Sukses

Bisakah Obesitas tapi Tetap Sehat?

Ada yang bilang, selama obesitas tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, maka ia dicap sehat-sehat saja. Apa iya?

Klikdokter.com, Jakarta Secara sederhana, obesitas adalah kondisi seseorang mengalami kelebihan berat badan di atas batas normal tubuh. Ketika seseorang obesitas, maka ada banyak hal yang akan menghambat dirinya, khususnya dalam hal gerak dan aktivitas fisik.

Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, obesitas terjadi karena penumpukan lemak yang berlebih di tubuh. Biasanya hal ini dipicu karena ketidakseimbangan antara asupan makanan dan pengeluaran energi. Seseorang dikatakan obesitas jika memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 25.

Banyak orang yang beranggapan selama mereka yang obesitas mampu menjalani keseharian secara normal dan tidak ada masalah kesehatan yang berarti, maka dia dikatakan baik-baik saja. Namun, apakah hal ini benar?

Ternyata, sebuah penelitian menampik hal tersebut. Meski seseorang terlihat sehat walaupun obesitas, tapi ada sejumlah penyakit yang dapat mengancam. Dilansir dari Liputan6.com, simak penjelasannya di bawah ini.

Kondisi obesitas bukanlah sesuatu yang sehat

Sebuah penelitian terkait obesitas dan kesehatan yang dilakukan di Pusat Kesehatan Wake Forest Baptist di Amerika Serikat, diterbitkan di Journal of American College of Cardiology. Ditemukan fakta menarik, bahwa orang yang kelebihan berat badan 13,6 kilogram atau lebih, harus berpikir untuk mengurangi kelebihan bobotnya tersebut, jika tidak ingin ada masalah kesehatan serius di kemudian hari.

Ada beberapa bahaya yang nantinya dapat mengintai mereka yang obesitas di kemudian hari, seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Sekalipun pada masa sekarang, mereka tidak mengalami masalah kesehatan tersebut.

"Kebijaksanaan medis yang umum dilakukan adalah beberapa orang yang mengalami obesitas tampaknya cukup sehat dan bebas dari risiko penyakit jantung. Jadi, mereka belum disarankan untuk menurunkan berat badan atau mengambil langkah lain untuk mencegah penyakit jantung di masa depan," kata asisten profesor ilmu kesehatan masyarakat dari Pusat Kesehatan Wake Forest Baptist dan penulis utama studi ini, Morgana Mongraw-Chaffin, PhD.

Penelitian ini melibatkan 6.809 peserta dengan obesitas yang secara metabolik dikategorikan sehat atau metabolically healthy obesity (MHO). Peserta yang memiliki masalah penyakit kardiovaskular tidak turut diikutsertakan dalam penelitian ini.

Penelitian ini berlangsung selama 12 tahun. Setiap dua tahun, para peserta menjalani evaluasi klinis. Hampir setengah peserta mengembangkan sindrom metabolik selama masa penelitian.

Menurut National Blood, Heart and Lung Institute, sindrom metabolik meningkatkan risiko mengembangkan semua jenis masalah kesehatan yang serius. Hal ini termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes, dan stroke.

Sebuah penelitian menemukan bahwa 40 persen kanker memiliki kaitan dengan berat badan. Penelitian lain pun menemukan obesitas membunuh orang lebih banyak daripada rokok.

Berbagai risiko penyakit akibat obesitas

Penelitian di atas mengukuhkan kesimpulan bahwa ada banyak sekali risiko yang ditimbulkan akibat obesitas. Berdasarkan penjabaran dr. Reza, berikut ini adalah daftar risiko penyakit yang dapat ditimbulkan akibat obesitas:

  1. Penyakit metabolisme. Penyakit diabetes mellitus dan peningkatan kadar lemak darah juga dapat disebabkan oleh obesitas.
  2. Kanker. Beberapa jenis kanker juga terkait dengan obesitas seperti kanker endometrium, prostat, usus besar, payudara, kandung empedu, usus, gingal, paru, dan tenggorokan.
  3. Jantung dan pembuluh darah. Sudah jelas bahwa obesitas sering menyebabkan penyakit jantung koroner dan hipertensi.
  4. Sistem saraf. Penyakit stroke juga merupakan salah satu komplikasi dari obesitas atau keadaan di mana terdapat kelebihan lemak dalam tubuh.
  5. Saluran cerna. Masalah saluran cerna seperti peradangan kantung dan saluran empedu, perlemakan hati, serta penyakit refluks lambung juga dapat dipicu oleh obesitas.
  6. Gangguan kesehatan lainnya seperti masalah pernapasan, tulang dan sendi, reproduksi, hingga kulit juga menghantui mereka yang obesitas.

“Banyak sekali masalah kesehatan yang dapat terjadi karena obesitas atau keadaan ketika terdapat kelebihan lemak dalam tubuh. Cegah dan tangani obesitas dengan segera,” ujar dr. Reza, memberi imbauan agar selalu waspada.

Obesitas tapi tetap sehat adalah hal yang tidak mungkin terjadi. Oleh karena itu, jagalah berat badan Anda pada IMT di bawah 25, serta jalani pola hidup sehat dengan rutin berolahraga dan pola makan sehat yang cukup gizi.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar