Sukses

Bolehkah Penderita Hipertensi Donor Darah?

Beberapa ketentuan berikut perlu diperhatikan oleh para penderita hipertensi bila ingin melakukan donor darah. Apa saja? Cek di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Satu tindakan sederhana yang dapat mendatangkan dampak besar adalah donor darah. Melalui donor darah, seseorang dapat menjadi penyelamat hidup orang lain. Dulu kala, donor darah belum umum dikenal, apalagi untuk dilakukan secara massal dan sukarela. Namun, seiring dengan meningkatnya pemahaman akan kesehatan dan manfaatnya, semakin banyak orang yang dengan senang hati mendonorkan darahnya. Meski demikian, ada hal-hal yang harus diperhatikan, seperti bolehkah penderita hipertensi donor darah?

Manfaat donor darah bagi kesehatan

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu diketahui bahwa donor darah tidak hanya bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan, tapi juga bagi pendonor itu sendiri. Berbagai manfaat tersebut antara lain:

● Menstimulasi pembentukan sel darah merah

Saat Anda mendonorkan darah, secara otomatis tubuh akan kehilangan sejumlah sel darah merah. Hal ini akan memicu sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah kembali. Keuntungannya, Anda akan mendapat pasokan sel darah yang baru.

● Menurunkan berat badan

Selain darah, sejumlah kalori pun ikut terbakar ketika mendonorkan darah. Hal ini akan membantu menurunkan berat badan bagi Anda yang memiliki kelebihan berat badan.

● Mendeteksi penyakit

Sebelum melakukan donor darah, petugas akan melakukan pemeriksaan darah. Tak jarang, beberapa penyakit serius baru terdeteksi saat akan melakukan donor darah, seperti hepatitis B, malaria, bahkan HIV.

● Manfaat psikologis

Mengetahui bahwa Anda telah melakukan suatu hal baik bagi sesama, seperti donor darah, tentu akan memberikan perasaan bahagia tersendiri.

Dengan banyaknya manfaat bagi kesehatan, kini semakin banyak orang yang ingin menjadikan donor darah sebagai kegiatan rutin. Niat tersebut kini dipermudah dengan adanya Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) di berbagai tempat publik, seperti mal dan kampus.

Meski demikian, beberapa kondisi sering membuat orang ragu untuk donor darah. Salah satunya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Para penderita hipertensi umumnya merasa enggan untuk melakukan donor darah. Bagaimana faktanya?

1 dari 2 halaman

Bolehkah penderita hipertensi donor darah?

Pengukuran tekanan darah adalah hal wajib yang dilakukan sebelum seseorang mendonorkan darahnya. Pengukuran ini harus dilakukan oleh tenaga profesional, dengan alat yang terstandar, sebanyak minimal dua kali untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan rentang tekanan darah yang aman untuk tindakan donor darah, yaitu antara 100-140/60-90 mmHg. Namun, secara umum setiap orang dapat mendonorkan darahnya bila tekanan darahnya <180/90 mmHg. Dengan demikian, sebenarnya penderita hipertensi boleh mendonorkan darahnya selama tekanan darah di bawah angka tersebut.

Penderita hipertensi yang mengonsumsi obat antihipertensi juga boleh melakukan donor darah. Sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa obat-obatan antihipertensi dapat menimbulkan efek samping baik bagi pendonor maupun penerima darah.

Donor darah secara rutin justru berhubungan dengan penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Hal ini dinyatakan oleh sebuah hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Transfusion. Dari sini, asalkan tekanan darah memenuhi syarat seperti yang dijabarkan sebelumnya, tak ada alasan atau hambatan bagi penderita hipertensi untuk mendonorkan darahnya.

Syarat-syarat untuk mendonorkan darah

Selain memperhatikan tekanan darah, berikut ini adalah berbagai syarat umum yang harus dipenuhi sebelum donor darah:

  • Usia minimum 17 tahun dan maksimal 65 tahun. Mereka yang berusia 17 tahun harus melampirkan izin tertulis dari orang tua untuk mendonorkan darah.
  • Berat badan minimal 45 kg.
  • Suhu tubuh tidak lebih dari 37,5o Celcius.
  • Tidak sedang demam, batuk, dan pilek. Bila Anda mengalami keluhan tersebut, sebaiknya menunggu selama 14 hari untuk melakukan donor darah.
  • Kadar hemoglobin minimal 12 g/dL untuk wanita, sedangkan 13 g/dL untuk pria.
  • Tidak sedang hamil atau enam bulan pasca persalinan.
  • Tidak sedang menyusui.
  • Jarak antara satu donor darah dengan donor darah berikutnya minimal 12 minggu untuk pria dan 16 minggu untuk wanita.

Hipertensi tidak harus menjadi penghalang seseorang untuk mendonorkan darahnya. Apabila memenuhi syarat-syarat yang disebutkan di atas, penderita hipertensi tetap berkesempatan untuk menjadi pahlawan bagi sesamanya, sekaligus merasakan manfaat kesehatan untuk dirinya sendiri, melalui donor darah.

[RN/ RVS]

2 Komentar