Sukses

Benarkah Racun Kalajengking Dapat Mengobati Malaria?

Racun kalajengking diyakini dapat mengobati malaria. Ini faktanya.

Klikdokter.com, Jakarta Belakangan racun kalajengking menjadi pembahasan yang tak ada habisnya. Orang-orang dihebohkan dengan nilai jualnya yang tinggi hingga manfaat kesehatannya. Ada yang mengatakan bahwa racun hewan nokturnal ini berguna untuk pereda rasa sakit sampai pengobatan malaria. Apa benar demikian?

Racun kalajengking menjadi sorotan setelah Presiden Joko Widodo memaparkan betapa berharganya racun mematikan tersebut. Bayangkan saja, harga 1 liter racun kalajengking ditaksir dapat mencapai 145 miliar rupiah. Nilai yang sungguh fantastis untuk racun yang berasal dari hewan yang masih berkerabat dengan laba-laba ini.

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa racun kalajengking bisa memiliki harga yang sangat tinggi. Selain dari cara pengambilannya yang sangat sulit, seekor kalajengking juga hanya bisa menghasilkan racun dalam jumlah sedikit. Racun hanya bisa ‘dipanen’ maksimal tiga kali seminggu –itupun dengan mengorbankan waktu hidup sang kalajengking menjadi lebih pendek.

Karena itulah, tak heran orang-orang mulai (dan makin) penasaran dengan jenis racun satu ini.

Melawan Malaria

Malaria adalah penyakit endemis yang masih ‘betah’ mendiami beberapa provinsi di Indonesia, bahkan dunia. Penyakit tropis yang disebabkan oleh parasit Plasmodium ini ditularkan melalui nyamuk Anopheles.

Dari 248 kota di Indonesia yang endemis malaria, daerah yang dikategorikan sebagai endemis tinggi malaria adalah Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Berbagai cara telah dilakukan untuk melawan penyebaran malaria di Indonesia. Mulai dari penggunaan mosquito repellent (losion anti-nyamuk), kelambu, dan membunuh jentik-jentik nyamuk. Selain itu, obat-obatan juga telah ditemukan untuk mengobati korban malaria. Meski demikian, makin lama obat-obatan tersebut menjadi kurang bermanfaat, dengan meningkatnya resistansi parasit malaria terhadap obat tersebut.

Karena itu, para ahli pun memutar otak untuk mencari alternatif lain untuk mencegah dan mengobati malaria. Salah satu metode yang menjanjikan untuk melawan malaria adalah racun kalajengking.

Racun Kalajengking dan Malaria

Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Maryland, Amerika Serikat, menemukan bahwa racun kalajengking dapat digunakan untuk menumbuhkan suatu jamur yang dapat membunuh nyamuk Anopheles yang menjadi vektor parasit malaria.

Jamur tersebut telah diakui aman oleh Environmental Protection Agency di Amerika Serikat, dan tidak membahayakan tanaman, hewan lain, maupun lingkungan sekitarnya.

Di samping itu, peneliti juga menemukan bahwa racun kalajengking juga dapat melumpuhkan sistem saraf nyamuk dan membuatnya kehilangan nafsu makan, sehingga menurunkan keinginan untuk menggigit manusia.

Dengan metode tersebut, diharapkan penularan penyakit malaria dari nyamuk kepada manusia dapat dicegah.

Selain berperan dalam menjegal nyamuk Anopheles sebagai agen penyebaran penyakit malaria, ternyata racun kalajengking juga memiliki suatu protein yang disebut scorpine. Protein ini diyakini dapat menghambat parasit malaria untuk berkembang biak.

Harapan Baru

Melihat temuan di atas, dapat diketahui bahwa racun kalajengking memiliki berbagai mekanisme yang berbeda dalam melawan aksi penyakit malaria dalam menjangkiti manusia.

Dengan makin berkembangnya penelitian dan teknologi dalam bidang kedokteran, diharapkan racun kalajengking dapat segera digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit malaria, serta terjangkau oleh semua orang yang membutuhkannya.

Meskipun racun kalajengking berpotensi digunakan untuk pengobatan malaria, Anda tetap harus berobat kepada dokter jika merasa memiliki malaria, dan sebaiknya tidak mencoba-coba pengobatan alternatif yang belum tentu efektif.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar