Sukses

Waspada, Diabetes Mellitus Bisa Picu Gangguan pada Gusi

Diabetes mellitus tak bisa disepelekan. Dampaknya bisa ke mana-mana, termasuk gusi Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Diabetes mellitus, atau yang juga dikenal sebagai kencing manis, adalah kondisi ketika kadar gula darah dalam tubuh terlalu tinggi. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Salah satunya adalah gangguan pada gusi.

Diabetes mellitus dibagi menjadi dua tipe, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Pada tipe 1, diabetesi sangat membutuhkan zat insulin untuk hidup. Sementara pada tipe 2, diabetesi tidak selalu membutuhkan insulin untuk hidup.

Tipe 1 biasanya terjadi sebelum usia 30 tahun, dan disebabkan oleh adanya kerusakan pankreas sehingga tidak bisa menghasilkan insulin. Sedangkan tipe 2 biasanya terjadi pada usia lanjut dan dapat diatasi melalui kombinasi perubahan pola makan dan obat-obatan.

Tanda dan gejala diabetes mellitus pada umumnya adalah meningkatnya kadar gula darah, disertai banyak buang air kecil, banyak minum, banyak makan, badan lemah, atau rasa gatal dengan ruam. Keadaan ini dapat disembuhkan apabila ditangani dengan pengobatan saat tahap dini.

Gangguan gusi pada diabetes

Jika diabetes tidak terkontrol, biasanya banyak terjadi komplikasi di dalam rongga mulut yang meliputi jaringan periodontal, jaringan keras, dan jaringan lunak mulut. Kondisi yang paling umum terjadi adalah penyakit periodontal—termasuk di dalamnya gangguan pada gusi—yang merupakan peradangan kronis yang disebabkan oleh bakteri Gram negatif.

Keberadaan bakteri Gram negatif menyebabkan peradangan di sekitar jaringan dengan proses yang lambat dan terus-menerus. Hal ini kemudian dapat mengakibatkan kerusakan tulang alveolar, serta kehilangan perlekatan antara jaringan dengan gigi.

Dokter gigi banyak menemukan kondisi kerusakan gusi pada diabetesi lebih berat dibanding non diabetesi. Contohnya, perlekatan gusi ke gigi lebih banyak yang lepas, lebih banyak tulang yang rusak, lebih banyak perdarahan gusi, serta gigi terasa lebih mudah goyang.

Hal ini terjadi karena adanya penurunan kerusakan gusi dan pengapuran di sekitar pembuluh darah gusi. Selain itu, disebabkan juga karena berkurangnya daya tahan sehingga makin rentan terhadap infeksi yang memicu kerusakan pada jaringan periodontal.

Karena itulah, diabetesi yang memiliki kesehatan rongga mulut yang buruk dapat mengalami peradangan gusi berat, poket gusi yang dalam, kerusakan tulang yang cepat, dan abses gusi.

Apa yang harus dilakukan?

Untuk mengatasi gangguan pada gusi ini, hal yang perlu dilakukan adalah dengan menurunkan kadar gula dalam darah. Pasien diabetes yang tidak terkontrol lebih mudah terkena infeksi dibanding pasien diabetes yang terkontrol. Ini dikarenakan kadar gula darah yang tinggi dapat memicu infeksi tersebut serta memperlambat proses penyembuhan. 

Karena itu, pasien dengan diabetes tidak terkontrol akan mengalami kerusakan tulang lebih banyak, perdarahan gusi lebih banyak, serta penyakit periodontal yang lebih berat.

Dengan melakukan perawatan periodontal yang baik disertai pemberian antibiotik dan larutan kumur mengandung Chlorhexidine, terbukti dapat menurunkan kadar gula darah yang ditunjukkan dalam pemeriksaan laboratorium glyHbAc.

Diabetes mellitus dan gangguan pada gusi sangat berkaitan erat, bahkan merupakan hubungan sebab-akibat. Penyakit diabetes yang dialami dapat memengaruhi kondisi rongga mulut orang tersebut. Bila seorang diabetes melakukan perawatan pada rongga mulutnya secara benar, ini akan berdampak positif pula terhadap keadaan sistemiknya. Jadi, jika Anda memiliki diabetes mellitus, rawatlah gigi dan mulut Anda dengan baik.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar