Sukses

Sering Sakit Kepala Saat Haid? Ini Solusinya

Anda ingin bebas sakit kepala saat haid? Temukan solusinya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Sakit kepala yang dirasakan saat haid bukanlah sesuatu yang tidak biasa. Faktanya, sekitar 60 persen wanita mengalami kondisi yang disebut sebagai menstrual migraine ini.

Sesaat sebelum haid dimulai, jumlah hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh Anda akan menurun drastis. Turunnya kadar estrogen yang bersifat tiba-tiba ini dapat memicu sakit kepala jenis migrain, yang memiliki ciri khas berdenyut. Karena itu, sakit kepala kerap dilaporkan sebelum atau saat haid dimulai.

Hasil dari berbagai studi menemukan bahwa risiko migrain didapati sebesar 25 persen dalam waktu lima hari sebelum hari pertama haid dimulai. Risiko itu meningkat hingga 71 persen dalam waktu dua hari sebelum haid dimulai. Risiko ini mencapai puncaknya pada hari pertama hingga hari ketiga haid.

Sebagai informasi, estrogen membantu mengaktifkan bagian otak yang mengatur persepsi seseorang terhadap nyeri. Oleh sebab itu, makin rendah kadar estrogen, makin sedikit sumber daya yang dimiliki otak untuk menekan rasa nyeri.

Bagaimana mengatasinya?

Sakit kepala yang ditimbulkan oleh fluktuasi hormon ini memang sangat mengganggu. Namun, jangan dulu pesimis sebab kondisi ini dapat diatasi melalui beberapa cara. Pada umumnya, cara-cara yang dapat mengatasi sakit kepala tipe migrain juga efektif untuk mengatasi menstrual migraine. Berikut yang dapat dilakukan:

  • Berikan kompres menggunakan handuk yang telah direndam ke dalam air dingin pada area kepala atau leher yang terasa sakit. Cara lain, bungkus beberapa es batu dengan handuk untuk mengompres.
  • Lakukan terapi relaksasi seperti meditasi dan yoga untuk mengelola stres.
  • Menjalani akupresur dan akupunktur. Selain mengurangi rasa sakit, cara ini juga dapat membantu Anda menjadi lebih rileks.

Jika cara-cara di atas tidak berhasil atau sakit kepala sangat mengganggu, Anda dapat mengonsumsi obat antinyeri seperti ibuprofen. Kadangkala, diperlukan obat yang lebih kuat, yang dapat menghambat sinyal rasa sakit pada otak. Obat dari golongan triptan ini dapat meredakan keluhan dalam waktu 2 jam dan membantu mengurangi keluhan mual dan muntah yang menyertai sakit kepala.

Adakah cara untuk mencegahnya?

Sakit kepala saat haid juga bisa dicegah kemunculannya. Cara tersering adalah dengan menggunakan obat-obatan yang juga digunakan untuk meredakan keluhan, seperti ibuprofen atau triptan. Bila haid Anda teratur, obat-obat tersebut dapat dikonsumsi beberapa hari sebelum haid dimulai dan dilanjutkan hingga 2 minggu kemudian.

Bila timbulnya sakit kepala sulit diprediksi karena haid yang tidak teratur, sebaiknya hindari segala jenis pemicunya beberapa hari sebelum haid dimulai. Beberapa di antaranya adalah makanan siap saji, pemanis buatan, alkohol, dan minuman berkafein. Batasi pula konsumsi makanan yang asin-asin karena konsumsi garam yang berlebihan dapat menyebabkan sakit kepala.

Cara berikutnya dengan terapi hormonal. Secara teori, kadar hormon estrogen yang stabil dapat mencegah timbulnya menstrual migraine. Oleh karena itu, pil atau patch KB dengan komposisi estrogen yang rendah atau hanya mengandung progesteron kerap dipakai untuk menurunkan frekuensi dan intensitas sakit kepala saat haid. Meski demikian, cara ini tidak selalu efektif. Pada sebagian kasus, penggunaannya justru memperburuk sakit kepala yang timbul.

Cara terakhir adalah dengan terapi alternatif, seperti rutin mengonsumsi suplemen magnesium atau menjalani terapi akupresur/akupunktur.

Hal yang tak kalah penting, jalani gaya hidup yang sehat dan teratur, seperti tidak melewatkan waktu makan, mengonsumsi beragam jenis makanan yang bergizi, memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas, mampu mengelola stres, serta rutin berolahraga. Menerapkan gaya hidup yang seperti ini dapat menurunkan frekuensi, durasi dan intensitas sakit kepala saat haid.

Sebagai wanita, risiko mengalami sakit kepala saat haid akan selalu ada. Namun ingatlah bahwa kondisi ini sangat bisa diatasi bahkan dicegah. Rajin-rajinlah mencatat pola timbulnya sakit kepala, lalu diskusikan dengan dokter cara mana yang paling cocok dan efektif untuk Anda.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar