Sukses

Bolehkah Makan Sate Saat Hamil?

Berikut rambu-rambu yang harus diperhatikan wanita hamil sebelum makan sate.

Klikdokter.com, Jakarta Sate dengan bumbu saus kacang memang nikmat. Apalagi jika disajikan dengan nasi putih hangat. Rasanya pasti akan lebih berlipat ganda. Namun, wanita hamil harus lebih berhati-hati sebelum makan daging yang dibakar. Apa alasannya?

Wanita hamil memang tak boleh sembarangan mengonsumsi daging bakar atau sate. Terutama jika makan di pinggir jalan, karena kematangan dan kebersihan dagingnya pun tidak bisa dipastikan. Ada sejumlah bahaya yang dapat terjadi jika menyantap daging yang kurang matang.

Dilansir Baby Center, daging yang dimasak kurang matang dapat membuat bakteri berbahaya tumbuh dan berkembang biak. Akibatnya, Anda bisa mengalami keracunan makanan dari bakteri seperti salmonela, E. coli atau campylobacter. Gejalanya yang ditimbulkan meliputi diare, muntah, dan kram perut.

Meskipun langka, Anda juga dapat terserang toksoplasmasis dari makan daging mentah atau setengah matang. Toksoplasmasis bisa sangat berbahaya untuk bayi. Jika Anda terkena toksoplasmasis saat hamil, khususnya pada trimester satu, bayi dapat mengalami kerusakan mata atau otak. Bila Anda terserang pada trimester kedua dan ketiga, bayi biasanya aman.

Ada lagi yang harus Anda waspadai, yaitu listeria. Daging yang kurang matang dapat tercemar oleh bakteri listeria. Satu-satunya cara untuk membunuhnya adalah dengan memasak matang makanan atau pasteurisasi. Gejala yang muncul pada orang yang terinfeksi listeria adalah demam, nyeri otot, mual, dan diare. 

Untuk wanita hamil, listeria ini dapat menjadi malapetaka karena dapat menyebabkan keguguran atau masalah fatal lainnya. Apalagi, wanita hamil lebih berisiko terinfeksi listeria dua puluh kali lipat daripada wanita yang tidak hamil.

Daging yang dimasak terlalu matang juga dapat menimbulkan masalah. Berdasarkan laporan Fit Pregnancy, polycylic aromatic hydrocarbons (PAH)—senyawa berbahaya yang muncul ketika daging dimasak pada suhu yang sangat tinggi—dapat memengaruhi perkembangan janin.

Meski penelitian lebih lanjut dibutuhkan, Anda dapat mengambil langkah ekstra dengan memasak ayam terlebih dulu sebelum menaruhnya di atas panggangan arang. Ini dapat meminimalkan waktu “menyate” sehingga turut memperlambat pembentukan PAH.

Tips makan sate

Jika Anda benar-benar ngidam sate saat hamil, disarankan untuk membuatnya sendiri ketimbang membelinya agar kematangan dan kebersihannya dapat lebih terjamin. Pastikan untuk memasaknya hingga benar-benar matang dengan suhu 75 derajat Celsius. Panas dapat menghancurkan bakteri dan organisme lainnya.

Berikut tips lainnya yang wajib Anda tahu:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menangani daging mentah, dan sebelum makan.
  • Simpan daging mentah dengan hati-hati di kulkas. Jangan sampai air dari daging tersebut menetes ke makanan lain.
  • Daging beku dari freezer harus dicairkan dengan suhu ruangan terlebih dulu sebelum dimasak.
  • Saat menyiapkan sate, pisahkan daging mentah dari makanan lainnya yang tidak perlu dimasak, seperti nasi dan sayuran.
  • Gunakan peralatan masak yang terpisah untuk daging mentah dan daging yang telah masak.
  • Jangan meletakkan makanan yang sudah matang di atas piring atau permukaan yang telah digunakan untuk daging mentah.
  • Tunggu sampai arang menyala merah sebelum mulai “menyate”.
  • Pastikan daging tidak berwarna merah muda di bagian tengahnya. Kalau dagingnya masih berwarna agak merah atau merah jambu, artinya itu belum matang. Daging yang matang warnanya putih hingga bagian dalamnya.
  • Jangan berasumsi bahwa daging yang hangus di luar berarti sudah matang di bagian dalamnya.
  • Pilihan yang paling aman adalah dengan memasak daging terlebih dulu sebelum memanggangnya di arang, sehingga rasa “asap”-nya masih terasa.
  • Sate harus dibolak-balik agar matang secara merata.
  • Jangan gunakan saus pada makanan yang sudah matang jika sudah digunakan pada pada daging mentah.

Kesimpulannya, boleh-boleh saja wanita hamil makan sate asalkan dagingnya benar-benar dimasak matang. Perhatikan juga tips di atas agar Anda tidak terkontaminasi infeksi parasit atau bakteri dari makanan. Selamat “nyate”, ya!

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar