Sukses

Mari Kenali Bahaya Bakteri Staphylococcus aureus

Staphylococcus aureus tidaklah berbahaya. Namun, hati-hati karena kadang bakteri ini bisa mengakibatkan infeksi yang berakibat fatal.

Klikdokter.com, Jakarta Bakteri Staphylococcus aureus adalah bakteri penyebab berbagai macam penyakit, seperti infeksi kulit dan saluran pernapasan. Bakteri ini dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan yang mengancam nyawa.

Bakteri Staphylococcus aureus pertama kali diidentifikasi pada tahun 1880 di Skotlandia. Bakteri ini merupakan bakteri anaerob, yang berarti tidak dapat tumbuh pada lingkungan yang kaya oksigen.

Dampaknya pada tubuh, bakteri ini dapat menyebabkan kolonisasi dan menyebabkan infeksi pada berbagai organ. Staphylococcus aureus adalah salah satu penyebab paling sering akan terjadinya infeksi yang didapat di rumah sakit, dan sering kali menjadi penyebab luka pasca operasi.

Infeksi akibat Staphylococcus aureus

Sekitar lebih dari 30 jenis Staphylococcus dapat menginfeksi manusia, tapi kebanyakan dari infeksi tersebut disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Bakteri ini biasanya ditemukan di hidung dan kulit. Bisa juga di daerah lain, namun ini tergolong jarang.

Sebenarnya sebagian besar dari kasus-kasus yang terjadi, bakteri Staphylococcus aureus tidak menyebabkan penyakit, dengan kata lain tidak berbahaya. Akan tetapi, kerusakan pada kulit atau luka lainnya lah yang memungkinkan bakteri untuk merusak mekanisme antibodi pada tubuh, sehingga terjadi infeksi. Nah, itulah yang menjadikan bakteri ini jadi lebih berbahaya dari sebelumnya.

Terdapat beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini biasanya bersifat komensal (tidak bersifat merugikan dan mungkin juga bisa menguntungkan), tidak menimbulkan gejala, dan dijumpai padai 30 persen populasi manusia. Apa saja infeksi yang dapat disebabkan oleh bakteri ini?

  • Infeksi kulit

Infeksi kulit adalah bentuk paling umum dari infeksi Staphylococcus aureus. Bentuk yang paling umum dijumpai adalah dalam bentuk folikulitis, impetigo dan selulitis.

Folikulitis merupakan peradangan pada folikel rambut. Impetigo merupakan infeksi kulit yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah, sedangkan selulitis adalah infeksi umum pada kulit dan jaringan lunak di bawah kulit. Bakteri ini adalah bakteri yang sering ditemui pada pasien dengan dermatitis atopik, yaitu kondisi peradangan kulit yang disertai dengan rasa gatal.

  • Keracunan makanan

Bakteri ini juga bertanggung jawab terhadap keracunan makanan, karena kemampuannya dalam memproduksi toksin pada tubuh manusia. Periode inkubasinya bertahan antara 1–6 jam.

Penyakitnya sendiri dapat bertahan selama beberapa jam hingga beberapa hari. Langkah pencegahan untuk terjadinya keracunan makanan adalah dengan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum menyiapkan makanan.

  • Infeksi tulang dan sendi

Bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi tulang dan sendi. Bentuk infeksi ini dapat termanifestasi sebagai osteomielitis, yaitu infeksi tulang karena bakteri, artritis septik, yaitu radang sendi karena infeksi bakteri, virus, atau jamur, serta infeksi penggantian sendi.

  • Bakterimia

Bakteri Staphylococcus aureus dapat menyebabkan bakterimia atau penyebaran infeksi pada darah. Infeksi biasanya berhubungan dengan trauma pada kulit atau mukosa. Pada infeksi sistemik yang berat, dapat terjadi perburukan cepat yang berpotensi mengancam nyawa.

Pencegahan infeksi bakteri Staphylococcus aureus

Untuk mencegah infeksi akibat bakteri Staphylococcus aureus, ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan, yaitu:

  • Menanamkan kebiasaan mencuci tangan. Langkah sederhana ini ampuh dalam mencegah penyebaran bakteri. Bakteri ini umum ditemui pada kulit, mata, hidung dan tenggorokan. Dengan mencuci tangan secara rutin, Anda dapat menurunkan risiko terkena infeksi berbagai jenis bakteri.
  • Tutup kulit yang terluka dengan perban sampai luka sembuh.
  • Hindari kontak dengan luka orang lain. Luka yang terbuka mengandung banyak kuman, yang berpotensi menularkan penyakit pada orang lain.
  • Jangan gunakan peralatan pribadi secara bersama-sama. Berbagi peralatan pribadi, misalnya peralatan mandi, dapat menyebabkan penyebaran infeksi antar individu.
  • Penting untuk diketahui bahwa bakteri Staphylococcus aureus dan beberapa jenis bakteri lainnya juga dapat menempel pada dinding rumah Anda. Karena itu, langkah yang paling bijak adalah melapisi tembok rumah Anda dengan cat yang memiliki teknologi Silver-Ion, yang ampuh tangkal berbagai bakteri.  

Ternyata terdapat beberapa langkah pencegahan infeksi yang dapat dilakukan di rumah Anda. Mulailah langkah pencegahan infeksi dengan pola hidup yang sehat. Setelah Anda memiliki pola hidup yang sehat, pastikan kondisi rumah juga senantiasa sehat dan memadai.  

Perlu diketahui bahwa bakteri Stapylococcus aureus menyebar melalui udara dan debu, serta kontak kulit dengan permukaan yang terkontaminasi. Karena itu, menjaga kebersihan diri Anda dan keluarga sangat penting.

Tak hanya dengan menanamkan kebiasaan mencuci tangan, sebaiknya hindari juga  kontak dengan luka atau permukaan yang terkontaminasi. Selain itu penting untuk memastikan lingkungan rumah bebas bakteri, misalnya dengan penggunaan cat dinding berkekuatan antibakteri yang tepat seperti Silver-Ion. Dinding yang sehat dapat berkontribusi besar terhadap kondisi kesehatan keluarga. Dengan demikian, Anda dapat meminimalkan risiko terkena infeksi Staphylococcus aureus.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar