Sukses

5 Masalah Gigi dan Mulut pada Lansia

Pada fase lansia biasanya akan mulai muncul berbagai penyakit, termasuk masalah gigi dan mulut seperti berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Seiring dengan bertambahnya usia, para lansia biasanya akan mengalami penurunan fungsi organ tubuh. Penurunan kondisi tersebut juga terjadi pada organ dan jaringan yang terdapat di dalam gigi dan mulut.

Hal inilah yang terkadang menyebabkan lansia menderita penyakit baru, yang mungkin sebelumnya tidak terdeteksi. Masalah gigi dan mulut pada lansia antara lain :

1. Karies gigi

Merupakan masalah gigi yang paling umum dijumpai pada lansia. Faktor-faktor penyebabnya antara lain meningkatnya kebutuhan akan perawatan dan pemeliharaan kesehatan gigi, perubahan air ludah akibat faktor penuaan, pola makan yang tidak seimbang, terbukanya sebagian akar gigi akibat penurunan gusi dan juga akibat pemakaian obat-obatan yang menyebabkan mulut menjadi  kering.

Perawatan karies gigi pada lansia dulu lebih banyak diatasi dengan pencabutan gigi dibanding dengan merawatnya. Akibatnya, lansia banyak mengalami kehilangan gigi di masa tuanya.

Sebenarnya prosedur yang paling baik dalam mengatasi masalah karies gigi pada lansia adalah dengan menghilangkan jaringan gigi yang terkena karies gigi. Selain itu juga menitikberatkan pada pemberian mineral fluoride pada gigi.

Hal ini dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas hidup para pasien lansia dalam menjaga gigi asli mereka.  Di samping itu juga untuk menghindari pemakaian gigi palsu, baik dengan jenis lepasan atau permanen, yang dalam bahasa medis disebut cekat.

2. Penyakit jaringan penyangga gigi

Penyakit periodontal merupakan penyakit kronis yang meliputi kerusakan pada jaringan lunak seperti gusi dan tulang alveolar pembentuk dan pendukung soket gigi. Gangguan ini merupakan masalah yang paling sering ditemukan pada lansia.

Penyakit ini disebabkan oleh penumpukan plak dan karang gigi, sehingga menyebabkan peradangan gusi sampai kerusakan tulang alveolar. Selain bisa menyebabkan kehilangan gigi, penyakit periodontal juga bisa berdampak pada keadaan sistemik.

Penyakit serius yang sering dikaitkan dengan penyakit periodontal adalah diabetes mellitus atau kencing manis dan penyakit jantung.

Pada lansia penderita diabetes mellitus dengan gula darah yang tinggi akan mengalami penyakit periodontitis lebih berat. Perawatan yang tepat saat menangani periodontitis terbukti dapat memperbaiki kadar gula darah pasien tersebut.

3. Edentulism atau kehilangan seluruh gigi

Efek dari kehilangan seluruh gigi yang paling utama adalah masalah pengunyahan dan ketidakseimbangan nutrisi. Hal ini akan mengakibatkan penurunan kualitas hidup bahkan berkontribusi dalam faktor penyebab kematian.

Pasien dengan kehilangan seluruh gigi sudah pasti akan menggunakan gigi palsu jenis lepasan. Permukaan gigi palsu berbahan akrilik ini biasanya banyak mengandung bakteri Lactobacillus, karena pada permukaan plastik dan logam akan mudah terjadi pembentukan lapisan biofilm.

Bakteri anaerob dalam rongga mulut tersebut memiliki peran penting dalam terjadinya gejala penyakit pneumonia. Selain itu, dampak pemakaian gigi palsu lepasan pada lansia bisa mengakibatkan sariawan atau luka pada jaringan lunak.

Hal ini dikarenakan pola makan dan pola hidup yang tidak sehat. Ditambah lagi dengan kondisi rongga mulut yang buruk, konsumsi alkohol serta tembakau yang berlebihan. Oleh karena itu perawatan dan pembersihan yang rutin dari gigi palsu pada lansia sangat penting agar terhindar dari masalah kesehatan lainnya.

4. Mulut kering pada lansia

Dengan meningkatnya angka harapan hidup bagi lansia, meningkat pula masalah mulut kering yang terjadi. Pada lansia biasanya terjadi kondisi mulut kering (xerostomia) dan menurunnya fungsi kelenjar ludah.

Faktor penyebabnya antara lain adalah akibat dari pemakaian obat antihipertensi, antidepresan dan anti psikosis, serta kondisi umum tubuh yang buruk. Hal ini lebih banyak terjadi pada wanita lansia.

Para lansia yang mengalami kondisi ini memerlukan pencegahan untuk mengatasi menurunnya jumlah air ludah, termasuk juga pencegahan karies gigi, penyakit periodontal dan jamur candidiasis.

5. Kanker mulut

Merupakan jenis kanker terbanyak ke-8 di seluruh dunia, meliputi bibir, rongga mulut, dan nasofaring. Kanker mulut juga merupakan ancaman bagi orang dewasa dan lansia di negara maju maupun negara miskin.

Angka kejadiannya lebih banyak terjadi pada kaum pria, dan kemungkinannya bisa meningkat dengan bertambahnya usia. Kanker mulut biasanya muncul pada usia sekitar 65 tahun.

Untuk itu perawatan gigi dan mulut para lansia sebaiknya juga disertai tindakan pencegahan seperti rutin membersihkan karang gigi dan plak gigi 6 bulan sekali, menyikat gigi menggunakan metode bass dengan sikat gigi yang lembut, dan berkumur dengan larutan kumur.

Cara tersebut setidaknya dapat membersihkan permukaan gigi dan jaringan lunak lainnya. Anda juga boleh mengajarkan lansia untuk melakukan pembersihan gigi palsu menggunakan cara di atas.

Agar terhindar dari masalah gigi dan mulut, para lansia yang menggunakan gigi palsu juga dianjurkan untuk menyikat serta membilas gigi sebelum dan sesudah merendamnya dalam cairan khusus pembersih. Yang terpenting, jalani pemeriksaan rutin ke dokter gigi untuk menghindarkan masalah gigi dan mulut.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar