Sukses

Awas, 8 Hal Sepele Ini Ternyata Gejala Penyakit Serius!

Ternyata, delapan hal yang sering diabaikan ini bisa menjadi gejala penyakit serius. Apa saja? Ketahui lebih lanjut di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Little things matter! Ya, memperhatikan hal-hal kecil yang terjadi pada tubuh (yang sering kali disepelekan) dapat membantu Anda mengidentifikasi dan mengatasi kemungkinan adanya gejala penyakit serius yang berbahaya ketika masih pada tahap awal.

Dilansir dari laman Bright Side, berikut ini adalah delapan perubahan minor dalam penampilan fisik, atau perilaku, yang bisa jadi pertanda adanya penyakit serius dalam tubuh Anda.

1. Efek red-eye pada foto

Efek red-eye (mata) merah pada foto disebabkan oleh penggunaan flash di tempat yang gelap. Pada saat itu, pupil mata tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyesuaikan dengan situasi ketika flash menyala.

Keberadaan efek red-eye pada foto sudah pasti sangat mengganggu tampilan foto. Pada dasarnya terjadinya efek mata merah ini diakibatkan  sorotan lampu kilat yang masuk ke mata, hingga ke bagian belakang bola mata yang berisi pembuluh darah. Itulah sebabnya warna merah yang memantul, kembali keluar dan tertangkap oleh kamera.

Jika yang terjadi adalah timbulnya satu mata merah dan warna putih pada mata lainnya, kondisi ini menandakan ada sesuatu yang menghalangi pembuluh darah. Kemungkinannya adalah katarak, mata juling walleye, infeksi mata, dan kemungkinan terburuk adalah kanker mata. Jadi, jangan lagi menyepelekan efek red-eye pada foto, ya!

2. Kilatan cahaya pada mata secara periodik

Masih seputar mata, jika Anda melihat kilatan cahaya (flashes) di tempat dan pada momen yang tidak seharusnya, bisa jadi itu adalah tanda adanya kerusakan pada retina mata. Jika kilatan cahaya ini (juga sering dideskripsikan sebagai ledakan bintang atau petir) disertai dengan sakit kepala atau pusing, lebih baik segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Garis hitam pada kuku

Di Inggris, seorang wanita pergi menemui manicurist untuk mendapatkan perawatan kuku, yang spesifiknya adalah untuk memoles kukunya dengan cat kuku untuk menutupi garis hitam vertikal pada salah satu kukunya. Alih-alih mendapatkan perawatan kuku yang diinginkan, manucurist tersebut menganjurkannya untuk memeriksakan diri ke dokter karena garis hitam pada kukunya tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, wanita tersebut ternyata menderita kanker kulit.

Garis hitam pada kuku tersebut dalam istilah medis dinamakan melanonikia. Kondisi ini bukanlah penyakit, tapi merupakan tanda adanya penyakit serius di dalam tubuh. Sebagai catatan, garis hitam ini bisa jadi pertanda adanya sesuatu yang serius sedang terjadi di dalam tubuh ras-ras Eropa, yang bagi ras lain merupakan suatu hal normal yang tak perlu dikhawatirkan.

Dikatakan oleh dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, melanonikia dapat dijumpai pada keadaan normal yang tidak memerlukan pengobatan. Namun, keadaan ini juga dapat dijumpai pada kehamilan, kekurangan vitamin B12, hipertiroid, penyakit lupus sistemik, ras kulit hitam, trauma pada kuku, peradangan kuku, proriasis, infeksi jamur, dan  kanker kulit. Jika Anda menemukan garis hitam pada kuku, lebih baik periksakan diri ke dokter spesialis kulit agar dapat dilakukan pemeriksaan secara langsung.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

4. Tulisan tangan berubah secara tiba-tiba

Jika tulisan tangan Anda berubah secara tiba-tiba, bisa jadi itu adalah pertanda penyakit Parkinson atau paralisis tremor. Pada penyakit ini, tulisan tangan diketahui dapat berubah mendadak, menjadi tidak rata, kecil, dengan tulisan yang menurun, bahkan hilangnya huruf-huruf tertentu. Kondisi ini terkait dengan fakta bahwa orang tersebut mencoba untuk mengontrol tremor pada tangannya.

5. Keinginan kuat untuk mencatat segala hal di dalam jurnal

Menuliskan ide atau rencana adalah kebiasaan baik dari seseorang yang disiplin. Namun, jika ada seseorang yang sebelumnya tidak pernah melakukannya, lalu tiba-tiba merasa butuh untuk menyimpan catatan karena alasan sering lupa, ini pertanda buruk. Ada kemungkinan kondisi ini disebabkan oleh ingatan jangka pendek yang memburuk. Ini bisa jadi adalah salah satu gejala penyakit Alzheimer.

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, gejala penyakit Alzheimer yang pertama muncul adalah lupa dan sering kebingungan. Seiring dengan berjalannya waktu, Alzheimer akan makin progresif dan “merampas” ingatan Anda, terutama ingatan atau memori jangka pendek.

6. Selalu merasa haus

Jika Anda merasa terus-terusan merasa haus meski sudah banyak minum, bahkan minum lebih banyak dari biasanya, ini mungkin adalah gejala keracunan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari hangover hingga tumor yang “meracuni” tubuh.

Dikatakan lagi oleh dr. Reza, keluhan sering haus bisa disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  • Mengonsumsi makanan pedas atau asin
  • Penyakit tertentu
  • Aktivitas fisik yang berat
  • Diare dan muntah yang hebat
  • Luka bakar
  • Kehilangan darah dalam jumlah besar
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti diuretin dan antipsikotik

Bila keluhan ini dirasakan secara terus-menerus, mungkin ini adalah pertanda kondisi yang lebih serius seperti:

  • Dehidrasi akibat penyakit, keringat berlebihan, muntah atau diare
  • Diabetes mellitus (gula darah tinggi) atau diabetes inspirus (tubuh tidak dapat mengatur cairan dengan benar)
  • Gagal jantung, hati, atau ginjal
  • Sepsis, yaitu infeksi menyeluruh pada tubuh

Oleh karena itu, jika Anda mengalami rasa haus abnormal apalagi yang dirasakan secara terus-menerus, jangan abaikan sinyal tubuh ini dan segera buat janji dengan dokter.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

7. Sakit di daerah pusar

Serangan radang usus buntu (apendisitis) adalah sesuatu yang umum ditemui tapi tetap saja menakutkan. Menariknya, para ilmuwan masih dapat mengetahui secara pasti penyebabnya, dan mereka cenderung berpikir bahwa setiap orang yang menderita gangguan ini punya penyebabnya masing-masing.

Meski demikian, perlu diketahui bahwa gejala awal dari apendisitis adalah rasa sakit yang menusuk di daerah pusar, lalu menjalar perlahan ke sisi kanan perut dalam waktu 24 jam. Gerakan ini bahkan memiliki namanya sendiri: gejala Kocher. Jika Anda mengalaminya, segera panggil ambulans.

Jika rasa sakit berhenti mendadak, jangan terkecoh karena biasa itu bisa jadi hanya sesaat. Bisa jadi itu merupakan tanda terjadinya peritonitis.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, juga dari KlikDokter, usus buntu dapat pecah bila terlambat ditangani. Jika pecah, usus buntu akan menyebar di rongga perut dan menyebabkan infeksi di seluruh lapisan rongga perut. Kondisi ini dinamakan peritonitis. Gejalanya berupa nyeri hebat di seluruh perut, perut kaku seperti papan, muntah-muntah, tidak bisa buang angin, dan tidak bisa buang air besar. Penanganan pasien peritonitis adalah dengan melakukan pembedahan.

8. Perut kembung

Banyak orang yang mengalami perut kembung akibat stres, dehidrasi, dan terlalu banyak makan. Kadang rasa yang timbul menyebabkan ketidaknyamanan. Kondisi ini dapat menandakan adanya gangguan minor seperti konstipasi atau pertumbuhan bakteri pada usus kecil yang berlebihan. Jika Anda mengalami perut kembung, yang bisa Anda lakukan adalah coba telusuri produk apa yang menyebabkan perut kembung lalu cobalah berhenti mengonsumsinya.

Meski demikian, dalam kasus lain, ada kemungkinan perut kembung merupakan pertanda dari adanya penyakit serius, seperti penyakit celiac, sindrom dumping, bahkan kanker ovarium. Jadi, jika perut kembung disertai dengan perubahan dalam kebiasaan buang air besar secara terus-menerus, ada tonjolan di sekitar bokong atau perut, atau penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya, segera periksa ke dokter.

Kedelapan poin di atas sering dianggap sepele dan cenderung diabaikan. Banyak yang tidak sadar bahwa perubahan sekecil apa pun dalam tubuh, bisa jadi adalah gejala penyakit serius yang dapat mengancam nyawa, jika dibiarkan. Apabila Anda mengalami satu atau beberapa hal di atas, sehingga Anda merasa tak nyaman atau disertai dengan keluhan lainnya, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[RVS]

2 Komentar