Sukses

Saluri, Cara Periksa Lupus Sendiri Sejak Dini

Gerakan Saluri alias Periksa Lupus Sendiri jadi kampanye yang bertujuan untuk mendeteksi penyakit lupus sejak dini. Bagaimana caranya?

Klikdokter.com, Jakarta Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun yang belum diketahui penyebabnya. Penyakit tidak menular ini bisa menyerang siapa saja, khususnya wanita usia produktif dengan angka kematian yang cukup tinggi.

LES turut dikenal dengan istilah “penyakit seribu wajah” karena memiliki variasi gambaran klinis yang luas serta tampilan perjalanan penyakit yang beragam. Kekeliruan dalam pengenalan penyakit ini masih sering terjadi, sehingga kerap terlambat dideteksi dan ditangani.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Online tahun 2016, terdapat 2.166 pasien rawat inap yang mengidap lupus. Tingginya kematian akibat lupus perlu mendapat perhatian khusus, karena sekitar 25% pasien yang dirawat inap pada tahun 2016 mengalami kematian.

Lebih lanjut, data SIRS turut menunjukkan proporsi pasien rawat inap lupus berjenis kelamin pria mengalami peningkatan: dari 48,2% pada 2014 menjadi 54,3% pada 2016. Sementara pasien lupus berjenis kelamin wanita mengalami penurunan: dari 51,8% menjadi 45,7%.

Berdasar pada keadaan itu, Kementerian Kesehatan RI berupaya sekeras mungkin agar masyarakat waspada lupus sejak dini. Salah satu cara yang tengah dilakukan adalah melakukan kampanye bernama “Saluri”, singkatan dari Periksa Lupus Sendiri.

Saluri dan sosialisasi deteksi lupus sejak dini

Dalam rangka memperingati Hari Lupus Sedunia, kampanye Saluri dilakukan oleh Kemenkes sebagai upaya menyadari lupus atau LES sedini mungkin. Berdasarkan penjelasan Ketua Pengurus Besar Himpunan Reumatologi Indonesia, dr. Sumariyono, lupus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Demam lebih dari 38⁰C dengan sebab yang tidak jelas
  • Badan lemas dan lemah berlebihan
  • Sensitif terhadap sinar matahari
  • Rambut rontok
  • Ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu yang melintang dari hidung ke pipi
  • Ruam kemerahan di kulit
  • Sariawan yang tidak kunjung sembuh, terutama di atap rongga mulut
  • Nyeri dan bengkak pada persendian, terutama di lengan dan tungkai, menyerang lebih dari 2 sendi dalam jangka waktu lama
  • Ujung-ujung jari tangan dan kaki pucat hingga kebiruan saat udara dingin
  • Nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik napas panjang
  • Kejang atau kelainan saraf lainnya
  • Kelainan hasil pemeriksaan laboratorium, seperti anemia, leukositopenia, trombosiopenia, hematuria dan proteinuria, serta positif ANA atau Anti ds-DNA.

Jika Anda mengalami minimal 4 dari semua gejala di atas, sebaiknya segera periksa ke dokter. Pencegahan mesti dilakukan sedini mungkin, agar tidak terlambat dari segi penanganan.

Mengatasi lupus dari sekarang

Hingga saat ini, faktor risiko LES belum diketahui secara jelas. Hal itu dipaparkan oleh Sumaryono saat memberikan sosialisasi seputar Saluri.

“Belum ada bukti yang jelas terkait penyebab lupus. Tapi hal ini bisa dilihat dari keluarga, apakah misalnya ada garis keturunan atau sanak saudara yang mengidap lupus,” ujar Sumaryono, di Direktorat Jenderal P2PTM, Jakarta Pusat, Selasa (8/5).

Faktor genetik diketahui memiliki peran dalam penyakit lupus. Selain itu, Sumaryono turut membeberkan penyebab lain seperti faktor lingkungan (infeksi, stres, makanan, antibotik khususnya kelompok sulfa dan penisilin), cahaya ultraviolet dari matahari, dan faktor hormonal dimana wanita lebih sering mengalami hal ini ketimbang laki-laki.

Terkait pengobatan, Sumaryono menganjurkan pasien LES untuk menjalani dan benar-benar menaati segala aturan. Ini bertujuan agar mereka mendapatkan remisi panjang, mengurangi tingkat keparahan gejala serta pencegahan kerusakan organ tubuh.

“Hindari aktivitas berlebihan, paparan sinar matahari, beban pikiran, dan lain-lain. Penanganan lupus adalah menerapkan perilaku hidup sehat mulai dari sekarang. Mesti ada kesadaran yang ditimbulkan sejak dini,” lengkap Sumaryono.

Sadari lupus sejak dini dengan mencermati sederet gejala di atas, ya! Penanganan yang lebih cepat dipastikan bisa meningkatkan kesejahteraan dan harapan hidup orang dengan lupus (odapus).

[NB/ RVS]

2 Komentar

  • Raisha02

    Halo dok.. apakah ada keterkaitan antara penyakit lupus dengan psoriasis. Apa perbedaan antara kedua penyakit tsb, apa penyebab dan dampaknya? Apakan psoriasis bisa disembuhkan?

  • Nita

    hmm