Sukses

Micropeel dan Mikrodermabrasi, Mana Lebih Baik untuk Wajah?

Baik micropeel maupun mikrodermabrasi memiliki kelebihannya masing-masing. Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan kulit wajah Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Ada banyak sekali berbagai jenis perawatan kulit wajah yang ditawarkan banyak klinik kecantikan. Dua di antara perawatan yang banyak dilakukan adalah micropeel dan mikrodermabrasi. Keduanya menjadi andalan banyak wanita untuk merawat, mencerahkan, dan meremajakan kulit wajah.

Mikrodermabrasi, apa itu?

Mikrodermabrasi adalah satu metode perawatan kulit wajah yang paling populer, tapi tetap saja banyak yang kurang paham akan prosedur ini. Pada dasarnya, mikrodermabrasi adalah prosedur untuk mengelupas dan mengangkat lapisan sel kulit kering dan mati di wajah.

Mesin mikrodermabrasi dapat menghaluskan dan memoles kulit menggunakan aliran kristal halus atau ujung berlian. Beberapa sistem memiliki pengisap untuk menyedot sel-sel kulit wajah yang kendur. Selain itu, prosedur ini diketahui juga dapat memperbarui produksi sel-sel baru serta kolagen di bawah kulit.

Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, metode peremajaan kulit mikrodermabrasi dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

●       Mencerahkan kulit wajah

Sel-sel kulit mati adalah cikal bakal kulit kusam. Jika mikrodermabrasi dilakukan secara rutin, maka sel-sel kulit mati yang diangkat lewat proses ini akan merangsang pembentukan sel-sel kulit baru.

●       Menghaluskan kulit wajah

Istilah mikrodermabrasi kerap disebut sebagai prosedur “mengampelas” kulit wajah. Artinya, mikrodermabrasi secara rutin dapat membuat wajah makin halus dan bersinar.

●       Menyamarkan hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi adalah perubahan warna kulit yang lebih gelap daripada kulit sehat di sekitarnya. Rutin melakukan mikrodermabrasi dapat membuat masalah hiperpigmentasi (misalnya akibat bekas jerawat) menjadi tersamarkan.

Berkenalan dengan micropeel

Peeling, atau proses pengelupasan kulit, sering ditemui dalam rutinitas perawatan kulit. Proses ini berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati sehingga memberi kesempatan untuk memicu tumbuhnya sel kulit baru. Hasilnya, kulit pun akan terlihat lebih cerah. Peeling juga dapat membantu memudarkan noda-noda hitam bekas jerawat atau akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Peeling dapat dilakukan dengan berbagai cara, dari mekanis hingga kimiawi (chemical peel). Lantas, bagaimana dengan micropeel?

Dikatakan oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, micropeel merupakan kombinasi antara dua jenis perawatan yang bertujuan untuk memaksimalkan hasil yang diharapkan. Dalam prosedur ini, peeling mekanis dan kimiawi dilakukan secara bersamaan. Pada dasarnya, micropeel adalah kombinasi dua perawatan wajah, yaitu mikrodermabrasi dan peeling.

Biasanya, micropeel dilakukan dengan tiga langkah:

  1. Abrasi kulit mati dengan pengelupasan mekanis menggunakan alat atau dengan enzim khusus.
  2. Penggunaan alpha hidroxy acid (AHA) sebagai pengelupas kulit kimiawi. Bahan ini akan dioleskan dan dibiarkan di wajah hingga beberapa saat di bawah pengawasan dokter yang kompeten.
  3. Wajah dibersihkan dari AHA, lalu diakhiri dengan sejenis pembekuan kriogenik (cryogenic freezing atau cryotherapy), yang berfungsi sebagai antiradang dan antibakteri.

Menurut penjabaran dari dr. Astrid, manfaat yang bisa Anda dapat jika rutin melakukan micropeel antara lain:

  • Memudarkan noda gelap dan kesan garis-garis halus pada wajah dibandingkan dengan metode peeling lainnya.
  • Menghaluskan permukaan kulit dan memperbaiki teksturnya, sehingga kulit wajah menjadi lebih halus dan lembut. Wajah pun jadi lebih cerah karena hilangnya sel-sel kulit mati penyebab wajah tampak kusam.
  • Memicu proses pengelupasan normal kulit dan mendorong produksi kolagen alami kulit. Produksi kolagen ini penting untuk menjaga kulit tampak sehat, lembut, serta terasa kenyal dan elastis.

Pilih mana, micropeel atau mikrodermabrasi?

Mikrodermabrasi biasa digunakan untuk mengobati atau mengurangi komedo dan jerawat whitehead, garis halus dan keriput. Selain itu juga bisa dipakai untuk kulit yang rusak akibat paparan sinar matahari, kulit yang rentan berjerawat, bintik-bintik karena usia, hiperpigmentasi, serta kulit berminyak, kering, dan belang.

Prosedur ini cocok untuk Anda yang ingin memperbaiki warna kulit wajah yang tidak merata, menghilangkan sel kulit mati serta memperbaiki pigmentasi kulit. Anda yang memiliki masalah pori-pori tersumbat, mikrodermabrasi dapat membantu kulit untuk memproduksi kolagen, sehingga kulit jadi tampak lebih muda.

Prosedur mikrodermabrasi minim rasa sakit sehingga tak perlu anestesi. Meski demikian, mikrodermabrasi tak lepas dari efek samping yang mungkin terjadi seperti infeksi pada kulit jika alat atau kristal kotor, serta memar pada kelopak mata. Selain itu dapat pula mengakibatkan kemerahan pada kulit, kulit sensitif dan perubahan warna kulit. Kondisi terakhir ini kadang dialami seseorang yang baru melakukan tanning atau yang punya warna kulit gelap.

Setelah perawatan dilakukan, Anda pun diharuskan menggunakan pelembap dan tabir surya. Paparan langsung di bawah sinar matahari selama beberapa hari setelah prosedur juga tidak dianjurkan.

Sedangkan pada micropeel, meski efek samping prosedur jarang dilaporkan, tapi ada efek samping berupa sensasi menyengat saat langkah pengaplikasian AHA. Efek samping yang dialami biasanya berupa kulit kemerahan yang kadang disertai inflamasi (biasanya hilang setelah 1-2 hari setelah perawatan), dan peningkatan sensitivitas kulit.

Micropeel cocok untuk indikasi kulit yang mengalami penuaan, keriput, kulit tidak rata, kulit perokok, atau kulit kusam. Perawatan ini juga menjadi andalan untuk mencegah jerawat, penuaan dini, serta menciptakan dasar (base) yang bagus untuk kulit.

Proses peeling pada micropeel ini dapat menghilangkan minyak berlebih, kulit kemerahan, pigmentasi, sisa jerawat, dan jerawat Rosacea. Jerawat jenis ini biasanya ditandai dengan kulit kemerahan dan adanya luka berisi seperti nanah.

Prosedur ini dapat menyembuhkan kulit dan memperbaikinya hanya dalam satu kali perawatan, dengan menggunakan dosis tinggi retinol, peptida, plant stem cells, dan vitamin C. Micropeel juga dapat membantu mengurangi garis-garis halus pada wajah, memudarkan kerusakan kulit akibat paparan sinar UV, dan menstimulasi pergantian sel kulit baru agar kulit tampak lebih muda.

Jadi, mana yang lebih baik: micropeel atau mikrodermabrasi? Jawabannya adalah tergantung dari kebutuhan (kulit wajah) Anda. Yang paling baik adalah dengan mengetahui kondisi kulit wajah ke dokter atau ke klinik kecantikan yang terpercaya sebelum melakukan perawatan. Cari informasi sebanyak mungkin dan konsultasikan dengan dokter atau terapis Anda mengenai apa yang benar-benar dibutuhkan dan yang terbaik untuk kulit wajah Anda.

[RVS]

1 Komentar