Sukses

Mengobati Penyakit Tak Melulu Butuh Antibiotik

Antibiotik bukanlah obat untuk segala jenis penyakit. Obat ini hanya dapat digunakan untuk penyakit tertentu. Simak selengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Antibiotik sering dijadikan sebagai obat utama untuk mengatasi berbagai jenis penyakit. Ini karena antibiotik kerap dianggap sebagai “obat dewa”, sehingga bila belum mengonsumsinya penyakit tak akan sembuh.

Tidak dimungkiri, sebagian penyakit memang membutuhkan antibiotik dalam penanganannya. Namun ini bukan berarti antibiotik dapat mengobati segala jenis penyakit.

Mengungkap fakta seputar antibiotik

Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi antibiotik, berikut lima fakta yang perlu Anda tahu seputar “obat dewa” tersebut:

● Antibiotik bukan obat segala penyakit

Sejatinya, antibiotik adalah obat yang hanya dapat digunakan untuk mengatasi penyakit akibat infeksi bakteri. Dengan kata lain, penggunaan antibiotik pada penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus tak akan membawa kesembuhan.

● Sembarang konsumsi antibiotik dapat memicu masalah baru

Antibiotik yang tidak dikonsumsi sesuai dengan indikasi penyakit dapat membawa masalah baru, yaitu resistensi antibiotik. Ini adalah keadaan ketika bakteri penyebab penyakit memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk menangkal efek antibiotik. Jadi, antibiotik yang sebelumnya mampu mengatasi penyakit tak lagi bisa memberikan manfaat yang sama.

● Antibiotik memiliki jenis yang berbeda

Antibiotik yang diresepkan dokter untuk mengatasi penyakit diare tak akan memberikan manfaat signifikan bila dikonsumsi oleh pasien sinusitis. Ini karena penggunaan antibiotik tidak dapat disamaratakan.

● Dosis antibiotik tidak melulu sama

Antibiotik perlu dikonsumsi sesuai dengan kondisi masing-masing pasien, sekalipun penyakitnya sama. Artinya, bila Anda mengalami suatu penyakit akibat infeksi bakteri yang serupa dengan teman, bukan berarti dosis antibiotik yang dikonsumsi akan sama persis.

Cegah resistensi antibiotik sekarang juga!

Resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan dunia, termasuk Indonesia. Data yang ada menyebutkan, resistensi antibiotik yang semakin merebak diperkirakan akan menyebabkan 10 juta kematian pada tahun 2050.

Guna mencegah terjadinya fenomena tersebut, Lifebuoy dan Klik-Apotek.com menggelar seminar dengan tajuk “More Protection Less Antibiotics” di Santika Premiere Hayam Wuruk, Jakarta, Sabtu (12/5).

Seminar tersebut mengajak para dokter Indonesia untuk tidak sembarang meresepkan antibiotik pada setiap pasien yang datang. Ini berarti, pasien juga harus bertindak lebih bijak dengan tidak mengandalkan antibiotik sebagai obat-obatan utama, apalagi bila penyakit bukan disebabkan oleh infeksi bakteri.

Adapun beberapa tindakan yang perlu Anda lakukan untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik, yaitu:

  • Tidak membeli atau mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter apa pun alasannya.
  • Jangan membeli ulang antibiotik tanpa berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter.
  • Hindari meniru dosis antibiotik yang diberikan untuk orang lain sekalipun penyakitnya sama.
  • Hanya konsumsi antibiotik sesuai dengan anjuran dokter sampai habis.

Tak berhenti di situ, Anda juga dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan tangan setiap waktu. Caranya adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Tindakan sederhana ini terbukti efektif mencegah dan menurunkan risiko penularan penyakit infeksi.

Ayo, jadi bagian yang turut ambil peran dalam mencegah terjadinya resistensi antibiotik. Jangan lupa untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat, berolahraga secara teratur, serta mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara rutin, ya!

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar