Sukses

Diet Ular, Ampuhkah untuk Turunkan Berat Badan?

Diet ular kini menjadi tren untuk menurunkan berat badan. Untuk mengetahui seberapa efektifnya, baca artikel berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Diet ular sedang menjadi pembahasan di kalangan masyarakat. Metodenya disebut unik dan ampuh untuk menurunkan berat badan, meski harus dilalui secara susah payah.

Seperti apakah diet ular? Secara singkat, diet ini menerapkan cara makan ala ular: diet puasa yang mendorong manusia untuk mengadopsi kecenderungan makan alami ular. Itu berarti Anda akan makan satu porsi besar sehari yang sebagian besar terdiri dari lemak dan protein.

Setelah mengonsumsi dengan cara seperti itu, maka Anda ditargetkan tidak makan lagi setidaknya selama 22 jam. Begitulah cara kerja diet ular.

Cole Robinson, seorang trainer asal Kanada, merupakan pencetus diet ular ini. Ia menyebut diet ular tidak hanya baik untuk membantu Anda menurunkan berat badan, tetapi juga menyembuhkan segala penyakit mulai dari diabetes hingga herpes.

Robinson juga mengklaim bahwa diet ular akan menantang semua yang Anda pikir Anda tahu tentang makanan dan batas-batas tubuh manusia. Hal tersebut mungkin benar, sebelum Anda membaca cara kerja diet ini.

Kenali cara kerja diet ular

Sebelum memulai diet ular, Anda perlu melakukan puasa khusus 48 jam di mana satu-satunya hal yang Anda konsumsi adalah sesuatu yang disebut snake juice, ramuan racikan Robinson. Bahannya berupa 1 liter air, 2 sendok teh garam merah muda, dan 2 sendok teh sebuah produk pengganti garam.

Menghirup cairan asin ini mungkin akan membuat Anda ingin muntah. Namun menurut Robinson, hal itu penting untuk membersihkan racun, menghancurkan kecanduan gula, dan mengubah tubuh Anda menjadi lemak.

Berapa berat badan yang berhasil tergilas dengan diet ini? Hal ini disebut relatif. Namun, salah seorang pelaku diet ular pernah berbicara dalam situs resmi komunitas tersebut dan membeberkan bahwa ia kehilangan 10,5 pound alias kurang lebih 5 kg dalam 4 hari. Penyakit gulanya juga disebut hilang dalam waktu yang bersamaan.

Setelah melakukan metode di atas, Anda baru menerapkan pola makan ala ular yang telah disebutkan di atas. Meski cara ini menantang, namun ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

Apa saja bahaya diet ular?

Setelah mengenal pola diet ular, beberapa orang berpikir bahwa cara ini berpotensi untuk menurunkan berat badan hingga menyembuhkan berbagai penyakit. Namun menurut Eliza Savage, seorang ahli diet dari Middleberg Nutrition, Amerika Serikat, pola makan tersebut sangatlah buruk.

“Ini tidak dibangun berdasarkan ilmu yang kuat. Saya tidak akan merekomendasikannya kepada siapa pun,” kata Savage.

Berpuasa selama 22 jam sehari akan membuat energi Anda menurun. Tentu saja Anda akan kehilangan berat badan karena mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang biasa digunakan oleh tubuh.

Alissa Rumsey, ahli diet dan pendiri Alissa Rumsey Nutrition and Wellness, menekankan bahwa metabolisme tubuh ular dan manusia berbeda. Oleh karena itu, ketika seseorang melakukan diet ular, ada kemungkinan insting manusianya kembali lagi dan ia bakal makan secara berlebihan.

Jadi sebelum melakukan diet apa pun, termasuk diet ular, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter atau ahli gizi. Jika Anda menjalankan diet yang cocok untuk tubuh, tentu hasilnya pun akan lebih memuaskan. Tak hanya berat badan yang turun, tubuh juga akan jauh lebih sehat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar