Sukses

5 Manfaat Sehat Menjadi Lajang

Menjadi lajang tak selamanya buruk, lho. Ada manfaat kesehatan yang dapat Anda peroleh dari hidup bersendiri.

Klikdokter.com, Jakarta Sering kali lajang mendapat stigma buruk di masyarakat, mulai dari terlalu pemilih atau bahkan “tidak laku”. Tentu ini tidak selalu benar. Ada banyak orang yang memang memilih menjadi lajang dengan alasan tertentu, seperti kondisi finansial yang belum mantap, ingin mengejar karier, ingin mengembangkan diri, dan sebagainya.

Apa pun alasannya, menjadi lajang tidak selamanya buruk dan menyedihkan. Jika dipikir-pikir, sebenarnya ada banyak sekali manfaat sehat hidup melajang. Ini buktinya!

1. Lebih sering berolahraga

Sudah tahu, kan, anjuran sehat untuk berolahraga teratur paling tidak 30 menit setiap harinya? Namun terkadang ketika memiliki pasangan, aktivitas berolahraga menjadi hal terakhir yang ingin Anda lakukan.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Marriage and Family yang dilakukan pada 13,500 orang Amerika menemukan, pasangan yang sudah menikah cenderung menghabiskan waktu lebih sedikit untuk berolahraga ketimbang mereka yang masih lajang. Karena itu, manfaatkan waktu Anda saat menjadi lajang dengan berolahraga teratur.

2. Berat badan cenderung lebih stabil

Studi yang dilansir jurnal Health Psychology melaporkan bahwa pasangan yang sudah menikah cenderung mengalami peningkatan berat badan 4 tahun setelah menikah. Hal ini kemungkinan dikarenakan berkurangnya tekanan untuk tampil menarik di depan lawan jenis.

Penelitian lain yang dilakukan di University of Minnesota, Amerika Serikat, pada tahun 2014 juga mendukung hal yang sama. Pria yang sudah menikah cenderung mengalami peningkatan berat badan, bahkan obesitas, ketimbang pria lajang.

3. Memiliki teman dekat lebih banyak

Ketika Anda sudah menikah dan memiliki pasangan, kehidupan sosial sering kali akan terpengaruh dan tak lagi sama seperti saat lajang. Waktu luang tentu Anda akan habiskan lebih banyak bersama keluarga.

Sebuah studi yang dilakukan di University of Massachusetts, Amerika Serikat, menemukan bahwa para lajang lebih bisa membina hubungan yang baik dengan teman, tetangga, maupun keluarga. Bila dibandingkan dengan pasangan yang sudah menikah, para lajang juga memiliki teman dekat yang lebih banyak.

4. Stres keuangan berkurang

Coba bandingkan keuangan Anda saat menjadi lajang dan memiliki pasangan. Gaji setiap bulan Anda biasanya akan lebih sering dihabiskan untuk mentraktir pasangan. Anda pun akan menjadi lebih boros untuk membahagiakan orang yang Anda sayangi.

Berdasarkan sebuah studi keuangan, para lajang memiliki utang kartu kredit sekitar 21%, pasangan menikah tanpa anak 27%, dan pasangan menikah yang sudah memiliki anak 36%. Dari segi kesehatan, utang dan tunggakan finansial tentu saja dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

5. Tidur menjadi lebih nyenyak

Pada sebuah survei yang dilakukan pada 2,000 orang di Amerika Serikat tahun 2017, dilaporkan bahwa para lajang tidur lebih lama dibandingkan mereka yang berpasangan, yaitu sekitar 7,13 jam per malam.

Tak hanya jam tidur lebih lama, para lajang juga cenderung tidur lebih nyenyak karena tidak terganggu oleh kebiasaan tertentu pasangan, seperti mendengkur, menarik selimut, berpindah-pindah posisi, dll.

Belum lagi pada pasangan menikah yang sudah memiliki anak, akan lebih sering terbangun pada malam hari karena anak yang menangis. Tidur yang berkualitas tentu saja akan berdampak pada kesehatan Anda.

Hidup melajang sebenarnya sama menyenangkannya, kok, dengan menikah. Bahkan para lajang bisa mendapatkan manfaat kesehatan dari menjadi jomblo. Jadi sekarang, apakah Anda tetap mau terus melajang atau mencari pasangan?

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar