Sukses

Sering Disepelekan, Ini Alasan Kenapa Anda Perlu Vaksin Flu

Meski bukan vaksin wajib, tapi manfaat vaksin flu juga tak kalah penting. Ketahui berbagai komplikasi flu yang dapat dihindari di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan hingga 500.000 kematian akibat influenza (flu) terjadi setiap tahun. Setiap orang dapat terkena flu, dan komplikasi dapat terjadi terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, lansia (di atas 65 tahun), individu dengan penyakit kronis, dan ibu hamil.

Pencegahan flu dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan. Selain itu, pemberikan vaksin flu dianggap penting untuk mencegah flu dan terjadinya komplikasi lebih lanjut yang dapat berbahaya.

Komplikasi flu bisa berupa radang paru, infeksi telinga, infeksi sinus, dan perburukan kondisi medis yang dapat berujung pada kematian seperti gagal jantung kongestif, asma dan diabetes. Dengan pemberian vaksin flu, semua komplikasi tersebut dapat dicegah.

Beda flu dan batuk pilek biasa (selesma)

Sampai hari ini, pengetahuan masyarakat tentang flu dan dampak yang dapat diakibatkannya masih tergolong minim. Influenza (flu) adalah penyakit akut yang mudah menular, yang disebabkan oleh virus influenza yang beredar di seluruh dunia.

Penularan virus flu sangat mudah terjadi. Biasanya penyebaran virus terjadi melalui udara (aerosol) dan percikan ludah (droplet) kontak langsung dari seseorang yang infeksius. 

Perlu diingat bahwa flu berbeda dengan batuk pilek biasa (selesma). Meski terkesan sama, flu dan selesma punya gejala yang berbeda. Selesma bisa disebabkan oleh infeksi dari beragam virus, mulai dari rhinovirus (tersering), parainfluenza, adenovirus, hingga hMPV. Sedangkan flu hanya disebabkan oleh infeksi virus influenza.

Selesma cenderung menimbulkan gejala klinis yang lebih ringan dibandingkan flu, berikut ini adalah perbedaannya:

  • Selesma jarang menunjukkan gejala demam, sedangkan flu sering disertai demam tinggi.
  • Selesma jarang disertai sakit kepala, sedangkan flu kerap disertai sakit kepala.
  • Selesma jarang terjadi sakit pada seluruh tubuh, sedangkan flu sering disertai sakit pada seluruh tubuh yang bisa cukup parah.
  • Selesma jarang menimbulkan gejala lesu, sedangkan pada flu gejala lesu sering terjadi pada awal serangan infeksi.
  • Sering didapati keluhan hidung tersumbat dan sakit tenggorokan pada selesma, sedangkan pada flu keluhan ini jarang terjadi.
  • Pada selesma ada sakit dada dan batuk ringan-sedang, sedangkan sakit pada dada dan batuk pada flu bisa berkembang menjadi lebih berat.
  • Komplikasi yang dapat terjadi pada selesma: penumpukan sinus, infeksi telinga, dan asma.
  • Komplikasi yang dapat terjadi pada flu: bronkitis, pneumonia, croup, gagal ginjal, gagal hati, dan otitis media. Flu juga dapat memperburuk kondisi penyakit kronis seperti diabetes hingga penyakit kardiovaskular.
1 dari 3 halaman

Mengenal jenis flu

Banyak yang belum tahu bahwa virus influenza memiliki tiga jenis, yaitu virus A, B, dan C.

● Virus A

Virus influenza tipe A ditularkan melalui hewan, misalnya unggas. Virus jenis ini dapat bermutasi secara konstan, dapat menyebabkan epidemik, dan menimbulkan gejala yang berat dan berbahaya. Virus A punya banyak sub tipe, yaitu 18 sub tipe hemaglutinin (H) dan 11 sub tipe neuroaminidase (N). Contohnya adalah virus H1N1, H3N2, H5N1 (avian flu), dan sebagainya.

● Virus B

Virus jenis ini hanya ditemukan pada manusia. Meski gejalanya lebih ringan dibanding virus A, tapi tetap dapat berbahaya. Virus B tidak memiliki sub tipe, tapi terdiri atas dua jenis: virus B yamagata dan victoria.

● Virus C

Virus ini juga ditemukan pada manusia, yang gejalanya jauh lebih ringan dibandingkan dengan virus A dan B.

Kasus influenza secara umum

Virus influenza A dan B menyebabkan infeksi pada manusia, dapat menjadi berat dan menyebabkan kematian. Influenza A (H3N2) diketahui telah mewabah di Hong Kong sejak pertengahan Mei hingga Juli 2017. National Focal Point IHR dan Hong Kong SAR mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan kasus influenza. Virus dominan yang bersirkulasi adalah virus A (H3N2). Dilaporkan telah terjadi 157 kematian akibat penyakit flu sejak Mei-Juli 2017.

Pada Agustus 2017, media Singapura memberitakan bahwa dokter-dokter di negara tersebut merawat lebih banyak kasus flu dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya. Bahkan, dilaporkan 10-20 persen kasus influenza serius pada bulan tersebut. Lewat buletin yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Singapura, tercatat bahwa peningkatan kasus infeksi saluran napas akut dari 2.500 pada 9 Juli menjadi 3.300 pada 16 Juli.

Di Australia, hingga bulan Agustus 2017 lebih dari 70.000 kasus flu dilaporkan di sana, termasuk rekor 30.000 kasus pada bulan Juli. Menurut Immunization Coalition, kejadian ini merupakan jumlah kasus terbesar di Australia.

Di Indonesia sendiri, dengan jumlah penduduk sekitar 260 juta jiwa, banyak yang membutuhkan vaksin flu. Namun, pada kenyataannya pada tahun 2016 hanya berkisar 500.000 unit vaksin flu yang diberikan, sangat jauh jika dibandingkan dengan Korea Selatan yang berhasil mencapai cakupan vaksin flu sebesar 41 persen populasi.

Untuk mencegah influenza, selain dengan menjaga kebersihan dan kondisi tubuh, juga disarankan untuk melakukan vaksin flu. Sayangnya, pentingnya vaksin flu masih jarang diketahui sehingga membuatnya tidak populer. Padahal, virus flu dapat bermutasi setiap saat, maka dari itu penting bagi kita untuk melakukan vaksin flu setiap tahunnya agar dapat melindungi tubuh dari strain virus flu yang terbaru.

Vaksin flu umumnya melindungi Anda dari 2 galur (strain) virus A (H1N1 dan H3N2) dan 2 strain virus B. Vaksin flu tidak mencakup virus C, karena virus tersebut hanya dapat menimbulkan gejala ringan dan tidak berbahaya bagi manusia.

“Vaksin flu memang bukan vaksin wajib, tetapi faktanya sangat dibutuhkan. Apalagi virus influenza banyak yang berbahaya, seperti penyebab flu burung H5N1,” kata Prof. dr. Cissy Kartasasmita, SpA(K), PhD., Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF), dalam jumpa pers Ayo #StopFlu dan Kenali Tipe Vaksin Flu Musiman yang Sesuai di Hotel Borobudur, hari Jumat (4/5), di Jakarta. Mereka yang memerlukan vaksin flu antara lain:

  1. Bayi yang berusia lebih dari 6 bulan
  2. Semua orang dewasa, terutama:
  • Lansia
  • Wanita hamil
  • Penderita diabetes, gangguan ginjal kronis, kanker
  • Penderita dengan penurunan kekebalan tubuh
  • Penderita gangguan pernapasan kronis
  • Penderita penyakit kardiovaskular
  • Pekerja atau karyawan
  • Calon jemaah haji atau umroh
  • Petugas kesehatan
2 dari 3 halaman

Pemberian vaksin flu

Dikatakan oleh Prof. Dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI, Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, vaksin flu efektif melindungi sampai dengan 90 persen individu sehat berusia kurang dari 65 tahun yang telah menerima vaksin ketika strain dalam vaksin sama dengan virus yang beredar.

“Vaksin flu pada anak bisa diberikan kapan saja setelah usianya mencapai 6 bulan tanpa memandang ada atau tidaknya faktor risiko. Kalau usia anak di bawah 9 tahun, vaksin dilakukan dua kali dalam setahun, sedangkan kalau sudah berusia di atas 9 tahun dianjurkan memberikan vaksin flu sekali setahun,” terang Prof. Dr. Samsuridjal.

Untuk penentuan pemberian vaksin flu, biasanya didasarkan pada kapan musim dingin dimulai, karena di negara empat musim sirkulasi virus pada musim dingin tergolong tinggi. Namun, di Indonesia sirkulasi virus influenza ada sepanjang tahun karena sekarang periode musim hujan sudah berubah sehingga tak bisa diperkirakan. Oleh karena itu, pemberian vaksin flu bisa dilakukan kapan saja.

Jika Anda memilih vaksinasi antara bulan Maret-Oktober 2018, maka vaksin yang diberikan berjenis Southern Hemisphere. Sedangkan untuk rentang waktu November-Februari, yang Anda terima adalah vaksin Northern Hemisphere. Periodisasi ini disesuaikan dengan strain virus yang merebak di belahan dunia. Harapannya, vaksin yang diberikan akan cocok dengan strain virus yang beredar.

Karena komplikasi yang dapat disebabkan oleh flu bisa bersifat serius, bahkan berujung pada kematian, oleh karena itu pemberikan vaksin flu sangat dianjurkan. Untuk mendapatkan vaksin flu, segera kunjungi pusat layanan kesehatan terdekat atau berkonsultasi dengan dokter.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar