Sukses

Sembuhkan Nyeri Otot dengan Salep Pereda Nyeri, Cukupkah?

Ada berbagai cara untuk meredakan nyeri otot, salah satunya dengan salep pereda nyeri. Namun apakah itu saja cukup?

Klikdokter.com, Jakarta Nyeri otot sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang mungkin tidak serius. Namun kondisi ini bisa sangat mengganggu kenyamanan Anda. Apalagi jika nyeri otot tersebut dirasakan di leher atau pinggang. Bagi Anda yang aktif, kondisi ini tentu sangat mengganggu. Solusinya, orang kerap mengandalkan salep pereda nyeri otot.

Ditambah lagi, nyeri otot sering membuat momen tidur menjadi terganggu. Akibatnya, stamina pun ikut terpengaruh dan menjadi tidak prima, sehingga konsentrasi juga berkurang. Memang meskipun tampaknya sepele, tapi nyeri otot bisa berdampak cukup besar.

Nyeri otot dan cara mengatasinya

Nyeri otot dapat disebabkan oleh berbagai hal. Masalah otot ini bisa terjadi karena cedera olahraga karena benturan, olahraga berlebihan, atau mengunakan teknik yang salah saat berolahraga.

Untuk mengatasi nyeri otot secara cepat, ada berbagai cara yang bisa dilakukan. Salah satu yang paling populer adalah dengan menggunakan kompres dingin pada bagian otot yang terasa nyeri. Namun teknik ini paling baik dilakukan dalam 3 hari pertama pasca benturan atau cedera terjadi.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk meredakan nyeri otot adalah dengan melakukan pemijatan.  Namun, agar nyeri otot bisa hilang, terapis harus melakukan teknik  pemijatan yang benar dan tepat. Karena jika pemijatan dilakukan dengan sembarang teknik, justru akan memperparah kondisi nyeri otot.

Selain itu, mengoleskan salep analgesik atau salep anti nyeri juga bisa menjadi salah satu solusi ketika Anda terkena nyeri otot.

Salep pereda nyeri otot vs obat antinyeri

Dalam pengobatan nyeri otot, apa perbedaan antara balsam atau salep dengan obat yang ditelan? Pada salep analgesik atau antinyeri, kandungan obat akan diserap melalui kulit. Obat inilah yang bekerja sebagai  antinyeri. Terdapat berbagai kandungan obat antiinflamasi. Salah satu yang paling sering digunakan adalah kandungan natrium diklofenak.

Selain penggunaannya yang sangat praktis, salep analgesik juga cenderung lebih aman digunakan terutama bagi yang memiliki gangguan lambung atau gangguan pada ginjal. Obat-obatan antinyeri dan antiradang yang dikonsumsi  secara oral, lebih tinggi kemungkinannya menyebabkan efek samping.

Efek samping dari penggunaan obat anti nyeri bisa berupa iritasi lambung atau peningkatan tekanan darah. Jika digunakan selama berbulan-bulan dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan jantung dan juga ginjal.

Salep analgesik tidak hanya bermanfaat untuk meredakan keluhan nyeri otot saja, melainkan keluhan lainnya seperti nyeri sendi akibat cedera tendon atau ligamen.

Dengan menggunakan salep analgesik, nyeri otot yang ada dapat diminimalkan. Maka Anda bisa beraktivitas dengan  lebih leluasa tanpa terganggu rasa tidak nyaman akibat nyeri otot.

Agar terhindar dari nyeri otot

Prinsip pengobatan yang benar adalah bukan hanya bertujuan untuk meredakan nyeri saja , melainkan mencari tahu penyebab utama dari timbulnya nyeri otot.

Jika nyeri otot disebabkan karena posisi tidur yang salah, misalnya menggunakan bantal yang terlalu tinggi, atau karena posisi duduk yang terlalu tegang atau miring saat bekerja, maka hal inilah yang harus dibenahi.

Agar keluhan serupa tidak terjadi lagi, maka Anda harus lebih cermat dalam mengevaluasi mengapa bisa timbul nyeri otot. Jika nyeri disebabkan karena berolahraga (misalnya angkat beban dengan teknik yang salah) maka perbaikilah teknik yang Anda lakukan, lain waktu saat Anda kembali berlatih.

Terakhir, jika nyeri disebabkan karena olahraga berlebihan tanpa diimbangi dengan istirahat yang cukup, maka perpanjang juga waktu istirahat atau recovery Anda.

Jadi, salep pereda nyeri otot memang baik digunakan untuk menyembuhkan nyeri pada otot, terutama bagi Anda yang memiliki permasalahan dengan lambung atau ginjal. Namun, bila nyeri tak kunjung hilang setelah penggunaan salep, segeralah konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar