Sukses

Mengapa Luka Bisa Sebabkan Demam?

Luka tak sekadar masalah penampilan, tapi juga bisa menyebabkan terjadinya demam. Ini alasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Ketika terjatuh dan mengalami luka di bagian tubuh tertentu, Anda sebaiknya merawat luka tersebut dengan saksama. Jika tidak, bukan tak mungkin Anda akan mengalami demam kemudian.

Ya, demam dapat berawal dari luka. Hal ini bisa terjadi saat luka tersebut terinfeksi oleh bakteri atau virus. Adapun beberapa tanda yang biasanya terjadi saat luka sudah mulai terinfeksi, di antaranya:

1. Terdapat nanah

Luka yang terinfeksi terdapat nanah yang terus-menerus mengalir. Atau, jika memang sudah kering, nanah tersebut akan tampak seperti kerak berwarna kuning.

2. Bengkak kemerahan

Bengkak yang hanya di pinggir bisa jadi itu adalah proses penyembuhan. Akan tetapi, jika bengkak kemerahan yang terjadi semakin meluas atau keluar dari batas luka, bisa jadi penyebabnya adalah infeksi bakteri atau virus.

3. Nyeri berkelanjutan

Jika nyeri tidak berkurang setelah 2 hari pasca luka terjadi, sebaiknya Anda membawa diri ke dokter. Hal ini dapat menjadi pertanda bahwa luka Anda telah disusupi oleh bakteri atau virus.

4. Demam

Saat sudah terjadi demam, berarti bakteri atau virus yang menginfeksi sudah menyebar melalui pembuluh darah Anda. Hal ini menyebabkan otak memberikan sinyal untuk meningkatkan suhu tubuh, guna membasmi bakteri yang berjalan-jalan di dalam aliran darah Anda.

Tips agar luka tidak infeksi

Sebelum terjadi infeksi berbahaya pada luka, ada baiknya Anda segera melakukan tindakan pencegahan. Beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

● Jaga kebersihan luka

Jika memungkinkan, hindari keluar rumah agar luka terhindar dari debu. Jika Anda harus melakukan aktivitas di luar rumah, tutup luka tersebut menggunakan perban.

● Berikan cairan antiseptik

Jika khawatir akan paparan debu atau kotoran dari jalanan, Anda dapat mengoleskan cairan antiseptik secukupnya pada bagian tubuh yang luka.

● Hindari luka dari gesekan

Gesekan yang terjadi pada luka dapat memperburuk kondisi. Karena itu, jika luka berada di daerah yang tertutup oleh baju atau celana, sebaiknya tutup luka dengan perban yang telah diberikan cairan antiseptik.

● Konsumsi antibiotik

Jika luka sangat luas dan berada di bagian tubuh yang sering terpapar dunia luar, ada baiknya Anda mengonsumsi antibiotik sesuai dosis yang diberikan oleh dokter. Hal ini bertujuan untuk memperkecil risiko infeksi.

● Periksa kondisi kesehatan diri

Jika Anda adalah penderita diabetes, memastikan kadar gula darah tetap stabil merupakan tindakan yang wajib dilakukan saat terjadi luka di bagian tubuh tertentu. Tindakan ini akan sangat membantu proses penyembuhan luka.

Kapan harus ke dokter?

Beberapa kondisi yang mengharuskan Anda untuk segera berobat ke dokter, misalnya:

  • Infeksi sudah menyebar ke seluruh tubuh (sepsis)
  • Saat demam sudah melebihi 39° C
  • Radang atau kemerahan bertambah semakin luas
  • Luka nanah tidak berhenti lebih dari 10 hari, atau malah meluas
  • Timbul keluhan lain, seperti sakit kepala atau badan lemas dan tidak bertenaga.

Jangan sepelekan luka yang terjadi di tubuh Anda. Karena luka dapat menjadi jalan masuk bakteri atau virus, yang pada akhirnya akan menyebabkan Anda demam atau mengalami kondisi yang lebih berbahaya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar