Sukses

Ingin Hidung Sehat? Yuk, Lakukan Cuci Hidung

Ingin Hidung Sehat? Yuk, Lakukan Cuci Hidung

Klikdokter.com, Jakarta Cuci hidung sebenarnya merupakan kebiasaan baik yang disarankan agar dilakukan setiap hari. Cuci hidung dapat dilakukan oleh orang dewasa maupun anak-anak di atas usia 2 tahun yang sudah dapat mengerti instruksi. Cuci hidung aman, mudah dan praktis dilakukan. Peralatan yang dibutuhkan pun mudah ditemukan di apotek terdekat.

Hidung merupakan pintu utama masuknya udara ke saluran napas. Hidung dilengkapi dengan lapisan lendir dan rambut halus yang disebut sebagai sistem transpor mukosilier. Lapisan ini berfungsi untuk menyaring, menghangatkan dan melembapkan udara yang masuk.

Sistem transpor mukosilier ini merupakan sistem pertahan hidung terhadap virus, bakteri, jamur atau partikel berbahaya yang terhirup bersama udara. Jika sistem ini terganggu maka bisa muncul keluhan pada hidung seperti hidung tersumbat dan bersin-bersin. Untuk mengatasinya, cuci hidung dapat menjadi salah satu solusinya.

Cuci hidung sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menjaga kesehatan saluran napas atas. Teknik ini mulai diadopsi oleh pengobatan barat di abad ke-19. Cuci hidung merupakan tindakan menyemprotkan cairan steril (biasanya NaCl 0,9%) ke dalam lubang hidung. Metode cuci hidung ini dapat membantu mengobati selesma, rhinosinusitis maupun rhinitis alergi.

Beberapa manfaat cuci hidung antara lain:

  1. Membersihkan dari debu, polusi dan partikel berbahaya lainnya yang terhirup
  2. Mengencerkan lendir yang kental.
  3. Membersihkan dari mediator penyebab radang sehingga mengurangi gejala alergi dan selesma.
  4. Menjaga kelembaban rongga hidung.
  5. Mencegah berkumpulnya bakteri.
  6. Memperbaiki fungsi mukosilia di dalam hidung.
  7. Mengurangi pembengkakan akibat radang.

Cara melakukan cuci hidung

Sebelum melakukan cuci hidung, perlu Anda ketahui terlebih dahulu cara melakukannya dengan benar. Lakukanlah konsultasi terlebih dahulu ke dokter spesialis telinga hidung dan tenggorok (THT) sebelum melakukan tindakan ini ya!

Beberapa alat yang harus dipersiapkan antara lain cairan pencuci hidung (cairan infus NaCl 0,9%), transofix, spuit 10 cc, dan wadah (gelas atau mangkuk) untuk menaruh cairan. Semua alat ini dapat dibeli bebas di apotek terdekat.

Langkah-langkah cuci hidung:

  1. Sambungkan transofix ke botol cairan infus.
  2. Tuangkan cairan pencuci hidung ke dalam wadah.
  3. Ambil cairan menggunakan spuit (alat suntik) tanpa jarum.
  4. Tundukkan dan miringkan kepala (hidung kanan kepala miring ke kanan, dan sebaliknya). Posisi spuit lurus ke dalam lubang hidung, mulut dibuka, tahan napas.
  5. Semprotkan cairan ke dalam rongga hidung
  6. Bersihkan sisa cairan dengan tisu. Buang tisu ke tempat sampah

Jangan lupa untuk mencuci tangan dan memastikan alat yang akan digunakan bersih. Kontaminasi kuman dapat terjadi jika cairan yang digunakan tidak steril ataupun alat-alat pendukungnya tidak bersih.

Adakah efek samping tindakan cuci hidung?

Layaknya semua tindakan lainnya, cuci hidung pun dapat menimbulkan beberapa efek samping. Namun umumnya efek samping ini jarang sekali terjadi dan dapat ditangani.

Efek samping cuci hidung umumnya lebih jarang dialami oleh dewasa, seperti iritasi hidung, rasa tidak nyaman pada hidung, nyeri telinga atau berkumpulnya cairan di dalam rongga sinus sekitar hidung.

Tindakan cuci hidung aman, mudah dan praktis dilakukan. Melakukan cuci hidung satu kali per hari dapat membantu melegakan napas. Awalnya, saat pertama kali mencoba mungkin Anda akan merasa tidak nyaman. Namun setelah beberapa kali, bisa jadi Anda malah ketagihan melakukan tindakan ini.

Sebelum melakukannya, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis THT. Pastikan alat-alat yang digunakan steril agar tidak terjadi kontaminasi bakteri. Jika keluhan tidak membaik atau memburuk setelah melakukan cuci hidung – terutama jika mengalami demam, mimisan atau sakit kepala saat cuci hidung – segera periksakan kondisi Anda ke dokter.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar