagai kondisi yang mengganggu kenyamanan dalam beraktivitas. Beberapa kondisi tersebut seperti peningkatan frekuensi ke kamar mandi, sesak karena tekanan di area diafragma, serta heartburn.

Oleh sebab itu, para ibu hamil perlu mengetahui penyebab berbagai keluhan saat hamil 9 bulan. Berikut ini adalah beberapa penyebab yang dilansir dari Babyologist:

1. Perut terasa kencang

Hal ini merupakan keluhan utama pada ibu hamil tua. Kondisi ini sering membuat ibu hamil merasa tak nyaman atau bahkan panik. Meski demikian, kondisi ini.ternyata sangat wajar terjadi, karena seiring perkembangan janin dan rahim yang semakin membesar.

2. Kaki membengkak

Selain sakit punggung dan rasa nyeri pada area pinggang, ternyata ibu hamil 9 bulan juga sering mengalami kaki yang semakin membengkak. Memang, sih, kondisi ini cukup mengganggu aktivitas. Tapi, tak perlu khawatir.

Membengkaknya kaki terjadi karena kelebihan cairan, kurang gerak, dan aliran darah yang kurang lancar. Ibu hamil dapat lebih aktif bergerak untuk mengurangi bengkak yang timbul.

3. Keluarnya darah dan lendir dari vagina

Munculnya darah atau lendir tentunya menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi ibu hamil. Jika hal ini terjadi, tandanya persalinan semakin dekat. Segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

4. ASI yang tak kunjung keluar

Salah satu hal yang menyebabkan ASI tidak keluar adalah kondisi psikis ibu hamil yang mungkin mengalami stres. Sehingga, hormon progesteron dan estrogen yang membantu proses pembentukan ASI tak dapat bekerja dengan maksimal.

Untuk mengatasinya, Anda hanya perlu relaks dan jangan terlalu banyak pikiran. Selain itu, jangan sungkan bertanya pada dokter untuk menanyakan makanan yang dapat merangsang keluarnya ASI.

Kebutuhan kalori ibu hamil

Tiga bulan terakhir kehamilan atau biasa disebut dengan trimester ketiga kehamilan, menurut dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, ibu hamil akan membutuhkan kalori tambahan sekitar 200 kalori dalam sehari. Jadi, total kalori yang dibutuhkan di usia 9 bulan adalah 2.200 kalori.

“Rekomendasi nilai kalori ini didasarkan pada ukuran rata-rata setiap orang. Namun, untuk menentukan jumlah kalori yang sebenarnya, diperlukan faktor-faktor seperti berat badan, aktivitas, dan jenis kehamilan kembar atau tidak,” jelasnya.

Kemudian dr. Mely juga memaparkan pentingnya asupan makanan yang bergizi menjelang persalinan. Makanan yang dikonsumsi ibu hamil ditujukan untuk memberikan energi yang cukup untuk persiapan melahirkan.

“Melahirkan merupakan proses yang melelahkan dan mengeluarkan banyak tenaga. Oleh sebab itu, wanita hamil harus memiliki energi yang cukup. Asupan vitamin K juga dibutuhkan untuk membantu mempercepat pembekuan darah usai persalinan,” tambah dr. Mely.

Kandungan vitamin K ini bisa Anda peroleh dari mengonsumsi roti gandum, buah melon, kacang hijau, dan pasta.

Amankah berhubungan seks?

Kebutuhan untuk berhubungan seksual tentunya akan muncul di saat Anda sedang hamil tua sekalipun. Mitos yang beredar, hubungan seksual di saat hamil 9 bulan dapat memengaruhi janin. Padahal, menurut dr. Resthie Rachmanta Putri dari KlikDokter, saat kondisi kehamilan sehat, hubungan seksual sah-sah saja.

Pada usia kehamilan berapapun, hubungan seksual dengan ejakulasi di dalam tak masalah jika ingin dilakukan. Asalkan, kehamilan sehat dan tidak ada keluhan yang mengikuti hubungan seksual, seperti flek pendarahan, cairan ketuban yang merembes, kontraksi rahim yang terus-menerus, serta adanya riwayat keguguran.

“Janin tidak akan terpengaruh karena dilindungi oleh plasenta, dan kontraksi rahim yang timbul saat orgasme sebenarnya tidak cukup kuat untuk memicu persalinan,” jelas dr. Resthie.

Jika Anda tengah hamil tua dan ingin melakukan hubungan seks, dr. Resthie menyarankan Anda untuk melakukannya dengan posisi yang aman, yakni posisi yang tidak menimbulkan tekanan pada perut atau rahim.

Anda dapat mencoba posisi berbaring di tepi ranjang, sehingga pasangan dapat berdiri menghadap Anda. Posisi ini membantu mencegah pasangan menimpa perut Anda.

Demikianlah beberapa informasi penting yang wajib Anda ketahui saat hamil 9 bulan. Sebagai ibu hamil, tentunya Anda disarankan untuk menjalankan segala hal yang direkomendasikan oleh dokter. Dengan demikian, kehamilan Anda akan terasa lebih nyaman. Anda pun akan lebih tenang dalam menghadapi persalinan. Baca artikel sejenis di sini.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar