Sukses

3 Hal Tak Terduga Penyebab Obesitas

Ada sejumlah hal tak terduga yang dapat menjadi penyebab obesitas atau berat badan berlebih. Apa saja? Temukan di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Obesitas atau berat badan berlebih terus menjadi perkara yang semakin sering terjadi. Dari anak hingga lanjut usia, baik pria maupun wanita berisiko untuk mengalami kondisi ini. Jangan-jangan Anda salah satunya?

Obesitas terjadi ketika tubuh menumpuk lemak dalam jumlah berlebih. Tak sekadar masalah ukuran tubuh, keadaan ini juga menjadi salah satu faktor risiko dari berbagai penyakit mematikan, seperti penyakit jantung, stroke dan diabetes.

Bagaimana mendeteksi obesitas?

Penilaian berat badan ideal secara umum dilakukan dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT). Rumus penghitungannya adalah: Berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m2).

Klasifikasi internasional IMT oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk populasi Asia Pasifik adalah sebagai berikut:

  • IMT < 18.5 kg/m2 = kekurangan berat badan (underweight)
  • IMT 18.5 – 22.9 kg/m2 = berat badan normal
  • IMT 23.0 – 24.9 kg/m2 = kelebihan berat badan (overweight)
  • IMT 25.0 – 29.9 kg/m2 = obesitas derajat I
  • IMT > 30.0 kg/m2 = obesitas derajat II

“Angka kejadian obesitas semakin meningkat dari tahun ke tahun. Penyebabnya adalah penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh. Biasanya hal ini dipicu karena ketidakseimbangan antara asupan makanan dan pengeluaran energi,” ujar dr. Reza Pahlevi dari KlikDokter.

Penyebab obesitas yang tak terduga

Secara sederhana, obesitas terjadi karena asupan makanan yang berlebihan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik. Namun faktanya, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh banyak hal selain itu.

Melansir BBC, inilah 5 hal tak terduga yang menjadi penyebab obesitas atau berat badan berlebih:

1. Mikroba usus

Peneliti dari Twins Research di Inggris, Tim Spector, meneliti sepasang kembar bernama Jackie dan Gillian yang sudah berusia paruh baya. Mereka kembar identik, namun IMT keduanya berbeda drastis.

Jackie mengidap obesitas, sementara Gillian tidak. Spector percaya bahwa hal ini terjadi karena adanya sistem organisme kecil alias mikroba yang hidup di dalam usus.

Sampel tinja dari masing-masing kembar mengungkapkan bahwa Gillian yang lebih kurus dari Jackie memiliki mikroba yang sangat banyak dan beragam. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi yang dialami Jackie.

"Semakin besar jumlahnya, maka semakin kurus orang tersebut. Jika Anda kelebihan berat badan, maka mikroba Anda tidak beragam seperti yang seharusnya," kata Spector, yang telah menemukan kasus serupa Gillian pada lima ribu orang berbeda.

2. Genetika atau keturunan

Para ilmuwan di Universitas Cambridge percaya, sebesar 40–70% efek berat badan yang dimiliki seseorang turut dipengaruhi oleh kondisi orang tuanya. Itu sebabnya, beberapa orang mesti berusaha keras untuk diet, dan sisanya bisa dengan mudah menurunkan berat  badan tanpa usaha apa-apa.

"Hal ini bagaikan lotre. Sekarang sangat jelas terlihat bahwa gen terlibat dalam mengatur berat badan. Anda bisa jadi kurang beruntung saat harus mewarisi gen obesitas,” ujar salah satu peneliti dari universitas Cambridge, Sadaf Farooqi.

Gen tertentu dapat memengaruhi nafsu makan seseorang, berapa banyak makanan yang ingin mereka makan dan jenis makanan apa yang mungkin mereka sukai. Selain itu, gen juga turut memengaruhi bagaimana cara tubuh membakar kalori dan apakah tubuh dapat mengolah lemak secara efisien.

3. Jam makan

Seorang pakar obesitas, James Brown, mengatakan bahwa semakin malam waktu makan Anda, semakin besar pula kemungkinan untuk menambah berat badan. Bukan karena kurang aktif di malam hari, tapi karena tubuh punya jam internal sendiri.

"Tubuh diatur untuk menangani kalori jauh lebih efisien selama periode siang dibandingkan malam hari," ungkapnya.

Oleh karena itu, orang-orang yang kerja atau melakukan aktivitas tertentu di malam hari mungkin mesti berjuang lebih keras untuk mencegah kenaikan berat badan.

Demikian tiga hal tak terduga penyebab obesitas atau berat badan berlebih. Jika Anda mengalami atau memiliki salah satunya, waspadalah. Segera lakukan tindakan untuk menurunkan berat badan ke rentang normal. Jangan biarkan obesitas atau berat badan berlebih terjadi berlarut-larut jika Anda tak ingin terkena penyakit jantung, stroke atau diabetes di kemudian hari.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar