Sukses

Awas, Obat untuk Rambut Rontok Bisa Picu Disfungsi Ereksi

Obat untuk rambut rontok konon bisa picu disfungsi ereksi pada pria. Benarkah? Simak fakta medisnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Anda menggunakan obat untuk rambut rontok? Hal ini memang tidak menjadi masalah selama digunakan dengan takaran yang pas. Namun, berdasarkan uji kesehatan sebuah kandungan dalam obat untuk rambut rontok dapat menimbulkan disfungsi ereksi.

Dilansir dari Newsweek, uji kesehatan pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia terus menggunakan obat rambut finasteride. Setelah dilakukan serangkaian penelitian, tampak hasil efek samping akibat pengobatan ini, termasuk disfungsi ereksi kronis dan depresi.

Pada bulan Februari 2017, dokter terdahulu Trump, Dr. Harold Bornstein, mengungkapkan bahwa Trump memakai dosis kecil finasteride. Dengan begitu, seharusnya ia tak akan terdampak dari efek samping pengobatan ini.

Namun, pada Maret 2017, para peneliti di Universitas Northwestern, Amerika Serikat, menerbitkan sebuah makalah dalam jurnal ilmiah PeerJ yang menunjukkan bahwa finasteride terkait dengan disfungsi ereksi yang persisten.

Peneliti juga menemukan bahwa finasteride tidak hanya dapat melemahkan kemampuan seksual pada masa konsumsi obat saja, tapi juga berlanjut saat pengguna sudah berhenti mengonsumsinya. Sekalipun dibantu dengan menggunakan obat perangsang, konon disfungsi ini masih bisa terjadi.

Finasteride dan pengaruhnya terhadap disfungsi ereksi

Pada Mei 2017, sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Internal Medicine menemukan bahwa finasteride dapat berisiko tinggi pada kesehatan pria berusia 66 tahun ke atas. Penggunaan obat ini terhadap Trump masih dikaji lebih lanjut, mengingat usianya kini telah menginjak 71 tahun.

Finasteride biasanya dipasarkan dengan merek dagang Propecia atau kadang Proscar. Berdasarkan penjelasan dari Mayo Clinic, obat ini digunakan untuk mengatasi kebotakan dan pembesaran prostat pada pria. Finasteride menghambat hormon dan bekerja dengan cara mencegah testosteron menjadi bentuk aktifnya, 5 alfa dihidrotestosteron.

Obat-obatan psikiatrik yang dibutuhkan oleh para presiden sebelumnya harus diresepkan secara rahasia, tapi bukan berarti hal itu selalu tertutup rapat. Bill Clinton, misalnya, diketahui mengonsumsi obat-obatan untuk mengatur kadar kolesterol.

Seperti kebanyakan efek samping obat, manifestasi dan tingkat keparahannya berbeda-beda. Tidak ada jaminan bahwa Trump sedang atau tidak mengalami efek samping dari penggunaan finasteride.

Mengatasi rambut rontok dan efek samping obat

Berdasarkan penjelasan dari dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, pertumbuhan rambut normal berlangsung selama 2-6 tahun. Masing-masing rambut tumbuh sebanyak 1 cm/bulan dalam fase ini. Sekitar 90 persen dari rambut di kepala tumbuh setiap saat, dan 10 persen sisanya dalam fase istirahat.

Setelah 2-3 bulan, rambut yang berada dalam fase istirahat rontok dan rambut baru mulai tumbuh pada tempat yang sama. Adalah suatu hal yang normal apabila mendapati rambut yang rontok setiap hari. Rata-rata kulit kepala memiliki sekitar 100.000 helai rambut, dan secara kasar 50-100 helai rambut dapat rontok setiap hari. Jangan khawatir, jumlah kerontokan ini masih berada di dalam batas normal.

“Rambut tipis diakibatkan karena kerontokan. Jika rambut Anda sudah rontok sekitar lebih dari 100 helai rambut/hari, terdapat beberapa hal yang dapat menjadi faktor penyebab, yaitu faktor herediter (keturunan) dan faktor penyakit,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Vita menjelaskan bahwa rambut rontok akibat faktor herediter dapat diminimalkan agar tidak datang terlalu cepat.  Sedangkan untuk faktor penyakit tertentu seperti infeksi atau gangguan pada kulit kepala (jamur, bakteri, kutu), anemia, demam, sakit tifus, ataupun akibat berbagai tertentu, dapat diobati dengan sejumlah cara.

Pencegahan dan menjaga kesehatan rambut dapat dilakukan dengan cara makan makanan yang banyak mengandung protein dan zat besi, hindari stres, rajin olah raga untuk memperlancar peredaran darah, cukup istirahat, hindari atau meminimalkan penggunaan pengering atau pengeriting rambut, dan lain-lain. Karena kini ada kemungkinan bahwa obat untuk rambut rontok bisa memicu disfungsi ereksi, lebih baik Anda menghindari penggunaanya. Atau yang paling baik adalah dengan mengonsultasikannya terlebih dulu dengan dokter Anda.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar