Sukses

Masalah Gigi dan Mulut pada Lansia

Pada fase lansia biasanya akan mulai muncul berbagai penyakit, termasuk masalah gigi dan mulut. Ketahui penyakit gigi dan mulut pada lansia berikut ini.

Kesehatan rongga mulut termasuk bagian dari kesehatan seluruh tubuh. Nah, menjaga kesehatan rongga mulut untuk lansia berbeda dan lebih sulit.

Karena, seiring dengan pertambahan umur, fungsi organ tubuh para lansia umumnya akan menurun. Penurunan kondisi tersebut juga terjadi pada gigi dan mulut.

Untuk mencegah dan merawat penyakit gigi dan mulut pada lansia, perlu rencana perawatan yang harus disesuaikan per individu. Sebab, tiap lansia mempunyai kondisi umum yang berbeda-beda.

Selain itu, untuk mengatasi masalah gigi lansia, dokter gigi perlu berintegrasi dengan dokter di bagian lain terkait kondisi yang sedang dialami.

Berikut ini beberapa penyakit gigi dan mulut pada lansia yang perlu diwaspadai!

1 dari 4 halaman

1. Karies Gigi

Masalah gigi ini paling umum terjadi pada lansia. Faktor-faktor penyebabnya antara lain meningkatnya kebutuhan perawatan dan pemeliharaan kesehatan gigi, perubahan air ludah akibat faktor penuaan, dan pola makan tidak seimbang.

Lalu, terbukanya sebagian akar gigi akibat penurunan gusi dan pemakaian obat-obatan yang menyebabkan mulut kering juga jadi penyebab.

Perawatan karies gigi pada lansia dulu lebih banyak diatasi dengan pencabutan gigi dibanding dengan merawatnya. Akibatnya, lansia banyak mengalami kehilangan gigi di masa tuanya.

Sebenarnya, prosedur yang paling baik dalam mengatasi karies gigi pada lansia adalah menghilangkan bagian terkena karies dan menambalnya dengan bahan tambal yang dapat 'release' fluor.

Jadi selain berfungsi utk menutup lubang, sekaligus memberikan perlindungan tambahan untuk gigi tersebut.

Hal ini untuk memperbaiki kualitas hidup para pasien lansia dalam menjaga gigi asli mereka.  Di samping itu, juga untuk menghindari pemakaian gigi palsu, baik jenis lepasan atau permanen.

Artikel Lainnya: Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut bagi Lansia

2. Penyakit Jaringan Penyangga Gigi

Penyakit jaringan penyangga gigi atau periodontal merupakan penyakit kronis yang meliputi kerusakan pada jaringan lunak, seperti gusi dan tulang alveolar pembentuk dan pendukung soket gigi.

Gangguan ini merupakan masalah yang paling sering ditemukan pada lansia. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan plak dan karang gigi.

Akibatnya, menyebabkan peradangan gusi sampai kerusakan tulang alveolar. Selain bisa menyebabkan kehilangan gigi, penyakit periodontal juga bisa berdampak pada keadaan sistemik.

Penyakit serius yang sering dikaitkan dengan penyakit periodontal adalah diabetes mellitus dan penyakit jantung.

Lansia yang menderita diabetes mellitus dengan gula darah tinggi akan mengalami penyakit periodontitis lebih berat.

Perawatan yang tepat saat menangani periodontitis terbukti dapat memperbaiki kadar gula darah pasien tersebut.

Artikel Lainnya: Lansia Rentan Alami Bau Mulut?

2 dari 4 halaman

3. Edentulism atau Kehilangan Seluruh Gigi

Masalah kesehatan gigi dan mulut pada lansia yang juga banyak dijumpai adalah kehilangan seluruh gigi.

Efek dari kehilangan seluruh gigi yang utama adalah masalah pengunyahan dan ketidakseimbangan nutrisi.

Hal ini akan mengakibatkan penurunan kualitas hidup, bahkan berkontribusi dalam faktor penyebab kematian.

Pasien dengan kehilangan seluruh gigi sudah pasti akan menggunakan gigi palsu jenis lepasan.

Permukaan gigi palsu berbahan akrilik tersebut biasanya banyak mengandung bakteri Lactobacillus.

Ini karena pada permukaan akrilik dan logam akan mudah terjadi penumpukan plak gigi.

Bakteri anaerob dalam rongga mulut tersebut berperan dalam terjadinya gejala penyakit pneumonia.

Selain itu, dampak pemakaian gigi palsu lepasan pada lansia bisa mengakibatkan sariawan atau luka pada gusi dan pipi.

Hal ini dikarenakan pola makan dan hidup yang tidak sehat. Ditambah lagi dengan kondisi rongga mulut yang buruk, serta konsumsi alkohol dan tembakau yang berlebihan.

Oleh karena itu, perawatan dan pembersihan gigi palsu secara rutin pada lansia sangat penting agar terhindar dari masalah kesehatan lainnya.

Artikel Lainnya: Perawatan Gigi yang Tak Boleh Dilewatkan

4. Mulut Kering

Pada lansia, biasanya terjadi kondisi mulut kering (xerostomia) dan menurunnya fungsi kelenjar ludah.

Faktor penyebabnya antara lain pemakaian obat antihipertensi, antidepresan, dan antipsikosis, serta kondisi umum tubuh yang buruk. Hal ini lebih banyak terjadi pada wanita lansia.

Para lansia yang mengalami kondisi ini memerlukan pencegahan untuk mengatasi penurunan jumlah air ludah. Termasuk juga pencegahan karies gigi, penyakit periodontal, dan jamur candidiasis.

3 dari 4 halaman

5. Kanker Mulut

Jenis kanker ini terbanyak ke-8 di seluruh dunia, meliputi bibir, rongga mulut, dan nasofaring. Kanker mulut juga merupakan ancaman bagi orang dewasa dan lansia di negara maju maupun miskin.

Angka kejadiannya lebih banyak terjadi pada pria. Risikonya bisa meningkat dengan bertambahnya usia. Kanker mulut biasanya muncul pada usia sekitar 65 tahun.

Artikel Lainnya: Benarkah Gigi Berlubang Bisa Picu Penyakit Jantung?

6. Gigi Mulai Aus dan Berubah Warna

Masalah kesehatan gigi lainnya pada lansia adalah gigi yang mulai aus dan berubah warna.

Hal ini disebabkan oleh penggunaan gigi jangka panjang. Akhirnya, permukaan gigi yang tadinya memiliki guratan dan celah halus jadi menghilang dan permukaan gigi terlihat seperti permukaan yang rata.

Selain itu, terjadi juga perubahan pada lapisan dentin yang memengaruhi ketebalan dan kekuatannya. Warna gigi pun jadi berkurang ketransparanannya. Jadi, akan terlihat kekuningan seperti warna asli lapisan dentin.

Oleh karena itu, perawatan penyakit gigi dan mulut pada lansia sebaiknya disertai tindakan pencegahan.

Contohnya, rutin membersihkan karang gigi dan plak gigi enam bulan sekali, menyikat gigi dengan metode bass dengan sikat gigi yang lembut, dan berkumur dengan larutan kumur.

Cara-cara tersebut setidaknya dapat membersihkan permukaan gigi dan gigi palsu dari plak gigi dan sisa makanan.

Lalu, Anda juga bisa mengajarkan lansia untuk melakukan pembersihan gigi palsu. Agar masalah gigi dan mulut dapat dihindari, lansia yang memakai gigi palsu sebaiknya menyikat dan membilas gigi palsu sebelum dan sesudah merendamnya di dalam cairan pembersih khusus.

Hal yang terpenting, lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi untuk menghindari masalah gigi dan mulut. Tidak hanya bagi lansia, tapi juga untuk semua rentang usia!

Nah, bila ingin konsultasi awal ke dokter gigi lebih cepat, pakai LiveChat dari Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar