Sukses

Diet Ketat Pangeran Harry, Bermanfaat atau Berbahaya?

Jelang pernikahannya, Pangeran Harry menjalani diet ketat demi tampil sempurna. Bagaimana efek diet ketat tersebut pada kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Mendekati hari pernikahannya dengan Meghan Markle, Pangeran Harry yang terhitung sudah memiliki tubuh ideal, merasa masih harus menyempurnakan tubuhnya. Cara yang ditempuhnya adalah dengan diet ketat. Salah satu yang dihindari Sang Pangeran ini adalah asupan karbohidrat.

Sebenarnya diet tanpa karbohidrat sudah banyak sekali digunakan juga oleh artis-artis Indonesia. Tapi apakah diet semacam ini benar-benar efektif untuk menurunkan berat badan?

Karbohidrat adalah sumber energi bagi tubuh dan terdiri dari dua macam, yaitu karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Karbohidrat kompleks mengandung serat yang memiliki daya cerna lebih lama, sehingga membuat kenyang lebih lama. Sementara itu, karbohidrat sederhana lebih cepat dicerna, sehingga lebih cepat membuat lapar kembali.

Dari penjelasan di atas bisa terlihat kalau karbohidrat tidak selalu berdampak buruk ke tubuh. Justru tidak mengkonsumsi karbohidrat sama sekali dalam jangka panjang dapat menimbulkan beberapa hal berikut:

Pusing dan otak tidak dapat bekerja maksimal

Orang dengan diet karbohidrat akan sering merasakan pusing. Otak membutuhkan karbohidrat untuk melakukan tugasnya seperti halnya tubuh kita. Karbohidrat tersebut akan dipecah menjadi glukosa dan energi.

Ketika otak tidak mendapatkan karbohidrat sebagai sumber energi yang dibutuhkan maka otak jg tidak akan bisa bekerja dengan maksimal dan memaksakan diri untuk bekerja dengan energi yang tidak banyak. Hal itu membuat Anda merasa pusing.

Merusak ginjal

Bahaya diet karbohidrat lainnya adalah dapat merusak ginjal. Orang yang diet tanpa karbohidrat biasanya akan mengganti karbohidrat dengan mengkonsumsi protein yang sangat tinggi. Dengan banyaknya asupan protein ke dalam tubuh, hal ini berarti akan membuat ginjal lebih bekerja keras.

Jika program diet yang dilakukan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama, maka semakin tinggi kadar protein di dalam tubuh justru akan semakin memperberat kerja ginjal, bahkan bisa menyebabkan rusaknya fungsi ginjal dalam tubuh.

Risiko penurunan ingatan

Berbagai penelitian menyatakan bahwa dengan menghilangkan atau menurunkan konsumsi karbohidrat dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan turunnya ingatan atau pelupa pada seseorang. Kurangnya karbohidrat berarti tidak ada zat lain yang bisa menggantikan peran untuk membantu otak berpikir dengan stabil.

Badan lemas

Dalam jangka pendek, diet rendah karbohidrat ini memang cepat menurunkan berat badan. Namun bobot yang berhasil dienyahkan dari dalam tubuh itu terdiri atas air dan jaringan otot, bukannya lemak yang jumlahnya harus dikurangi.

Padahal, berkurangnya massa otot ini justru merugikan tubuh kita. Jaringan otot itu sebenarnya adalah “mesin” tubuh yang secara aktif membakar kalori meskipun Anda sedang istirahat.

Massa otot yang terus berkurang itu akan menyebabkan penurunan jumlah kalori yang dibakar. Ini artinya penurunan jumlah kalori yang dibutuhkan untuk menjaga berat badan yang langsing.

Parahnya, kondisi ini akan membuat penurunan berat badan jadi makin sulit ketika Anda berhenti melakukan diet rendah karbohidrat. Sudah makan sedikit, berat badan tak juga turun.

Sesak napas

Efek samping dari diet rendah karbo lainnya adalah sesak napas. Ketika tubuh membakar lemak dan protein untuk energi, senyawa kimia yang disebut ketone dikeluarkan melalui urine dan paru-paru, yang menimbulkan sesak bernapas.

Diet kaya karbohidrat justru sebaliknya, meningkatkan level serotonin Anda, yakni hormon yang membuat Anda merasa bahagia.

Bau mulut

Dalam keadaan normal, tubuh menggunakan glukosa atau karbohidrat untuk memenuhi kebutuhan energi. Dalam kasus orang yang mengikuti diet ketogenik atau diet tanpa karbohidrat, tubuh harus beralih ke lemak yang disimpan atau lemak dari makanan untuk diubah menjadi energi.

Proses metabolisme lemak melibatkan sintesis energi dan menghasilkan produk sampingan dalam bentuk keton yang menyebabkan bau mulut.

Setelah membaca bahaya kekurangan karbohidrat di atas, sebaiknya Anda mewaspadai program diet ketat seperti diet karbohidrat yang dilakukan oleh Pangeran Harry. Lakukanlah pola hidup dan makan yang teratur dengan gizi yang seimbang agar berat badan ideal tanpa harus menyetop konsumsi karbohidrat!

[NP/RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar