Sukses

Benarkah Bekerja dengan Orang Kasar Bisa Picu Insomnia?

Hati-hati bekerja dengan orang kasar karena dapat memicu insomnia. Simak penjelasannya berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan oleh sekelompok profesor di Oakland University, Amerika Serikat menemukan fakta menarik. Mereka berusaha mengaitkan performa seorang pekerja dengan pekerja lain yang berkarakter kasar, dan dampaknya kepada kesehatan, khususnya gangguan tidur atau insomnia.

Dilansir dari Newsweek.com, dalam sebuah studi dilakukan beberapa waktu ke belakang, tim peneliti meneliti 699 karyawan Dinas Kehutanan Amerika Serikat. Mereka diminta menilai tingkat perilaku kasar yang mereka temui di tempat kerja, dan pikiran negatif mereka tentang pekerjaan mereka.

Sebelum penelitian, para karyawan ditanya tentang beberapa hal. Apakah mereka mengalami gejala insomnia atau susah tidur, merasa dapat bersantai usai kerja, serta faktor-faktor terkait tidur yang buruk seperti seberapa sering mereka minum alkohol atau tinggal bersama anak-anak. Hal ini dilakukan untuk membuat spesifikasi yang lebih dalam terkait penelitian tersebut.

Pengaruh buruk pekerja kasar terhadap pekerja lain

Peserta yang dilecehkan secara verbal di tempat kerja cenderung melaporkan gejala insomnia, termasuk terbangun beberapa kali di malam hari. Tetapi mereka yang terlibat dalam kegiatan yang memungkinkan mereka untuk bersantai dan melepaskan diri dari pekerjaan, seperti yoga atau berjalan kaki, cenderung memiliki tidur yang lebih baik.

"Ketidaksopanan di tempat kerja berdampak pada kualitas tidur. Hal ini bisa terjadi secara berulang, sehingga membuat pekerja tersebut terbebani pikirannya. Mereka yang dapat berdamai dengan kondisi ini, akan merasa lebih baik dan tidak kehilangan kualitas tidur," ujar Caitlin Demsky dari Oakland University, penulis utama studi tersebut.

Menularkan pikiran negatif tentang tempat kerja seseorang kepada orang lain juga dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti penyakit kardiovaskular, peningkatan tekanan darah dan perasaan lelah. Lebih lanjut, Demsky menjelaskan bahwa kualitas tidur sangat penting karena memainkan peran utama dalam bagaimana karyawan bekerja dan berperilaku di tempat kerja.

"Dalam dunia profesional yang serba cepat dan kompetitif, sangat penting mengetahui bahwa para pekerja berada dalam kondisi terbaik untuk berhasil, dan mendapatkan tidur malam yang baik adalah kunci untuk itu," kata Demsky.

Menangani gangguan insomnia

Perlu diketahui bahwa insomnia adalah kesukaran dalam memulai atau mempertahankan tidur. Insomnia adalah sebagian dari gangguan tidur, tetapi keluhan ini adalah keluhan yang paling sering dari gangguan tidur.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan Anda mengalami insomnia. Berdasarkan penjelasan dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, poin tersebut meliputi banyak hal yang kompleks. Beberapa di antaranya adalah faktor predisposisi psikologis dan biologis, penggunaan obat-obatan dan alkohol, faktor lingkungan dan kebiasaan buruk. Faktor-faktor tersebut jarang berdiri sendiri. Sebagai contoh adalah faktor fisis tertentu yang dapat memicu timbulnya masalah psikologis, begitupun sebaliknya.

“Faktor psikologis juga dapat memengaruhi sistem saraf pusat, sehingga membuat kondisi fisik seseorang senantiasa siaga seperti saat cemas, tegang, atau stres,” ujarnya.

Lebih lanjut, upaya yang bisa dilakukan demi menekan insomnia adalah makan dan minum teratur, rutin olahraga, mengurangi kebiasaan buruk seperti merokok dan alkohol, membuat suasana efektif dan efisien dalam tidur, dan lain-lain. Tak lupa, saat hendak tidur, Anda dapat membuat suasana sekitar gelap dan nyaman tanpa berisik.

“Dengan menerapkan beberapa tips di atas, diharapkan Anda sudah dapat mengatasi gangguan tidur. Tetapi tidak ada salahnya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui apakah ada masalah pada fisik yang mendasari penyebab dari susah tidur,” kata dr. Vita.

Bekerja dengan orang berkarakter kasar, berdasarkan penelitian di atas ternyata mampu mengganggu kualitas tidur Anda hingga menyebabkan insomnia atau gangguan tidur. Atasi cara tersebut dengan saran yang telah direkomendasikan di atas.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar