Sukses

Dampak Buruk Infeksi Bakteri E.coli pada Anak

Escherichia coli alias E.coli merupakan bakteri berbahaya yang sering menginfeksi anak. Ini dampak buruknya.

Klikdokter.com, Jakarta Diare adalah penyakit yang sering menyerang anak. Keadaan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya infeksi virus dan bakteri. Di antara sekian mikroorganisme yang dapat menyerang usus anak, Escherichia coli atau bakteri E.coli merupakan salah satunya.

Terdapat banyak jenis bakteri E.coli. Sebagian besar E.coli sebenarnya tidak berbahaya, dan tinggal di dalam usus manusia. Meski demikian, beberapa jenis E.coli merupakan bakteri jahat yang dapat menyebabkan penyakit.

Bahaya Bakteri E.coli

Anak dapat terinfeksi bakteri E.coli melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Contohnya adalah daging yang dimasak kurang matang, susu yang belum dipasteurisasi, serta sayuran, buah atau air yang tidak terjaga kebersihannya.

Bakteri E.coli jahat yang masuk melalui makanan dan minuman dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan. Gejala yang ditimbulkan adalah nyeri perut, buang air besar lebih dari tiga kali sehari, mual-muntah, dan badan lemas. Demam biasanya jarang terjadi pada infeksi E.coli. Jika ada, demam yang terjadi biasanya tak terlalu tinggi.

Selain infeksi saluran cerna, bakteri E.coli juga merupakan penyebab tersering dari infeksi saluran kemih. Hal ini bisa terjadi jika anak cebok dengan cara yang salah. Karena merupakan penghuni dubur, bakteri E.coli dapat terbawa dan berpindah ke saluran kemih apabila anak cebok dari arah belakang ke depan.

Satu jenis bakteri E.coli yang paling ganas pun bahkan dapat menyebabkan kejadian yang fatal pada anak. Pada kasus ini, anak akan mengalami gejala demam, perdarahan, kejang, gagal ginjal, atau bahkan kematian.

Dibandingkan dengan orang dewasa, anak lebih rentan terserang infeksi bakteri E.coli. Ini karena sistem kekebalan tubuhnya masih dalam tahap perkembangan.

Kiat Lindungi Anak dari Bakteri E.coli

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Jadi, sebelum terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri E.coli, lebih baik Anda melakukan tindakan pencegahan sebelum terlambat. Kiat yang perlu Anda lakukan, di antaranya:

1.    Jaga kebersihan tangan

Pastikan agar tangan Anda selalu bersih. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, sebelum menghidangkan makanan untuk seluruh anggota keluarga, juga sebelum menyuapi anak. Selain itu, Anda juga harus mencuci tangan setelah buang air di toilet, mengganti popok anak, atau menyentuh hewan peliharaan.

Anda juga harus memastikan tangan anak dalam keadaan bersih, khususnya sebelum ia menyantap makannya, setelah bermain di luar rumah, atau setelah menyentuh benda-benda–termasuk tembok–dengan tangan kecilnya.

2.    Hindari jajan sembarangan

Untuk mencegah penularan bakteri E.coli melalui makanan, pastikan Anda membeli bahan makanan atau makan hanya di restoran yang terpercaya kebersihannya.

3.    Hanya konsumsi makanan yang bersih dan matang

Jika Anda memasak makanan sendiri, perhatikan tingkat kematangannya dengan saksama. Cuci sayur dan buah hingga bersih, hindari mengonsumsi susu yang belum dipasteurisasi, dan minumlah air yang terjamin kebersihannya.

4.    Gunakan cat tembok khusus

Tembok adalah area terluas yang ada di rumah, dan sering disentuh oleh seluruh anggota keluarga khususnya anak. Nah, untuk melindungi anak dan anggota keluarga lain dari infeksi bakteri E.coli yang berdiam di tembok rumah, Anda dapat menggunakan cat tembok yang dibuat dari teknologi Silver-Ion. Cat tembok jenis ini terbukti ampuh dalam membunuh berbagai kuman yang mengintai kesehatan keluarga.

Jangan biarkan anak dan orang-orang yang Anda cintai terkena infeksi bakteri E.coli. Lakukan tindakan pencegahan sebelum semuanya terlambat. Jangan lupa untuk terus memerhatikan kebersihan tembok, sebagai bagian rumah yang sering berkontak dengan anak dan anggota keluarga lainnya. Dinding sehat, keluarga sehat!

(NB/ RH)

2 Komentar