Sukses

Ini Dia 5 Mitos Seputar Seafood

Seafood merupakan salah satu makanan bernutrisi yang disukai banyak orang. Namun ada beberapa mitos tentangnya yang tak perlu Anda percaya.

Klikdokter.com, Jakarta Seafood merupakan salah satu makanan favorit banyak orang, baik dewasa maupun anak-anak. Selain karena kelezatannya, makanan jenis ini juga bernutrisi. Ikan, udang, cumi, kepiting, dan berbagai jenis masakan makanan laut lainnya memang sangat nikmat, sehingga sering hadir di meja makan. Boga bahari ini kerap diolah dengan berbagai variasi cara memasak seperti dibakar, direbus, dikukus, digoreng, atau bahkan dimakan mentah-mentah.

Karena popularitasnya, beredar sejumlah mitos tentang seafood di sebagian kalangan masyarakat. Berikut ini adalah beberapa mitos yang mungkin sering Anda dengar tentang seafood, tapi tak perlu dipercaya.

1. Makan aneka seafood sebabkan kolesterol tinggi

Tidak sepenuhnya benar. Sebagian besar seafood memang mengandung kolesterol jahat alias LDL (low-density lipoprotein). Namun, faktanya seafood juga mengandung kolesterol baik atau HDL (high-density lipoprotein). Jika dikonsumsi dalam batas wajar, seafood tak akan menyebabkan kolesterol tinggi.

Selain itu, agar konsumsi seafood tidak menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh, cara pengolahan seafood perlu diperhatikan. Usahakan mengonsumsi seafood dengan cara direbus atau dikukus. Sebisa mungkin hindari memasaknya dengan cara digoreng karena akan meningkatkan kadar kolesterol di dalamnya.

2. Tidak boleh mengkonsumsi jeruk setelah makan seafood

Banyak orang yang meyakini bahwa jeruk tidak boleh dikonsumsi setelah menikmati hidangan seafood karena dapat mengakibatkan keracunan. Mitos ini sama sekali tidak benar! Mengonsumsi jeruk atau makanan lain yang tinggi vitamin C bersama dengan seafood justru merupakan hal yang baik. Ini karena makanan yang tinggi vitamin C akan menghambat penyerapan lemak di usus.

Jadi, boleh saja Anda mengonsumsi seafood bersama dengan segelas air jeruk peras. Namun, yang perlu diperhatikan adalah menghindari penggunaan gula saat mengonsumsi minuman bersama seafood. Konsumsi ini secara bersamaan dapat meningkatkan gula darah yang bisa mengakibatkan kadar kolesterol meningkat.

 

 

1 dari 2 halaman

Mitos seafood

3. Makan ikan bisa menyebabkan keracunan merkuri

Sebagian ikan laut memang betul mengandung merkuri. Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan bisa menyebabkan keracunan merkuri, terutama akan menimbulkan gejala gangguan saraf. Namun, tak semua ikan mengandung merkuri tinggi. Perlu diketahui bahwa makanan laut yang mengandung merkuri tinggi di antaranya adalah hiu, ikan makarel raja, ikan pedang, dan ikan tuna sirip kuning, yang lebih baik tidak dikonsumsi.

Ada pula seafood yang kadar merkurinya rendah, seperti ikan salmon, tuna, sarden, dan udang. Jenis makanan laut ini dapat dikonsumsi hingga 340 miligram dalam satu minggu. Merkuri hingga 5 miligram per liter aman dan tidak akan menimbulkan gangguan apa pun di dalam tubuh. 

4.    Ikan beku tidak mengandung gizi 

Produk seafood beku banyak tersedia di pasaran, mulai dari ikan dori fillet, scallops, udang, dan masih banyak lagi. Sayangnya, banyak orang yang meyakini bahwa makanan beku identik dengan nutrisinya yang sudah rusak sehingga dianggap tak bergizi. Hal ini tidak benar. Jika makanan laut beku diolah dan didistribusikan dengan cara yang benar, maka nutrisinya tak jauh berbeda dengan makanan laut segar.

Saat mengolah ikan beku, yang penting untuk diperhatikan adalah cara mencairkannya. Untuk mencairkan ikan beku, hindari perubahan suhu yang ekstrem agar nutrisinya tidak rusak. Oleh karena itu, sebaiknya pencairannya dilakukan perlahan, yaitu dengan cara memindahkan ikan beku dari freezer ke lemari pendingin bagian bawah dulu hingga mencair, baru ikan dikeluarkan dari kulkas dan dimasak.

5.    Ibu hamil tidak boleh makan ikan 

Mitos ini tidak sepenuhnya benar. Ikan sebenarnya baik untuk dikonsumsi ibu hamil karena kandungan proteinnya yang tinggi. Tak hanya itu, omega-3 pada ikan juga baik untuk tumbuh kembang janin. Hal yang perlu dikhawatirkan oleh ibu hamil saat mengonsumsi seafood adalah kandungan merkurinya, yang dapat mencederai janin dalam kandungan.

Supaya ibu hamil tetap dapat mendapatkan manfaat optimal dari seafood, sebaiknya konsumsi yang kadar merkurinya rendah. Selain itu, hindari mengonsumsi ikan mentah seperti pada hidangan sashimi.

Hingga di sini, jangan mudah percaya terhadap mitos-mitos seputar seafood yang beredar di masyarakat. Agar mendapatkan manfaat baik seafood bagi kesehatan secara optimal, pilihan yang rendah merkuri dan perhatikan cara memasaknya. Jangan lupa untuk mengimbanginya dengan asupan nutrisi lain yang tak kalah penting, serta mengombinasikannya dengan olahraga secara rutin.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar