Sukses

Bolehkah Penderita Diabetes Mellitus Konsumsi Madu?

Penderita diabetes mellitus disarankan menghindari makanan manis atau yang mengandung gula. Bagaimana dengan madu? Apakah aman dikonsumsi?

Klikdokter.com, Jakarta Makanan yang mengandung gula atau bersifat manis kerap menjadi musuh bagi para penderita diabetes mellitus. Ini karena makanan tersebut dapat menyebabkan lonjakan gula darah di dalam tubuh. Namun, madu disebut-sebut sebagai salah satu alternatif asupan manis, yang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus. Benarkah demikian?

Mengenal diabetes mellitus

Diabetes mellitus alias penyakit kencing manis adalah penyakit metabolik yang terjadi akibat meningkatnya kadar gula darah di dalam tubuh. Penyakit ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Pada diabetes tipe 1, penyebabnya adalah kekurangan produksi hormon insulin. Sedangkan pada diabetes tipe 2, produksi insulin sebenarnya cukup, namun tidak bisa digunakan secara efektif oleh tubuh. Keadaan yang terjadi pada diabetes mellitus tipe 2 disebut sebagai resistensi insulin.

Apa itu insulin? Insulin adalah hormon yang mengatur kadar gula darah. Dengan bantuan insulin, gula dalam darah akan masuk ke dalam sel-sel tubuh.

Diabetes, gula dan madu

Madu kerap dianggap sebagai alternatif gula yang lebih sehat. Namun bila dibandingkan, baik gula dan madu sama-sama mengandung fruktosa dan glukosa dalam jumlah 1:1.

Bedanya, madu mengandung lebih banyak zat gizi dibandingkan gula. Sebut saja kalsium, zat besi, vitamin C, vitamin B, magnesium, fosfor, zink, dan kalium. Selain itu, madu juga mengandung protein, dimana zat ini tidak ditemukan pada gula.

Apakah itu berarti madu aman dikonsumsi oleh penderita diabetes? Penelitian menyebutkan, penderita diabetes yang mengonsumsi madu mengalami kenaikan gula darah yang lebih tinggi di 30 menit pertama. Namun, kadar gula darah yang tinggi tersebut akan turun lebih cepat dan bertahan di angka yang rendah selama dua jam berikutnya.

Namun, penelitian tersebut tak dapat dijadikan acuan. Ini karena para ahli masih menemukan hasil penelitian yang saling bertolak belakang.

Contohnya, suatu penelitian yang dilakukan selama delapan minggu menemukan bahwa penambahan madu dalam diet penderita diabetes dapat memperbaiki kadar gula darah jangka pendek. Sementara itu, penelitian lain menemukan bahwa penambahan madu dalam diet penderita diabetes malah memperburuk kadar gula darah jangka panjang.

Berbeda dengan kedua penelitian, studi lain yang dilakukan pada 2014 justru mengatakan bahwa kombinasi madu dengan obat pengontrol gula darah memiliki keuntungan tersendiri. Madu diyakini dapat melengkapi pengobatan diabetes, karena kaya akan antioksidan, membantu mengelola kadar gula darah dan turut meningkatkan produksi insulin.

Kesimpulannya, bolehkah penderita diabetes mengonsumsi madu? Jawabannya bergantung pada beberapa faktor. Misalnya, jumlah madu yang dikonsumsi, keadaan kontrol gula darah, dan sebagainya.

Jadi, bagi para penderita diabetes dengan kontrol gula darah yang buruk, konsumsi madu sangat tidak dianjurkan. Bagaimana pun juga, sebaiknya penderita diabetes mengurangi asupan yang manis-manis.

Akan tetapi, jika penderita diabetes mampu mengontrol kadar gula darah dengan baik, konsumsi madu dalam batas wajar masih diperbolehkan. Apalagi jika hendak menggunakan madu sebagai pengganti gula.

Sedikit tips yang mungkin bisa diterapkan adalah, awali konsumsi madu sedikit demi sedikit. Hal ini bertujuan untuk melihat respons kadar gula darah terhadap madu yang Anda konsumsi. Jika gula darah tetap terkontrol, maka tidak ada salahnya mengonsumsi madu.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar