Sukses

Wajah Bopeng Bekas Cacar Air? Hilangkan dengan Cara Ini!

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dicoba untuk menghilangkan bopeng di wajah karena bekas cacar air.

Klikdokter.com, Jakarta Terkena cacar air di usia dewasa seringmenjadi momok, terutama apabila ada bekas luka cacar atau bopeng yang ditinggalkan di wajah. Bekas cacar air yang di wajah tersebut tentunya akan mengganggu penampilan Anda.

Di usia kanak-kanak, regenerasi kulit yang masih sangat pesat dan baik menyebabkan cacar air biasanya tidak meninggalkan bekas yang menetap hingga dewasa, berbeda dengan saat terkena cacar air di usia yang lebih dewasa.

Terjadinya bopeng pada bekas cacar air

Proses terjadinya bopeng atau scar pada bekas cacar air sebenarnya serupa dengan mekanisme yang terjadi saat Anda memiliki jerawat dan membekas. Secara sederhana, scar atau bekas luka terjadi akibat adanya penyimpangan dan penurunan produksi kolagen saat penyembuhan luka pasca cacar air, yang menyebabkan timbulnya berbagai jenis bekas luka.

Pada 80-90% kasus, terjadi penghancuran kolagen di kulit yang menyebabkan timbulnya bopeng atau atrophic scar (bekas luka cekung ke dalam). Pada sisa kasus lainnya, terdapat peningkatan kolagen yang menyebabkan hypertrophic scar atau keloid (bekas luka menonjol ke luar).

Bopeng atau atrophic scar sendiri secara garis besar terbagi menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran dan kedalamannya, yaitu icepick, boxcar, dan rolling. Icepick merupakan bekas yang paling sering ditemukan, dengan tampakan seperti bekas luka akibat tusukan es berbentuk V berdiameter

Sedangkan boxcar merupakan bopeng yang lebih lebar (1.5-4 mm) dengan kedalaman yang bervariasi, kurang dari 0.5 mm atau lebih dari 0.5 mm. Jenis yang terakhir adalah rolling yang merupakan bopeng dengan diameter terlebar hingga 5mm. Kondisi ini terjadi akibat adanya ikatan serabut dermis ke subkutis yang menyebabkan bopeng tampak berbayang.

Mengatasi bopeng bekas cacar  

Ada beberapa cara yang dapat ditempuh bergantung pada tingkat keparahan bopeng yang dialami dan pertimbangan pribadi tiap individu. Hal ini biasanya terkait durasi perawatan hingga mendapatkan hasil yang diharapkan.

  • Chemical peel

Anda yang rajin menjalani perawatan di klinik kecantikan tentu sudah tak asing dengan istilah chemical peel, yakni proses pengelupasan kulit dengan mengoleskan bahan kimia yang dapat menghancurkan lapisan terluar kulit dan mempercepat proses regenerasinya. 

Metode ini biasanya dilakukan untuk menyembuhkan bopeng dengan kedalaman yang dangkal dan tidak memberikan efek terutama pada bopeng jenis icepick dan rolling. Untuk kedua jenis bopeng ini, chemical peel perlu dilakukan beberapa kali serta dilengkapi dengan perawatan krim retinoid dan AHA di rumah.

Ada berbagai asam yang dapat digunakan sebagai agen eksfoliasi dalam metode chemical peel ini, seperti asam glikolat, asam salisilat, asam piruvat, dan asam trikoloasetat atau TCA. Metode ini tentunya harus dilakukan di layanan kesehatan dengan fasilitas yang memadai dan dijalankan oleh dokter yang berkompeten untuk tindakan tersebut.

  • Dermabrasi dan mikrodermabrasi

Selain teknik dengan bahan kimia, terdapat pula teknik memperbarui kulit dengan cara mekanik yang dikenal sebagai dermabrasi dan mikrodermabrasi. Metode ini dilakukan dengan mengablasi kulit agar lapisan terluarnya rusak dan memicu regenerasi.

Perbedaan utama dari dermabrasi dan mikrodermabrasi adalah agresivitas dan kedalaman lapisan kulit yang diabrasi saat prosedur dilakukan. Pada dermabrasi, proses abrasi akan merusak dan membuang seluruh lapisan epidermis kemudian masuk hingga lapisan dermis, sehingga memicu perubahan pada struktur protein kulit.

Di sisi lain, mikrodermabrasi berproses pada lapisan yang lebih dangkal dan hanya membuang lapisan terluar dari dermis, sehingga hanya mempercepat proses eksfoliasi alami kulit.

Kedua teknik ini sama-sama efektif dalam memperbaiki bopeng, namun dermabrasi biasanya lebih jarang dilakukan karena perlu agen anestesi dalam prosesnya.

  • Laser

Pasien-pasien dengan bopeng jenis boxcar dan rolling biasanya dianjurkan untuk menjalani terapi laser. Terapi ini terbukti sangat berdampak dalam menghilangkan bopeng, baik bekas cacar air maupun bekas jerawat.

Terdapat beberapa jenis laser, termasuk laser yang bersifat mengablasi dan yang tidak, dengan masing-masing memiliki mekanisme kerja yang berbeda.

Laser ablasif merupakan teknologi yang mengabrasi permukaan kulit sekaligus membantu merapatkan serabut kolagen di bawahnya. Berbeda dengan laser non-ablasif yang hanya memicu pembentukan kolagen baru tanpa membuang lapisan kulit.

Masing-masing juga memiliki risiko dan efek samping yang berbeda. Laser ablasif diketahui memiliki lebih banyak risiko dan efek samping yang perlu dipertimbangkan sehingga laser non-ablasif menjadi lebih populer saat ini.

Semua pilihan terapi di atas harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit agar dapat diseusaikan dengan kebutuhan terapi bopeng bekas cacar air di wajah Anda. Metode-metode tersebut juga harus dilakukan di bawah pengawasan dokter yang kompeten dan fasilitas yang memadai.

[NP/ RVS]

1 Komentar